Anamnesis/Anamnesa: Pengertian, Tujuan, Cara dan Persiapan

Kamis, Januari 5th, 2017 - Tak Berkategori

Pengertian Anamnesis/Anamnesa – Anamnesis merupakan suatu ilmu pemeriksaan yang dilakukan dari suatu percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang medis lain yang mengetahui tentang kondisi pasien tersebut, untuk memperoleh data pasien beserta keluhan medisnya.

Anamnesis merupakan suatu pertanyaan terperinci yang ditujukan kepada pasien, untuk memperoleh data dari kondisi pasien dan faktor penyebab yang dimilikinya.

 

Anamnesis/Anamnesa: Pengertian, Tujuan, Cara dan Persiapan

anamnesis

Tujuan anamnesa ialah:

  1. Mendapatkan data atau informasi tentang keluhan yang sedang dialami atau diderita oleh pasien. Anamnesa yang tepat dapat membantu penegakan assesment dan diagnosa.
  2. Membangun komunikasi yang baik antara seorang petugas medis dengan pasiennya. Anamnesa yang tepat dapat membuka hubungan dan kerjasama yang baik yang bermanfaat untuk pemeriksaan selanjutnya.

 

Anamnesa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Autoanamnesa, ialah anamnesa yang dilakukan secara langsung kepada pasien. Pasien sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dan menceritakan kondisinya.
  2. Allonamnesa, ialah anamnesa yang dilakukan dengan orang lain seperti keluarga pasien atau sahabat pasien guna memperoleh informasi yang tepat tentang keadaan pasien. Biasanya pada pasien yang tidak sadarkan diri, bayi, anak-anak. Pada anamnesa jenis ini petugas medis harus memastikan bahwa sumber informasi berasal dari orang yang tepat.

 

Persiapan untuk anamnesis

Anamnesis yang baik dan benar hanya bisa dilakukan apabila dokter atau tenaga medis yang melakukan anamnesa tersebut menguasai dengan baik teori atau pengetahuan kedokteran. Mustahil seorang dokter akan dapat mengarahkan pertanyaan-pertanyaannya dan akhirnya mengambil kesimpulan dari anamnesis yang dilakukan bila dia tidak menguasai dengan baik ilmu kedokteran. Seorang dokter akan kebingungan atau kehilangan akal apabila dalam melakukan anamnesis tidak tahu atau tidak mempunyai gambaran penyakit apa saja yang dapat menimbulkan keluhan atau gejala tersebut, bagaimana hubungan antara keluhan-keluhan tersebut dengan organ-organ tubuh dan fungsinya. Umumnya setelah selesai melakukan anamnesis seorang dokter sudah harus mampu membuat kesimpulan perkiraan diagnosis atau diagnosis banding yang paling mungkin untuk kasus yang dihadapinya. Kesimpulan ini hanya dapat dibuat bila seorang dokter telah mempersiapkan diri dan membekali diri dengan kemampuan teori atau ilmu pengetahuan kedokteran yang memadai.

Baca juga >> Sistem Ekskresi Pada Manusia

Meskipun demikian harus disadari bahwa tidak ada seorang dokterpun yang dapat dengan yakin menyatakan bahwa dia pasti selalu siap dan mampu mendiagosis setiap keluhan pasiennya. Bahkan seorang dokter senior yang sudah berpengalaman sekalipun pasti pernah mengalami kebingungan ketika menghadapi pasien dengan keluhan yang sulit dianalisa.

Demikianlah penjelasan mengenai Anamnesis/Anamnesa: Pengertian, Tujuan, Cara dan Persiapan. Semoga bermanfaat!

Anamnesis/Anamnesa: Pengertian, Tujuan, Cara dan Persiapan | aab | 4.5