Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Kamis, Januari 12th, 2017 - B. Indonesia

Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat | Kalimat merupakan satuan bahasa bersifat kata atau deretan kata yang dapat berdiri sendiri dan menerangkan arti yang lengkap. Kalimat ialah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan ide yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Unsur-unsur kalimat terdiri dari : Subjek, Predikat, Obyek, dan Keterangan.

Pengertian Kalimat

A. Subjek
Subjek atau pokok kalimat merupakan elemen pokok kalimat. Subjek menentukan kejelasan arti kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat, dapat mengaburkan arti kalimat. Kehadiran subjek dalam kalimat berfungsi: (1) membentuk kalimat awal, kalimat luas, kalimat tunggal, kalimat majemuk, (2) memperjelas arti, (3) menjadi ide utama, (4) menegaskan makna, (5) memperjelas pikiran ungkapan, dan (6) membentuk kesatuan ide.

Ciri-ciri subjek:

  1. Jawaban apa atau siapa
  2. Didahului kata bahwa
  3. Berupa kata atau frasa benda (nomina)
  4. Disertai dengan kata ini atau itu
  5. Disertai pewatas yang
  6. Kata sifat didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa
  7. Tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut,  berdasarkan, dan lain-lain.
  8. Tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat dengan kata bukan.

Contoh : Nina, aku, saya, mereka, keledai, cita – cita, dan lain – lain.

 

B. Predikat
Sama seperti halnya dengan subjek, predikat kalimat kebanyakan timbul secara eksplisit. Kehadiran predikat dalam kalimat berfungsi: (1) membentuk kalimat awal, kalimat sendiri, kalimat luas, kalimat majemuk, (2) menjadi elemen penjelas, yakni memperjelas ide atau pikiran yang disampaikan dan menentukan kejelasan arti atau makna kalimat, (3) menegaskan makna, (4) membentuk kesatuan pikiran, dan (5) sebagai sebutan.

Ciri-ciri predikat:

  1. Jawaban mengapa, bagaimana
  2. Dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan
  3. Dapat didahului keterangan aspek: akan, seudah, sedang, selalu, hampir
  4. Dapat didahului keterangan modalitas: sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, mesti, selayaknya, dan lain-lain
  5. Tidak didahului kata yang, jika didahului yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek
  6. Didahului kata adalah, ialah, yaitu, yakni
  7. Predikat dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat atau bilangan.

Contoh : Menyanyi, lari, menangis, berjalan, dan lain – lain.
C. Objek
Subjek dan predikat condong timbul secara spesifik dalam kalimat, akan tetapi objek tidaklah demikian halnya. Keberadaan objek dalam kalimat bergantung pada macam-macam predikat kalimat serta ciri khas objek itu sendiri. Predikat kalimat yang berstatus transitif mempunyai objek. Biasanya, predikat ini berbentuk kata kerja berkonfiks me-kan, atau me-i, misalnya: membuatkan, melarikan; me-i, misalnya: membuati, melempari, menjauhi. Dalam kalimat, objek berfungsi: (1) membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif, (2) memperjelas arti kalimat, dan (3) membentuk kesatuan atau kelengkapan ide.

Ciri-ciri objek:

  1. Berupa kata benda
  2. Tidak didahului kata depan
  3. Mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif
  4. Jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif
  5. Dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan.

 

Baca Juga >> Pengertian dan Definisi Operasional Menurut Beberapa Ahli

 

D. Keterangan
Keterangan kalimat berfungsi memperjelas atau melengkapi informasi perintah-perintah kalimat. Tanpa keterangan, informasi menjadi tidak jelas. Hal ini dapat dirasakan kehadirannya terutama dalam surat undangan, laporan penelitian, dan informasi yang terkait dengan tempat, waktu, sebab, dan lain-lain.

Ciri-ciri keterangan:

  1. Bukan unsur utama kalimat, tetapi kalimat tanpa keterangan, pesan menjadi tidak jelas, dan tidak lengkap.
  2. Tempat tidak terikat posisi, pada awal, tengah, atau akhir kalimat
  3. Dapat berupa: keterangan waktu, tujuan, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, posesif  (posesif ditrandai kata meskipun, walaupun, atau biarpun), dan pengganti nomina  (menggunakan kata bahwa).

Jenis-jenis keterangan:
1. Keterangan tempat
Contoh : Ayah akan perdi ke Surabaya
2. Keterangan alat
Contoh : Ibu memotong sayuran dengan pisau
3. Keterangan waktu
Contoh : Andi belajar matematika pukul 8 malam
4. Keterangan tujuan
Contoh : Bayi harus minum susu supaya sehat
5. Keterangan penyerta
Contoh : Ibu pergi ke pasar bersama kakak.
6. Keterangan cara
Contoh : Bacalah buku itu dengan seksama
7. Keterangan sebab
Contoh : Toni tidak naik kelas karena malas belajar

 

Jenis-Jenis Kalimat

A. Berdasarkan Pengucapan

Kalimat bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung merupakan kalimat yang secara seksama mencontoh ucapan orang. Kalimat langsung juga bisa diartikan kalimat yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.
2. Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung merupakan kalimat yang menceritakan kembali perkataan atau ucapan orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.

 

B. Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Tunggal

Kallimat tunggal merupakan kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal ialah kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya.

2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berkomunikasi dengan baik kordinasi maupun subordinasi.

3. Kalimat Berita

Kalimat berita merupakan kalimat yang isinya menyampaikan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan.

4. Kalimat Tanya

Kalimat tanya merupakan kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau jawaban yang diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.

5. Kalimat Seruan

Kalimat seruan merupakan kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasa ‘yang kuat’ atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.

 

D. Berdasarkan Unsur Kalimat

Kalimat dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Lengkap

Kalimat lengkap merupakan kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari satu buah subjek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap.

2. Kalimat Tidak Lengkap

Kalimat tidak lengkap merupakan kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subjek saja, atau predikat saja, atau objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap biasanya berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman.

 

E. Berdasarkan Susunan S-P

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Inversi

Kalimat versi merupakan kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya. Kata atau frasa tertentu yang pertama muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk menimbulkankesan tertentu, dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan kedua. Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna.

2. Kalimat Versi

Kalimat inversi merupakan kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K).

 

F. Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)

Kalimat dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Kalimat Yang Melepas

Kalimat yang melepas terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). Unsur anak kalimat ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan, kalimat itu sudah bermakna lengkap.

2. Kalimat yang Klimaks

Kalimat klimaks terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya. Sebelum kalimat itu selesai, terasa masih ada sesuatu yang ditunggu, yaitu induk kalimat. Oleh karen itu, penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk ketegangan.

3. Kalimat Yang Berimbang

Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran, Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang simetri.

 

G. Berdasarkan Subjeknya

Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja), misalnya pergi, tidur, mandi, dll (kecuali makan dan minum).

2. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan oleh.

Kalimat: Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat | aab | 4.5