Dakwah: Definisi, Macam-Macam dan Contoh Dakwah

Sabtu, Februari 11th, 2017 - Agama Islam

Dakwah: Definisi, Macam-Macam dan Contoh Dakwah | Dakwah (dalam bahasa Arab: da‘wah; yang artinya “ajakan”) merupakan suatu gerakan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan aturan aqidah, syari’at dan akhlak Islam. Kata dakwah yakni masdar (kata benda) dari kata kerja da’a yad’u yang artinya panggilan, seruan atau ajakan.

Definisi Dakwah

Definisi Dakwah

Secara etimologi dakwah merupakan seruan atau ajakan kepada umat manusia untuk melaksanakan kebaikan dan menuruti petunjuk Al-quran dan hadist. Menyeru untuk berbuat kebaikan dan melarang untuk perbuatan mungkar yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasul-Nya agar manusia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sedangkan Ilmu dakwah ialah suatu ilmu yang berisikan cara-cara dan tuntunan untuk menarik perhatian orang lain supaya menganut, mengikuti, menyetujui atau melakukan suatu ideologi, agama, pendapat atau persetujuan tertentu.

 

Definisi Dakwah Menurut Para Ahli

1. Menurut A. Hasymy

Dakwah islamiyah merupakan konsep yang sempurna dalam lembarannya menyimpan segala macam ilmu pengetahuan yang diperlukan manusia, agar mereka bisa melihat akhir tujuan dari kehidupan, dan agar bisa memahami rahasia-rahasia hidup ini.

2. Drs. Hamzah Ya’qub

Dakwah ialah: mengajak umat manusia dengan hikmah kebijaksanaan untuk mengikuti petunjuk Allah dan Rasulnya.

3. Arifin M.Ed

Dakwah merupakan sebuah gerakan mengajak kebaikan dalam bentuk lisan, tulisan prilaku dan lain – lain yang dilaksanakan secara sengaja dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan serta pengamalan terhadap ajaran sebagai pesan yang disampaikan kepadanya tanpa ada unsur paksaan.

4. Asmuni Syukir

Dakwah dapat definisikan dari dua sisi atau sudut pandang, ialah definisi dakwah yang bersifat bimbingan dan definisi dakwah yang bersifat peningkatan. Definisi dakwah yang bersifat membimbing adalah sebuah usaha mempertahankan, melestarikan dan menyempurnakan akhlaq manusia agar umat manusia tetap beriman kepada Allah dan Rasull-Nya, dengan menjalankan syariat-Nya, sehingga mereka mampu menjadi manusia yang hidup bahagia dunia akhirat. Sedangkan definisi dakwah yang bersifat pengembangan merupakan usaha mengajak umat manusia yang belum beriman kepada Allah agar mentaati syari’at Islam supaya nantinya dapat hidup bahagia dan sejahtera di dunia maupun akhirat.

5. Drs. Endang Saefudin Anshori, M.A

Dakwah merupakan pemaparan, penerjemahan dan pelaksanaan Islam dalam peri-kehidupan dan penghidupan manusia termasuk di dalamnya bidang pendidikan, politik, kekeluargaan dan bidang kemasyarakatan.

6. Amrullah Ahmad

Mengungkapkan bahwa pada hakikatnya dakwah Islam adalah aktualisasi imani (theologis) yang dimanivestasikan dalam sistem kegiatan manusia beriman dalam masyarakat yang dilakukan secara teratur untuk mempengaruhi cara merasa, berfikir, dan bertindak dalam rangka terwujudnya ajaran Islam dalam semua segi kehidupan dengan cara tertentu.

7. Toha Yahya Oemar.

Dalam hal ini membagi definisi dakwah dalam dua sisi yang memiliki signifikan tersendiri;
1) Definisi dakwah secara umum ialah suatu pengetahuan yang mengandung cara-cara dan bimbingan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideologi, pendapat atau pekerjaan tertentu.
2) Definisi dakwah Islam ialah mengajak manusia dengan cara kebijaksanaan kepada Islam yang benar dan sesuai dengan perintah Allah SWT, untuk keselamatan, kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.

8. Menurut Drs. H.M. Ansori

Dakwah merupakan semua aktivitas mengajak umat manusia muslim baik dalam wujud lisan, tulisan, prilaku dalam usaha merubah keadaan ke keadaan lain yang lebih baik selaras dengan ketentuan Allah. Disertai kesadaran dan tanggung jawab yang baik pada dirinya, orang lain, dan Allah SWT.

 

Macam – Macam Dakwah

Dakwah Fardiah
Merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada individu lain (satu orang) atau kepada banyak orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya dakwah fardiah berlangsung tanpa adanya kesiapan dan tersusun secara tertib.
Dakwah Ammah
Dakwah Ammah adalah jenis dakwah yang dilaksanakan seseorang dengan media lisan yang diarahkan kepada orang banyak dengan tujuan memberi pengaruh kepada orang lain.
Dakwah bil-Lisan
Dakwah bil-Lisan yang adalah dakwah yang secara langsung disampaikan dalam wujud lisan sehingga ada interaksi yang terjalin antara pemberi dakwah dengan orang yang mendengarkan dakwah tersebut. Dengan dakwah lisan atau dakwah langsung, seseorang bisa langsung mendengarkan dan memahami apa yang telah disampaikan oleh pemberi dakwah, jika ada hal-hal yang belum dipahami, maka orang tersebut bisa langsung menanyakan langsung hal tersebut agar lebih jelas dan mampu dipahami.
Dakwah bil-Haal
Dakwah bil al-Hal merupakan dakwah yang mengutamakan perbuatan nyata. Dakwah jenis ini dilaksanakan dengan maksud tidak cuma membuat pendengar memahami arti yang disampaikan dari dakwah tersebut, tapi juga mengaplikasikan berbagai perbuatan yang dicontohkan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, orang yang mendengarkan dakwah tidak cuma memaknai sebuah kebaikan dan keburukan, tapi juga mampu melaksanakan nilai-nilai kebaikan tersebut dan menjauhkan nilai-nilai keburukan dalam kehidupan sehari-harinya.
Dakwah bit-Tadwin
Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.
Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”.

Dakwah bil Hikmah
Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yakni melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah bisa melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Dengan kata lain dakwah bi al-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.

Contoh Dakwah

Berikut merupakan salah satu contoh Dakwah.

Assalamu’alaikum Wr.Wb

(Pilih muqqodimah yang anda sukai)

Yang saya hormati Bapak dewan guru, teman-teman seiman dan seagama yang saya cintai
Untuk mengawali jumpa kita saat ini, terlebih dahulu kita semua panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan rahmat, hidayah serta inayah-Nya sampai saat ini kita masih ditakdirkan oleh Allah swt, menjadi orang iman dan islam. Mudah-mudahan nikmat iman dan Islam ini benar-benar kita memiliki sampai akhir hayat.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi besar Muhammad saw, karena beliaulah yang memperjuangkan Islam sampai ke penjuru pelosok dunia, sehingga kita bisa membedakan perkara yang haq dan yang bathil, sehingga menjadi muslim , berkat hidayah Allah swt. Semoga kita termasuk umat beliaw Nabi Muhammad saw.

Hadirin sekalian yang kami hormati!
Semua orang tentunya mendambakan bahagia bahagia dunia akhirat, dan untuk menempuh jalan bahagia tidaklah hanya ditempuh dengan santai, bersenang-senang, penuh dengan hura-hura, dan berbagai hal yang melanggar syariat Islam, akan tetapi haruslah ditempuh dengan jalan Ibadah yang dilakukan sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah, baik dalam Al-qur’an, maupun sunnah Nabi saw. Untuk itu kita berusaha dengan optimal untuk melaksanakan syariat-syariat Islam. Dan kita berusaha menghindar dari segala yang menyimpang dari syariat Islam.

Hadirin sekalian yang kami cintai!
Kita semua telah sadar dan mengetahui, bahwasanya Allah menciptakan manusia hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya secara benar dan ikhlas. Namun sayang seribu sayang ada sebagian hamba Allah yang dalam hidupnya menyimpang dari syariat Islam.

Hadirin sekalian yang kami cintai!
Kita semua telah sadar dan mengetahui, bahwasanya Allah menciptakan manusia hanyalah semata-mata untuk beribadah kepada-Nya secara benar dan ikhlas. Namun sayang seribu sayang ada sebagian hamba Allah yang dalam hidupnya menyimpang dari syariat Islam. Mereka merasa enggan beribadah kepada Allah. Bahkan kadang sebagian hamba Allah yang beribadah kepada Allah, akan tetapi salah alamat dan tujuan. Mereka mencari tujuan yang keliru, di samping mencari Ridha Allah juga mereka ingin mencari keridhaan manusia, ingin disanjung, dipuji, dan juga ingin dia menjadi orang yang popularitas. Bila hal semacam ini terdapat pada diri orang beriman, maka kita harus secepatnya sadar dan mengetahui , bahwasanya seseorang beribadah semata-mata harus murni dan ditujukan mengharap ridha Allah swt.

Ketahuilah, bahwasanya ibadah yang hanya diterima oleh Allah hanyalah semata mengharap Ridha-Nya dan harus didasari dengan rasa ikhlas. Ikhlas berarti melakukan bebagai macam kebaikan hanya mencari ridha Allah dan sesuai dengan syariat islam. Ibadah yang dilakukan tidak didasari dengan ikhlas, maka akan sia-sia.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Melaksanakan ibadah yang didasari dengan hati yang ikhlas, maka hakekatnya adalah mengerjakan segala kebaikan yang tidak ingin dilihat, diketahui, apalagi dipamerkan kepada orang lain. Marilah kita menjauhkan perbuatan riya karena perbuatan tersebut bisa menghancurkan amalan kita yang pada akhirnya akan sia-sia. Dalam hal ini Nabi saw. Bersabda:
“Empat macam tanda bagi orang-orang yang riya, yaitu: (1) Malas ketika sedang sendirian, (2) Sangat tangkas/giat di hadapan banyak orng (3) Amal ibadahnya meningkat ketika dipuji (4) Menurun ketika prilaku /ibadah dicela.

Untuk itu bagi orng-orang beriman haruslah mengetahui bahwa keempat macam sifat itu akan menjerumuskan manusia kepada jalan kehancuran, yakni siksa neraka. Bila dalam hati seorang beriman dihinggapi penyakit riya, maka secepat mungkin di obati, jangan sampai berlarut-larut dalam diri kita.

Hadirin sekalian yang berbahagia!
Adapun yang dikerjakan dan semuanya itu baik-baik tetapi ada rasa riya, maka hasilnya nol besar/sia-sia. Untuk itu marilah kita merenung serta koreksi diri masing-masing apakah selama ini dalam hati kita ada penyakit riya? Bila ada maka secepatnya untuk dihapus, agar segala kebaikan yang kita lakukan mendapat pahala dari Allah swt.

Demikianlah sekilas yang bisa kami sampaikan, dengan harapan agar segala kebaikan kita senantiasa diterima Allah swt. Dan mudah-mudahan pula kita dilindungi dari perbuatan riya yang berakibat merusak amal kebaikan.

Kurang lebihnya kami mohon maaf.
BILAHIT TAUFIQ WALHIDAYAT. WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Sumber: http://www.pidatu.com/2013/12/contoh-dakwah-islami-singkat.html

 

Demikianlah Definisi Dakwah, Macam – Macam Dakwah dan Contoh Dakwah. Semoga bermanfaat!

 

Dakwah: Definisi, Macam-Macam dan Contoh Dakwah | aab | 4.5