Pengertian Cahaya dan Sifat-Sifatnya

Minggu, Juli 16th, 2017 - Fisika

Pengertian Cahaya dan Sifat-Sifatnya | Cahaya merupakan energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Gelombang elektromagnetik ialah gelombang yang tidak memerlukan medium untuk merambat. Selain itu, cahaya merupakan paket partikel yang disebut foton. Kedua pengertian tersebut yakni sifat yang ditampilakn cahaya secara bersamaan sehingga disebut “dualisme gelombang-partikel”. Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna.

Sifat-sifat cahaya memiliki sifat-sifat umum dari gelombang, antara lain :
1. Dalam suatu medium homogen
2. Pada bidang batas antara dua medium, Cahaya dapat mengalami pemantulan atau pembiasan.
3. Jika melewati celah sempit dapat mengalami lenturan.
4. Dapat mengalami interferensi.
5. Dapat mengalami polarisasi.
Setiap benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri disebut sumber cahaya, contohnya : matahari, bintang, lampu, lilin, dan lain-lain. Sedangkan, benda-benda yang tidak dapat memancarkan cahaya disebut benda gelap.

Pengertian cahaya

Sifat-Sifat Cahaya

1. Cahaya Merambat Lurus
Cahaya memiliki sifat yang merambat lurus dan bisa dibuktikan dengan melihat berdasarkan mampu atau tidaknya benda untuk meneruskan cahaya. Benda yang mempunyai sifat tidak tembus cahaya tidak bisa meneruskan cahaya yang mengenai benda tersebut. Apabila dikenai cahaya dan benda tersebut membentuk bayangan. Benda yang seperti itu digolongkan sebagai benda gelap, yang memiliki arti bahwa benda-benda tersebut tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri. Contohnya antara lain: kayu, tembok, batu, dan sebagainya. Sedangkan itu, benda yang dapat tembus cahaya dapat meneruskan cahaya yang mengenai benda tersebut. Benda yang seperti itu dikenal sebagai jenis golongan benda sumber cahaya. Contohnya seperti kaca.

2. Cahaya Dapat Dipantulkan
Cahaya juga bisa dipantulkan, pemantulan cahaya terdiri atas pemantulan baur (pemantulan difus) serta pemantulan teratur. Pemantulan baur atau pemantulan difus bisa terjadi apabila cahaya yang mengenai permukaan tidak rata dan arah sinar pantulnya menjadi tidak beraturan. Sedangkan pemantulan teratur dapat terjadi jika cahaya yang dapat mengenai permukaan yang rata seperti cermin datar maka sinar hasil pantulannya mempunyai arah yang teratur. Adapun benda-benda yang mempunyai sifat cahaya tersebut adalah cermin. Berdasarkan dari bentuk permukaannya, cermin dibedakan menjadi cermin lengkung serta cermin datar. Cermin lengkung dibedakan menjadi 2 jenis, yakni cermin cembung serta cermin cekung. Berikut sedikit penjelasan tentang cermin tersebut.

 

3. Cahaya dapat Dibiaskan
Pembiasan merupakan suatu peristiwa pembelokan arah rambat cahaya, cahaya merambat dengan melalui 2 zat yang mempunyai kerapatan yang berbeda. Apabila terdapat cahaya datang yang berasal dari zat yang mempunyai kerapatan yang kurang menuju ke zat yang mempunyai kerapatan yang lebih, maka cahaya itu akan dibiaskan mendekati garis normal.

Contoh peristiwa pembiasan cahaya :
1) Sedotan yang dimasukkan ke dalam air dalam gelas, maka sedotan tersebut akan terlihat membengkok.
2) Kolam yang mempunyai air yang jernih terlihat seperti dangkal.
3) Melihat bintang dengan menggunakan teleskop.

4. Cahaya Dapat Diuraikan
Penguraian cahaya mempunyai istilah lain, yakni dispersi. Prinsip penguraian cahaya (dispersi) ialah penguraian cahaya putih menjadi cahaya yang memiliki warna yang bervariasi. Berikut contoh yang menggambarkan bahwa suatu cahaya dapat diuraikan.
1) Terjadinya pelangi, hal ini karena munculnya pelangi disebabkan adanya cahaya matahari yang tampaknya memiliki warna putih dan sebenarnya cahaya matahari tersusun atas berbagai variasi warna yang diuraikan oleh titik-titik air di awan.
2) Cakram yang berwarna yang ketika diputar dapat menjadi warna putih.
3) Terjadinya fenomena halo yang seakan-akan mengelilingi matahari atau bulan.

5. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening
Sifat cahaya yang dapat menembus benda bening dapat dibuktikan dengan contoh :
1) Cahaya matahari dapat masuk ke rumah dengan menembus jendela yang mempunyai kaca bening. Apabila kaca jendela tersebut kemudian ditutupi dengan sebuah kain berwarna hitam maka cahaya matahari tidak dapat menembus kaca tersebut.
2) Ketika sedang berjalan di siang hari akan nampak terlihat bayangan tubuh, hal ini dapat menjelaskan bahwa cahaya tersebut tidak dapat menembus tubuh karena bukan suatu benda bening, pada akhirnya yang terbentuk hanyalah sebuah bayangan.

Demikianlah pengertian cahaya dan sifat-sifat cahaya. Semoga bermanfaat!

Pengertian Cahaya dan Sifat-Sifatnya | aab | 4.5