Debat: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Strukturnya

Jumat, September 1st, 2017 - B. Indonesia

Debat merupakan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat banyak dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen, terutama di negara-negara yang menggunakan sistem oposisi. Dalam hal ini, debat dilakukan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui voting atau keputusan juri.Pengertian Debat

Pengertian Debat Menurut Para Ahli

1. Menurut Asidi dipodjojo
Debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu menjadi yakin dan berpihak padanya.

2. Menurut G. Sukadi
Debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan.

3. Menurut Hendri Guntur Tarigan
Debat pada hakekatnya adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

4. Menurut KBBI
Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

 

Tujuan Debat

Tujuan Debat, antara lain :

  1. Memantapkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang telah diberikan,
  2. Melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan,
  3. Melatih siswa untuk berani mengemukakan pendapat,
  4. Melatih Siswa untuk mematahkan pendapat lawan-nya.
  5. Meningkatkan kemampuan merespon suatu masalah (rebuttal) dikarenakan disini terjadi adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.

 

Jenis-jenis Debat

1) Debat parlementer/majelis (assembly or parlementary debating)
Bertujuan untuk memberi dan menambah dukungan bagi undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya; debat parlementer merupakan ciri badan legislatif.

2) Debat pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)
Bertujuan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu dan yang lainnya berhubungan erat, yang menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh sang penanya; debat pemeriksaan ulang adalah suatu tehnik yang dikembangkan dikantor-kantor pengadilan.

3) Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan (formal, conventional, or education debating)
Bertujuan untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada para pendengar sejumlah argumen yang menunjang atau yang membantah suatu usul; debat formal didasarkan pada konversi-konversi debat bersama secara politis.

 

Struktur Teks Debat

Berikut ini adalah struktur debat yang baik:

Pengenalan
Pada tahap pengenalan, setiap tim (baik tim afirmasi, tim oposisi dan tim netral) memperkenalkan diri

Penyampaian argumentasi
Pada penyampaian argumentasi ini, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari tim afirmasi, kemudian tim oposisi dan diakhiri dengan tim netral.

Debat
Pada debat, setiap tim mengomentari setiap argumentasi dari tim lain.

Simpulan
Pada simpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik sesuai dengan posisinya.

 

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Debat, Tujuan Debat, Jenis Debat, dan Struktur Debat.

Debat: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Strukturnya | aab | 4.5