Kumpulan Cerpen

Kumpulan Cerpen Tentang Harapan, Cinta, Kecemasan, Penderitaan, Keadilan dan Kebahagiaan

Diposting pada

Assalamualaikum wr. wb.

Berikut ini merupakan cerpen dari hasil karya anak – anak teknik informatika, memang agak sedikit aneh anak ilkom buat cerpen, tapi kami membuktikan bahwa anak ilkom bisa menulis pakai pulpen walaupun cerpen nya kebanyakan ngk jelas 😀

Kumpulan Cerpen

 

KENAPA?
(IBD : RENDY JULIAN – 171420094)

Show Content »

Pagi itu aku terbangun seprti biasanya, tidak ada yang beda dengan hari-hari lainnya. Mataku terbuka memadangi langit-langit rumah, entah apa yang aku pikirkan. Pikiranku kosong tapi aku seperti orang intelek yang sok mikirkan seuatu. Setelah melakukan khalayan semu yang tak ada isinya, aku pun bergegas menuju kamar mandi, karena hari itu sudah menunjukan pukul 07:00 dan aku harus bergegas menuju sekolah. Setibanya disekolah saat memasuki ruang kelas, mataku tertuju pada teman-temanku yang sedang duduk berkumpul, dan akupun menghampiri mereka sembari bertanya kepada salah satu temanku “pada ngapain sih, pagi-pagi udah pada sibuk aja?” ujarku. “tugas matematika minggu kemaren bego, emang lu udah buat apa?” saut roby salah satu temanku. Jelas saja seperti yang aku pikirkan, hanya tugas yang bisa buat mereka pagi-pagi pada berisik kayak ibu-ibu PKK.
“udahlah, namanya juga tugas minggu kemarin” kataku,
“idih cakep, gua liat donghahaa” kata ricko
“liat apaan, ga boleh liat-liat, kitakan bukan muhrim” candaku kepada ricko.
“ehh pinggiran koreng, gua mau liat tugas bego” kata ricko merespon candaanku. “HAHA, bilang dong kalo mau liat tugas” jelasku. Dan mereka pun mulai menyalin tugasku. Dan aku pun melihat teman teman sekelas yg sibuk mengerjakan tugas sembari berfikir dan bertanya kepada diriku sendiri “apa generasi muda seperti ini yang digadang-gadang akan menggetarkan dunia?” pikiran nakalku pun mulai bermain-main diotakku. Tidak lama setelah itu guru pun masuk kelas, dan ku akhiri pikiran nakalku yang tidak jelas. Hari menunjukan pukul 12:15, bel tanda berakhirnya pelajaran kari ini pun berbunyi. Aku pun mulai merapikan buku-bukuku, dan bergegas meninggalkan ruang kelas. Dari kejahuan aku mendengar ada yang memanggil namaku, dan aku sudah tak asing lagi mendengar suara itu. Benar saja seperti dugaanku, itu suara Dimas yang memanggil dari kejauhan.“ehh lu mas, ada apaan manggil gua?” tanyaku.
“lu pulang sekolah ada kerjaan ga?”
“Ga sih, emang ada apaan” tanyaku balik kepadanya
“Anak sekolah sebelah ngajakin tanding futsal, lu ikut ya”
“oh gitu, yaudah nanti gua dateng, ditempat biasakan?” tanyaku kepada dimas.
“iya di tempat biasa, jgn telat ya” saut Dimas. Dan dia pun langsung menaiki motornya bergegas untuk pulang. Seperti biasa aku pulang hanya mengendarai kedua kakiku. Orangtua ku memang tidak membelikanku sepeda motor, beda seperti orangtua teman-temanku yang memfasilitasi anak mereka, malahan ada yang membelikan mobil untuk anak-anaknya dengan alasan dengan mereka memberikan fasilitas ke anak, mereka beranggapan supaya anak mereka jadi lebih semangat untuk pergi kesekolah. Bagiku itu alasan yang bodoh, dari segi usia pun mereka jelas jelas belum cukup umur untuk mengendari kendaraan, malahan aku berfikir sebaliknya, dengan orangtua memberikan fasilitas kepada anak mereka, itu malah akan menghancurkan anak itu sendiri. Terlebih lagi aku sering melihat anak anak yang membanggakan harta kedua orangtuanya. Yaa, dan sampai sekarang aku masih tidak mengerti jalan pikiran orangtua jaman sekarang.
Aku pun tiba dirumah, dan dari depan pintu aku mendengar suara orang yang sedang berdiskusi serius dari dalam rumah.
“Gimana Indonesia mau maju kalo rakyatnya menghancurkan negaranya sendiri” kata pria dari dalam rumah. Dan aku pun memasuki rumah, dan jelas saja itu ayah dan ibuku sedang berbincang sembari menonton berita di tv.
“iya ya yahh, padahal Indonesia ini terkenal dengan keramahannya buat warga luar” ujar ibuku merespon pernyataan ayahku.
“ada apaan sih yah serius banget ngbrol sama ibu” tanyaku
“ini ada berita bom bunuh diri lagi” saut ayahku.
Aku pun langsung melihat kearah tv, dan benar saja bom bunuh diri yang terjadi di salah satu tempat ibadah non muslim. Dan lebih menyedihkannya lagi pelakunya adalah seorang muslim yang katanya mereka orang yang sangat taat beribadah. Pikiran nakalku pun mulai menggelitik di otak dan mulai menggeluarkan pertanyaan “KENAPA?”. Kenapa beberapa orang muslim ingin mencoreng agamanya sendiri. Padahal islam yang saya pelajari dari saya kecil adalah islam itu adalah agama yang damai. Islam tidak pernah mengajarkan untuk membunuh. Saya tau bahwa orang kafir harus diperangi, tapi yg harus di perangi adalah kafir yang memusuhi islam, yg dengan jelas jelas ingin menjatuhkan islam, tapi tidak dengan yg mencintai dan menghormati islam. Akupun bergegas menuju kamarku meninggalkan ayahku yang masih serius menonton berita. Setiba masuk kemar, aku langsung merbahkan badan di atas Kasur.
Dan seperti biasanya aku hanya terdiam menatapi langit rumah dan terus berfikir kejadian yang aku saksikan tadi di tv. Untuk kesekian kalinya pikiranku pun mulai mengganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang terus menggoda otakku.
“kenapa ideologi orang bias seekstrim itu sampai menghilangkan nyawa orang yg tidah bersalah” ujar benakku sambil terus berfikir“islam seperti apa yang mereka pelajari?”.dan sampai pertanyaan yang ekstrim pun telintas dipikiranku “kenapa Tuhan harus menciptakan manusia padahal Dia tau kalo manusia pasti akan merusak bumi ini fan meghancurkan satu sama lain?”kataku dalam hati sembari terus memandangi atap rumah.
“Astagfirullah apa yang aku pikirin sih” gumamku setelah aku tersadar.
“sebagai manusia kita ga boleh menpertanyakan ketetap tuhan” lanjut gumamku, dan aku pun langsung mengakhiri lamunan ku sebelum pikiranku jauh lebih ekstrim lagi. Waktupun sudah menunjukan pukul 14:30,dan pun teringat ada janji sama dimas untung bermain futsal. Setelah bersiap siap akupun lansgung bergegas menuju lapangan futsal. Aku pun berangkat menuju lapangan futsal, dan ayahpun mengantarku. Saat diperjalanan, dari kejauhan terlihat ada keramaian jalanan pun dibuat macet olehnya. Terlihat ada sopir angkot yang sedang beradu argumen dengan seorang pengendara sepeda motor.
“Mangkanya bawak motor pake mata dong, maen asal tabrak aje!!” tegas sopir angkot itu.
“lah situ pake belok mendadak kaga liat situasi” saut pengendara motor.
Dan jelas saja penyebab semuanya karena si sopir Angkor yang tiba tiba belok tanpa menggunakan lampu seinnya. “lah ini yang salah siapa yang marah siapa coba” aku berkata dalam benakku. Aku dan ayahku pun menalanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan aku pun bertanya kepada ayahku,
“kenapa ya yah, kok orang susah banget ngakuin kesalahannya?” tanyaku.
“padahalkan udah jelas jelas si sopir yang salah, tapi kok dia yg ngotot tetap ngebela dirinya?”
Ayahku ku pun tersenyum mendengar mendengar pertanyaanku.
“yahh gitu, mana ada sih orang yang mau disalahi” jawab ayahku.
“tapi kan yah, dengan mereka bersikap seperti itu, mereka malah akan memepermalukan diri mereka sendiri?” lanjutku.
“Hahahaahaa” Ayahkupun hanya tertawa mendengar ocehanku yang terus bertanya dengan raut wajah yang kebingungan.
Akupun tiba di lapangan futsal dan teman temanku sudah terlihat bersiap-siap untuk bertanding. Aku langsung bergegas memakai sepatuku dan memasuki lapangan. Pertandingan berlangsung sengit, kejar kejaran skor pun terjadi, sampai suatu ketika salah satu temanku tidak sengaja mencederai Dito salah satu pemain lawan. Dito tu meringis kesakitan terlihat banyak darah yang keluar dari kepalanya. “AAAAAAHHHHHHHHH!!” teriak Dito sambil memegangi kepalanya yang sudah dipenuhi banyak darah.
“cepatt cari kain untuk menutpi kepalanya” teriak Dimas.
“langsung bawak ke RS aja mas darahnya udah banyak banget tu ntar kenapa-napa lagi” sautku kepada Dimas.
“yaudah buruan ambil motor lu git” kata Dimas menyuruh sigit buat segera mengambil motornya. Sigit pun segera menuju parkiran buat mengambil motonya dan Dito pun segera dibawa ke RS ditemani Dimas. Tampak raut wajah cemas dari Roby. Dia tampak merasa sangat bersalah karena telah mencederai Dito. Aku pun langsung menghampiri Roby, “udah Rob gpp namanya juga ga sengaja kan” kataku menenangkan Roby.
“tapi darahnya banyak gitu, gua takut dia kenapa-napa” ujar roby sambil memegangi kepalanya.
“udahlah gpp doain aja biar dia baik-baik aja rob” sabungku kepada roby. Kami pun langsung bergegas menuju RS menyusul Dimas dan Sigit untuk melihat keadaan Dito.Disana terlihat ibu Dito sudah berada disana karena Dimas yang memberitahunya.
“Ini kenapa Dito bisa kaya gini sih” tanya ibunya Dito.
“hmm gini bu, tadi kami lagi main futsal, terus ga sengaja Dito kena teckle sampe jatuh terus kepalanya kebentur” jelas Dimas kepada ibunya Dito. “lain kali kalo maen itu hati-hati, lihat ni kepala dito sampe harus dijahit gini” kata ibu Dito dengan nada sedikit kesal.
“iya bu kami minta maaf, karena kami kurang hati-hati mainya tadi” lanjut Dimas sambil menundukkan kepalanya. Kami pun langsung bergegas meninggalkan RS. Karna tidak membawa kendaraan aku pun terpaksa menunggu angkot untuk pulang kerumah. Saat sedang menunggu angkot, sigit pun datang menghampiriku.
“lu mau balik kan Bob?” tanya sigit kepadaku.
“iya ni git gua mau balik. Ini lg nungguin angkot” kataku kepada sigit.
“yaudah sini bareng gua aja” ajak sigit menawariku untuk pulang bareng dia.
“Eh seriusan ini lu mau ngangterin gua balik?” kataku kepada sigit.
“kenapa lug a mau? Yaudah gua balik ni” canda sigit sambil tertawa.
“yahh maul ah, orang nebeng gratis siapi sih yang ga mau Haha”
Aku dan sigit pun langsung bergegas pulang kerumah.
Sesampainya dirumah aku langsung bergegas membersihkan diri sehabis bermain futsal tadi. Aku benar benar merasah Lelah untuk hari ini. Entah kenapa aku merasa seperti banyak melakukan pekerjaan berat hari ini. Padahal aku hanya pergi kesekolah dan bermain futsal saja. Akupun langsung merebahkan badanku di atas Kasur. Mataku pun terasa sangat berat seperti mengangkat beban berkilo-kilo beratnya. Suara gemuruh petir pun mulai terdengar, hari semakin gelap. Tak lama kemudian hujan pun turun, semakin membuat tubuh ini terasa nyaman. Suara hujan bagaikan nyanyian merdu yang bernyayi di samping telingaku. Akupun mulai terlelap dalam tidurku, melepas semua penat yang telah terjadi sedari tadi. Selang beberapa waktu , ada yang menyenggol tanganku, aku pun terbangun ternyata ibuku membangunkan ku karena hari sudah magrib. “bangun bob udah magrib ni”kata ibuku sambil memegang tanganku.
“iya buk 5 menit lagi” sautku.
“udah adzan itun ga baik loh tidur magrib-magrib gini” seru ibukku yang terus membanguniku.
“masih ngantuk banget bu” kataku sambil tetap memejamkan mataku.
“giliran minta rezeki sama Allah aja maunya cepet, tapi waktu ada panggilan adzan buat soal malah ntar-ntar” canda ibuku.
Mendegar ucapannya itu aku pun langsung segera bangun dari tidur ku sembari berkata keibuku “ibu mah gitu, kalo ngomong suka bener” jawabku sambil tersenyum. Tiba-tiba terbesit dalam benakku sebuah pertanyaan yang benar-benar bodoh tapi entah kenapa aku sangat ingin menanyakannya ke ibuku.
“buk, kenapa sih Allah harus captain manusia” Tanyaku.
“loh kok nanyanya gitu” saut ibuku sambil menunjukan wajah bingungnya.
“yaa bingung aja kenapa Allah harus menciptakan manusia sementara Dia tau manusia pasti akan membuat kerusakan di bumi”tanyaku dengan raut wajah yang serius.
“Allah menciptakan manusia supaya manusia beribadah kepada-Nya” jawab ibuku.
“bukannya Tuhan itu udah Maha Segalanya, tanpa manusia pun Dia bias melakukan apapun” kataku dengan wajah serius.
Ibuku pun hanya tersenyum melihat pertanyaanku yang benar-benar gila ini. Dan dia pun menjawab, “kamu tau rukun iman yang pertama ga bob?” tanya ibuku.
“yaa tau dong bu, iman ke pada Allah kan” tegaskun kepadanya.
“itu kamu tau haha” ibuku menjawab sembari tertawa kecil.
“lah terus maksudnya apa buk?” aku tetap bertanya kepada ibuku.
“berarti kamu belum tau rukun iman dong”jelas ibuku kembali.
Dan dia pun menambahkan “kamu harus pahami dulu apa maksud dari rukun iman itu”. Aku pun tetap tidak mengerti apa maksud yang dikatakan ibuku.
“jika kita beriman kepada Allah kita ga boleh mempertanyakan apapun ketetapan yang udah Allah buat. Jika Allah ingin menciptakan manusia ya itu udah ketetapannya. Kita ga boleh mempertanyakannya. Karna ketahuilah Allah tau apa yang tidak kamu ketahui. Dan Allah jauh lebih tau apa yang paling baik untuk Hamba-Nya”Aku pun terdiam mendengar kata-kata ibuku. “yaudah sekarang kamu mandi dulu gih terus langsung shalat” kata ibuku sembari keluar dari kamarku.
Dan aku pun bergegas untuk menjalankan shalat magrib.

========================================================================

“Dia, Mobile Legend, & Aku”
(IBD : SUCI ANGRAINI – 171420199)

Show Content »

“Aku bingung mau kasih judul cerita ini apa. Cerita aku dan kamu atau cerita kita dan games. Oh ya, aku ditemanin dengan banyaknya semut merah saat membuat cerita ini. Oh noooo!!!” ucapku.
Aku mahasiswi semester 4. Jurusan Ilmu Komputer, Prodi Teknik Informatika. Aku akan sedikit bercerita tentang yaa, sesuatu yang membuat para Perempuan sering kali kesal kepada kekasihnya. Well, semua perempuan mungkin sudah sering mendengar kalimat ini “Doubel Kill, Tripel Kill, Meniac, Savage!!” yah, atau kalian juga bermain game ini. Kebanyakan perempuan kesal ditinggal kekasihnya hanya untuk bermain Mobile Legend, permainan legendaris yang katanya berhadiah Milyaran, wow.
Kalo aku sih baik-baik aja. Gimana nggak, dia mainnya disebelah aku. Kalo lagi bisa mainnya tangan satu, yang satunya lagi di pake buat ngelus-ngelus kepala atau tangan aku. Lucu, kan?
“Gak dong, kalo aku mau main atau pergi pasti aku bilang dulu sm kamu.” Ujarnya beberapa minggu yang lalu. Ntah itu diucapinnya ketika otak nya lagi waras atau karena ingin membuatku bahagia saat itu saja.
“Bener ya? Awas kamu nggak.” Jawabku.
“Iya bener.” Jawabnya sambil menatap ku.
Aku seneng liat dia bisa Memprioritaskan dua-duanya, antara Aku dan Mobile Legend. Aku juga suka liat dia serius main. Pernah aku bertanya gimana cara main Mobile Legend, dan dia dengan lancar nya menjelaskan dari mulai memilih Hero untuk pemain awal, memilih Spell apa yang harus di ganti, menjelaskan fungsi-fungsi skill yang harus di keluarkan pada saat membunuh Monster hutan, skill yang harus di pake buat menyerang Musuh, Skill yang di pake buat ngehancurin turrent dan skill-skill lainnya yang tak aku mengerti.
“Udah, kalo darah punya kamu udah gini klik yang ini buat ngisi darah. Atau klik recall buat kembali ke stage awal. Tapi jangan sampe keliatan musuh kalo keliatan nanti kamu di kejer terus di bunuh, mati deh. Hahaha” ujarnya “Kalo pake recall usahain jauh dari musuh atau ngumpet di rumput-rumput yang ada deh.” lanjutnya, dengan menoleh ke arah ku. Tap tap tap, dor. Aku ketahuan.
“Dari tadi kamu gak liat, aku main & jelasin?” ucapan selanjutnya.
Aku tersenyum lama, sangat lama. Dan perlahan menggelengkan kepalaku, memberi tanda bahwa aku memang tidak mendengarkan dengan jelas saat dia menjelaskan tadi.
“Aku dengar dengan jelas saat pemilihan Hero dan loading.” Ucapku
“Hanya itu yang kamu denger? Atau jangan-jangan kamu emang dari awal gak denger?” ujarnya sambil menyenggol hidungku & dan aku tersenyum malu. “Hah, bener kan emng dari awal kamu gak denger.” Lanjutnya dengan menatap mataku & dengan tawa nya yang begitu khas diingatanku selalu.
“Hahaha, gak beneran aku denger segitu doang. Tapi setelah aku melihat ke arah kamu yang serius banget mainnya, itu lebih membuat aku tertarik untuk lebih memandanginnya.” Jawabku dengan cepat agar membuat suasana semangkin memungkinkan untuk tertawa. Hahaha. Dan dia melanjutkan permainan, aku tetap saja menatapnya dengan dalam.
“Liat ke sini jangan liat ke muka aku terus” ucapnya yang membuat aku semakin tertawa. Dia kembali menjalaskan nya, dengan canda dan tawa.
“Hebat.” Ucapku dalam hati. Hero yang sering dia gunakan Fanny, Harley.
Wah, aku sampai hafal nama hero di dalam Mobile Legend. Kali ini aku mendengarkan sampai dia mendapakan Victory. Tapi, sama saja untukku mendengarkan atau tidak nya aku tetap tidak mengerti permainan semacam apa itu. Setiap kali mencoba bermain serius pasti selalu cepet habis darah dan tiba-tiba udah mati aja haha. Ya ya ya, aku mengaku. Aku salah satu perempuan yang ada permainan Mobile Legend.
Aku seneng dia selalu tau waktu main dan waktu buat quality time. Kalo ada aku terus dia diajak main sama temen-temen, dia bingung buat milih. Kadang aku sengaja buat duduk disana lama, nahan asep rokok, biar dia gak bingung milih dan nerima tawaran temen-temennya buat main.
“Aku gapapa ya, main bentar?” tanyanya kepadaku.
“Yaudah, gapapa.” Jawabku sambil tersenyum.
Temennya mau main ke rumah, dia malah kasih kunci rumah buat mereka & milih buat bareng aku.
“Gapapa kalo mau main.” Ucapku.
“Aku mau bareng kamu aja.” Jawabnya.
“Terus temen kamu mau kerumah,gimana?” tanyaku.
“Kunci rumah udah aku kasih sm mereka.” Ujarnya.
Belum sempat aku berbicara dia sudah mulai berbicara lagi. “Mereka gak butuh aku dirumah, butuhnya tempet main dan wifi aja.” Jawabnya dengan mencoba membuat aku yakin.
Walaupun begitu, bukan berarti aku gak pernah marah sama dia. Aku juga kasihan sama Mobile Legend, kebanyakan perempuan kesal sama dia. Tapi banyak juga yang seneng & bisa memainkannya.
Aku berpamitan untuk pulang kepada mereka, teman-teman kami lebih tepatnya. Merekapun pulang, tapi bukan pulang ke rumah masing-masing. Pulang ke rumah dia, kekasihku.Sudah pasti bakal main Mobile Legend sampai subuh nanti.
Setelah aku sampai dirumah, aku memberi kabar untuknya.
“Aku baru sampai rumah.” Ucapku melalui pesan singkat whatsapp. Karena perutku terasa sakit dan kepalaku pusing, aku keluar kamar untuk makan. Karena tadi belum sempat untuk makan. Beberapa menit kemudian ponselku berbunyi, kulihat.
“Alhamdulillah. Yaudah, makan dulu terus istirahat ya.” Ujarnya.
“Kamu makan juga?” balasku cepat. Dan benar saja tak lama aku mengirim pesan itu dia sudah tidak online whatsapp lagi. Dan aku melanjukan makan. Ponselku berbunyi lagi, tapi kali ini bukan pesan dari nya. Pesan di grup. Tak lama kemudian pesan darinya.
“Belum, bingung mau makan apa.” Balasnya. Sebelum dia selesai mengetik aku buru-buru untuk membalas pesan yang telah dikirim nya tadi.
“Makan apa aja.” Balasku.
“Kamu udah makan?” lanjutan pesannya.
“Udah mau selesai. Kamu makan dulu, nanti mainnya.” Ucapku.
“Iya bentar lagi aku makan, aku boleh izin gak?” balasannya.
Ini saat-saat yang buat semua Perempuan kesel sama Mobile Legend, kalo aku sih iya. Kadang aku mikir yang salah itu game nya atau orang nya? Kalo gamenya di hapus mungkin gak bakal gini. Tapi masih banyak game lain. Gak ada mobile legend, permainan lain ada.
“Makan dulu baru main.” Balasku.
“Bingung mau makan apa tapi.” Balasnya singkat. “Yaudah aku beli nasi goreng dulu ya.” Pesannya lagi.
“Iya, jangan lupa di fotoin. Kalo mau makan.” Balasku.Ooohhhh, Mobile Legend!!! Kau membuat suasana hatiku tambah tak enak. Kupikir hanya aku yang merasakan ini, tapi ternyata tidak.
70 dari 100 perempuan disini pasti merasakannya. 20 menit kemudian masih belum ada kabar, aku selalu berpikir positif.
“Bukan. Bukan. Bukan mobile legend. Dia lagi beli nasi goreng. Walaupun deket tempat jualannya. Mungkin lagi rame. Atau bisa jadi tempat biasa dia beli lagi tututp jadi cari di tempat lain.” Ucapku dalam hati.
35 menit berlalu dan kemudian ada kiriman pesan foto nasi goreng yang aku terima.
“Baru sampe rumah. Aku makan dulu yaa.” Pesannya di bawah foto.
“Wah ada hati ayam. Jangan mikirin aku kalo lagi makan ya.” Balasku.
“Kenapa emang kalo mikirin kamu?” tanyanya.
“Nanti kamu makan hati aku bukan hati ayamnya haha.” Candaku.
“Waw.” Jawabnya.
“Udah segitu doang? Krik krik krik, udah makan sana.” Ujarku.
Sambil menunggu dia makan, aku membuka game. Mobile Legend. Buka aja, buat ngambil hadiahnya. Bukan main yaa, gaktau beberapa detik nanti kalo tergoda ya aku main hahaha. Sekalian liat akun dia, ternyata online 20 menit yang lalu. Sebelum beli nasi goreng ternyata main dulu. Terus aku liat history permainannya “Kalah” mampus kan main rank kalah, main lagi aja pasti kalah lagi hahaha. Kok gatel tiba-tiba, rasa pengen nyoba main juga. “Ayo main aja, pasti kamu menang kalo main sekarang” setan mulai berbisik di telingaku. “Kebetulan dia lagi makan juga,yaudah main aja” terasa berbisik halus haha, akhirnya aku tergoda untuk bermain mobile legend. Lah kok? Haha, bodo amat dah.
“Kamu lagi ngapain? Udah makan nya kan?” ucapnya membalas pesanku.
Aduh. Baru juga milih hero udah bales aja.
“Lagi guling, terus liat ML. Udah dari tadi aku selesai makannya.” Balasku.
Balik ke permainan. Beberapa menit aku main, belum ada balasan darinya. Hero ku sdh mati 2 kali juga blm ada balasan pesan. Permainan sudah selesai baru ada balasan .
“Syukur udah selesai permainannya.” Ungkap ku dalam hati.
“Loh kamu main? Aku baru udah makan nih.” Balasnya.
“Udah selesai kok.” Balasku.
“Aku boleh izin?” pesan singkatnya.
Cepat aku membalas “Yaudah gakpapa kalo mau main.”
“Emang tau aku mau izin apa?” ucapnya cepat membalas. “Aku bukan main main” lanjut pesannya “emang boleh aku main?” lanjut pesannya lagi.
“Kalo aku bilang gak boleh juga pasti kamu tetep main kan?” balasku.
“Jadi boleh aku main?” ujarnya singkat.
Dikasih pertanyaan aku bilang gak boleh juga pasti kamu main, malah balik nanya jadi boleh aku main. Laki-laki itu gak tau ya kalo perempuannya udah bilang gitu berarti dia minta pengakuan iya emnag kadang aku main gak izin dulu sama kamu atau apalah gitu. Oh mobile legend, kenapa kau harus ada diantara aku dan dia. Aha, aku sudah menemukan judul untuk cerita ini.
“Yaudah main sana.”balasku singkat, dan lama.
“makasiiih ya.” Jawabnya.
“oke. Yaudah kalo mau main sana.” Balasku.
Masih di temanin dengan semut merah. Sambil nungguin dia main, aku buka galeri di hp. Buka foto-foto awal kuliah, moment kumpul bareng, jalan-jalan bareng, nongkrong bareng, dan yaa sambil membuat tugas ini.
Kadang aku bayangin, gimana aku nanti setelah lulus, setelah nikah, punya anak, harus ngurusin kerjaan di kantor (aamiin, insyaallah) dan kerjaan rumah. Aku bisa gak ya, kaya mama. Yang bisa bagi waktu, bisa ngurusin keperluan aku sekolah, belum lagi adik-adik aku yang masih sekolah juga. Nyiapin sarapan pagi kami, belum lagi nyiapin buat bekal kami kesekolah. Karena kami tipe orang yang makannya pemilih. Gak mau ini itu, kalo gak ada makanan yang ngebuat tertarik yaudah gak makan. Saat mama mulai ngeluh ngeliat tingkah kami, aku sadar saat itu pasti mama emang bener-bener capek.
Dreeet dreeeet, getaran ponsel membuat lamunan ku buyar. Balasan pesan darinya. Sudah 1 jam 20 menit dia bermain game. Dan selama itu juga aku memikirkan masa depan? Hahaha.
“Udah aku mainnya. Kamu lagi ngapain? Udah tidur?” isi pesan singkatnya yang langsung aku baca setelah dia mengirimkan pesan itu.
“Belum, aku belum tidur. Lagi ngelamun haha.” Kataku
“Ngelamunin apa?” tanyanya.
“Masa depan.” Jawabku.
“Wah, Ada aku gak di lamunan masa depan kamu?” Pesan pertama terkirim lalu dia mengetik kembali, aku menunggu pesan selanjutnya “Aku jadi Ayah yang baik pasti ya di sana.” pesan ke dua terkim tp dia masih mengetik pesan selanjutnya “Nanti, aku cerita sama anak-anak. Kalo mereka beruntung bisa dapet ibu seperti kamu dan ayah yang cakep seperti aku. Biar mereka cerita sama semua orang kalo mereka punya ayah dan ibu yang hebat.” pesan ke tiga sudah aku terima. Aku tersenyum membacanya, tapi sedikit menggelitik di telinga saat membaca kaliamat “ayah yang cakep”.
“Ada kamu kok. Tapi, aku ngebayangin kamu lagi ngapain biarin aku aja yang tau. Kamu cukup bilang aamiin.” Ujarku.
Beberapa saat aku mengirim pesan itu, dia langsung membacanya.
“Aamiin. Kamu belum mau tidur?” Balasnya.
“Belum. Kenapa? Kamu mau main lagi? Gak perlu nunggu aku tidur kok, kalo mau main yaudah main aja.” Jawabku.
“Kamu marah ya? Karena aku mainnya lama?” tanyanya. Dan aku pun langsung membalasnya.
“Nggak kok. Aku gak marah, Cuma kesel aja.” Jawabku.
“Artinya sama kan?” balasnya. Ia masih mengetik.
“Aku tau kamu marah karena aku main. Aku minta maaf, sebenernya aku gak mau main tadi. Tapi karena kamu yang nyuruh,yaudah aku main.” lanjutnya.
“Aku gakpapa kalo kamu main. Aku malahan seneng, kalo kamu ngisi waktu kosong kamu dengan hal-hal positif. Main game tapi jangn lupa waktu. Liat ini jam berapa? Udah malem, besok kamu bangun siang.” Jawabku.
“Maaf, aku selalu buat kamu kesel ya.” Jawabnya.
“Soon, kamu gak bakal gini. I believe.” Balasku.
“Thank you for always being with me.” Jawabnya.
Akhirnya, masih di temanin semut merah. Buat perempuan yang pernah kesel, marah atau apapun sama pasangannya. Karena kebanyakan di duain sama mobile legend. Cobalah buat ngertiin mereka, bukan Cuma kalian kok. Aku juga perlahan belajar buat ngerti, walaupun masih banyak keselnya. Ketahuilah, mereka juga butuh hiburan dan hiburan mereka ya itu main game. Selamat mobile legend, kamu menang di hati para lelaki-lelaki. Layla, Miya, Lesley, Anabi, tembakan panah kalian sungguh tepat sasaran. Harley Mage kamu sungguh luar biasa, membuat lelaki dan perempuan lupa akan semuanya. Fanny kabel yang sering kau gunakan untuk bergantung mampu menggangtungkan perasaan para perempuan hahaha. Yaaah intinya itu, Allah memberi ujian melalui mobile legend agar kita selalu belajar ikhlas dan perbanyak sabar.

========================================================================

 

“Harapan Hati”
(IBD : Arie Nardu – 16142006P)

Show Content »

Harapan ini hadir karenamu. Harapan yang jauh dari kenyataan.
Harapan yang hanya khayalan dan mimpi belaka.
Harapan untuk bisa bersamamu entah kapankah itu.
Aku lancang ya? Telah masuk ke hatimu tanpa sepengetahuanmu. Telah masuk ke hatimu tanpa berpikir dulu apakah di hatimu itu cuma ada kamu seorang diri atau ternyata sudah dipenuhi dengan sesuatu hal yang sudah menjadi milikmu. Aku tak peduli apapun itu, intinya aku terus masuk menelusuri hatimu itu.
Dan ternyata hati itu kosong!!
Hati itu ibarat ruangan kosong yang sangat besar. Aku berjalan menelusuri itu tanpa tau ujungnya di mana. Dan aku pun tak melihat si inti hatinya. Dimana dia? aku sudah ada di hatinya, tapi mengapa aku tidak bisa menemukannya? Apakah dia bersembunyi di suatu ruangan yang lain? Aku terus mencari si inti hatinya. Berputar kesana ke sini aku mencarinya hingga aku pun lelah dan ingin keluar dari hatinya. Tapi saat aku ingin keluar dari ruangan itu, entah kenapa aku jadi lupa arah mana yang harus kulalui agar aku bisa keluar.
Aku tak bisa!!
Aku tak dapat keluar!!
Aku terjebak!!!
Ya, aku terjebak akan parasnya itu.
Di tengah hatimu itu aku tersesat, sunyi kurasa, sepi kurasa. Aku ingin keluar!!! Prakk!! Sebongkah batu terlempar dari tanganku.
“Aduh” ucap seseorang di ujung sana. Aku berjalan menghampirinya.
“Kamu siapa?” Ucapnya kebingungan.
Aku hanya terdiam dan menatapnya tanpa berkedip sedikit pun.
“Apakah ia pemilik hatimu itu?” Aku bergumam dalam hati.
“Hei, aku bintang. Kamu siapa?” Ucapnya lagi sambil menjulurkan tangannya.
“Bintang? Emm nama yang sangat indah. Apakah ia bisa bersinar macam bintang?” aku masih terdiam.
“Hei??” Ucapnya lagi sambil menepuk pundakku.
“Ah, iya. emm aku hani” jawabku sambil menyambut tangannya itu.
Dan rupanya dia sama tersesat sepertiku. Dia juga sedang mencari si inti hati itu. Dia baru saja datang 2 hari yang lalu. Dia juga mencari hati itu. Aku pun juga tengah mencari hati itu. Tapi, Aku yang lebih dulu datang daripadanya.
“Emm, syukurlah ternyata dia bukan pemilik hatimu itu” aku tersenyum lega.
Aku dan dia terus berjalan, awalnya aku dan dia berbicara ini itu, bercerita banyak hal, sampai saat aku mengatakan bahwa aku mencintaimu dan rupanya dia pun juga mencintaimu. Seketika suasana pun hening kembali. Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutku maupun dia. Aku dan dia terus berjalan di dalam kesunyian. Hanya bunyi langkah kaki aku dan dia yang dapat memecahkan kesunyian itu.
Ada suatu ruangan yang membuat aku dan dia penasaran. Ruangan itu tertutup rapat oleh pintu yang terkunci.
“Mungkin si hati itu ada di sana, yuk ke sana!” Aku memecahkan kesunyian dan menarik tangan dia dan berlari menuju kesana.
“Dikunci!” Kata dia frustasi.
Ya, memang pintu itu terkunci.
“Tapi, lihat itu! ada 1 lubang kecil” aku berkata dengan penuh rasa penasaran.
Dia pun langsung jongkok dan mengintip ruangan itu. Cukup lama dia terdiam di situ. Air matanya mulai menggenangi pelupuk matanya dan Tak lama dari itu dia pun langsung berlari sambil berteriak menangis tersedu sedu. Kulihat dirinya yang semakin menjauh dan tak terlihat lagi.
Aku pun penasaran, dan aku pun mulai jongkok. Terlihat jelas sesosok lelaki yang sedang melihat ke arah luar. Dan benar, itu adalah si inti hati kamu! Sesosok itu sedang melihat seorang wanita yang tengah bernyanyi di luar hatimu itu.
“Emm, jadi ini yang membuat si dia menangis dan berlari” aku berkata sambil menahan sesuatu.
“Gak, aku gak boleh nangis karena hal itu, aku gak boleh pergi meninggalkanmu hanya karena hal itu.”
Sudah cukup jauh dan cukup lama aku mencari inti hatimu itu. Dan sekarang saat aku telah menemukannya aku gak boleh pergi menjauhimu begitu saja.
Biarkan saja aku di sini, ya tepat di depan pintu inti hatimu yang terkunci rapat itu. Hanya sebuah lubang kecil yang terbuka untukku, dan dari situlah aku akan memperhatikanmu tanpa kau tau. Aku juga akan menunggumu mengetahui bahwa ada aku di depan pintu inti hatimu itu. Dan aku juga akan tetap berharap padamu, meski ku tau kau mengharapkan seseorang yang di luar sana.

 

========================================================================

 

“Perjalanan Hidupku”
(IBD :Eka Budi Prasetya 171420112)

Show Content »

Baik lah perkenalkan nama eka budi prasetya nama panggilan saya pras dan kalau didunia kerja biasa dipanggil eka, saya lahir pada tanggal 03-07-1998 didesa M.jaya,saya dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan dan saya lulusan dari SMA N 2 BABAT TOMAN jurusan Ipa pada angkatan 2016.
Pada bulan 4 2016 selesai ujian nasional berakhir tidak tahu tanggal berapa saya dan 4 teman yang bernama viki,mitra,astra,yang satu saya lupa siapa namany yaitu kami berasal dari satu kecamatan disuatu hari kami pergi kekota sekayu dengan mengendarai kendaraan mobil, mendaftarkan calon anggota polri dengan jabatan brigadir disebuah warnet secara online berhasil mendaftar secara online dan kami pun mendapatkan nomor tes masing-masing selesainya mendaftar kami pun menuju kantor porles untuk melihat pengumuman persyaratan berkas tes satu dari teman saya yang bernama astra menemui seorang panitia seleksi dikantor yang namanya kambag sumda. Teman saya yang bernama astra akhirnya keluar dari kantor kambag sumda dengan wajah kekecewaan, saya dari 3 teman saya menghampiri astra dengan menanyakan permasalahnya ada apa ya astra dengan kamu ujar kami?
“ astra pun menjawab dengan suara kekecewaan….saya tidak bisa ikut tes polisi kawan”?
Kenapa ya astra tolong jelasin kekami?…
“astra pun menjawab karena factor usia saya yang melebihi batas prosedur dari tes seleksi,semangat terus ya kawan semoga berhasil kata si astra”?
“ya astra, yang sabar ya jangan putus asa walaupun kamu gagal disini dikemudian hari mungkin berhasil dimana aja,ujar kami’Akhirnya kami ber lima masuk kendaraan mobil berjalan menuju pulang mengantarkan astra kerumahnya didesa babat.selanjutnya kami pun pulang kerumah masing-masing saya diantarkan oleh viki kerumah, mengucapkan kepada viki,
“ terimah kasih ya viki kata perkataan saya?
“ya sama-sama pras jawab viki,kami berempat pun berpisah untuk mempersiapkan berkas-berkas. Saya langsung masuk kerumah ibu saya pun menanya,
“gimana pras pendaftaran selesai ujar ibu saya?”
“udah selesai bu pendaftarannya,jawab saya.” Saya pun merpersiapkan berkas-berkas yang diperlukan.
Keesok harinya saya bangun pagi mandi berpakaian langsung mengendarai sepeda motor dengan semangatnya menuju ke SMA untuk memintakan kepada kepala sekolah saya surat ket bukti selesainya UN dan surat ket ijazah sementara, kepala sekolah pun memberi surat ket yang dan dilegalisir olehny,
“terimah kasih ya pak?,ujarku
“ya sama-sama nak,yang semangat dan bedoa terus semoga berhasil tes dari kataan kepela sekolah saya?
“Ya pak,keluarnya suara dari mulut saya yang senang sekali”.
selanjutnya saya langsung pamit untuk menuju kantor lurah yang tidak jauh dari sekolahan untuk meminta surat ket dari pak lurah,surat ket pak lurah dan dilegalisir dibuat oleh sekretariat dan diberikan kepada saya,saya pun mengasih uang kepada sekretarian dengan sejumlah uang 25 ribu itu atas terimah kasihny kepada secretariat yang membuat surat ket pak lurah, selesai itu saya lanjut lagi pergi kekantor polsek yang tidak jauh dari desa saya, sesampainy saya dikantor polsek babat,saya ditanyain oleh seorang pak polisi.
“Ada yang saya bisa bantu nak?
“maaf ini pak saya mau buat surat pengantar untuk pembuatan skck,ujarku? lalu polisi itu mengasih arah tempat ruangan pembuatan surat pengantar untuk pembuatan skck,
“oooo,disana yang sebelah kiri nak ruangannya,ujar pak polisi?
“terimah kasih ya pak ujar saya?..ya sama nak!
Saya langsung masuk keruangan pembuatan surat pengantar,
“ tok,,,tok,,,tok,,tok, permisi selamat siang buk maaf mengganggu waktu ibu sebentar uajrku? “iya gpp ada yang saya bisa bantu ujar polwan!,,,
“ini bu saya minta bantu buatin surat pengantar untuk pembuatan skck,kataku”,bisakan buk?
“iya bisa nak,tunggu sebentar ya silahkan duduk dikursi disana ya? Kelang beberapa menit surat pengantar yang dibuat oleh buk polwan akhirnya selesai juga,
“ini nak suratnya,kata buk polwan,?
“iya berapa ya buk biaya pembuat suratnya,ujar ku?
“35 ribu aja nak,ujar polwan,? Saya pun mengeluarkan uang sejumlah 35 ribu
“ini buk uangnya terimah kasih ya buk?ujarku,
“ya sama-sama nak?
setelah beberapa menit saya keluar dari kantor polsek dan saya begegas untuk lanjut pembuatan surat ket belum menikah dikantor KUA didesa kasmaran yang tidak jauh dari desa babat toman kelang beberapa menit saya pun sampai dikantor KUA dan langsung masuk keruangan tempet pembuatan surat ket belum menikah,
“ assalamu’alaikum permisi ibu,ujar ku?
“iya ada yang bisa ibu bantu,ujar ibu pembuatan surat?,
“ooohhh iya bu ini saya mau minta buatin surat ket belum menikah sekalian dilegalisir bisa kan ya bu,ujar saya?
“iya bisa,,silahkan tunggu diluar ya?kata ibu
“iya bu?, Gak lama kelang berapa menit akhirnya surat saya selesai dibuat
“eka budi,suara yang keluar dari mulut ibu pembuat surat?
“ iya ibu?,
“ini suratnya udah selesai?kata ibu.
“berapa ya bu biaya pembuatannya?
“35 ribu aja dek?
“Ini bu uangnya terimah kasih ya bu?
“ iya sama-sama dek?,dan berbagai surat dari kelurahan pokoknya banyak berkas-berkas yang dibutuhkan untuk seleksi yang tidak bisa disebutkan satu persatu,akhirnya selesai berkas saya.
Pada tanggal sekian bulan 4 2016 saya mengendarai sepeda menuju kekantor polres pengumpulan berkas dan ukur tinggi beserta berat badan,akhirnya saya dengan bahagia diterima untuk lanjut pemeriksaan fisik. Beberpa menit pun saya pulang dengan hati yang senang. Keesok harinya saya didampingi mamak saya datang lagi kekantor polres untuk memperiksaan fisik, kami pun dikumpulkan ditengah lapangan dengan terik panasnya matahari tanpa menggunakan pakaian kecuali celana putih pendek disitu lah tidak ada kata malu berakhirnya pemeriksaan fisik selanjut langsung diumumkan hasil pemeriksaan fisik. Alhamdullilah akhirnya saya pun bisa ikut seleksi dikota Palembang.
di hari besoknya kami sekeluarga pergi kekota Palembang sesampai dikota kami pun menginap disebuah rumah mba didaerah pakjo,keesok paginya saya dengan didampingi kedua orang tua menuju tempat lokasi tes dilemabang. Sesampai dilemabang saya serta seluruh calon anggota polri berkumpul dilapangan kebanggaan yaitu lapangan valkri untuk mendengar pengarahan dari panitia untuk alur seleksi. Disana lah saya bisa mendapatkan teman baru.Keesok pagi tiba-tiba dak…dik…duk..jantungku tak karuan dengan hati kecemasan menuju tahap pertama seleksi yaitu seleksi administrasi,selanjutnya no urutan saya pun dipanggil untuk pemeriksaan berkas-berkas. Sekitar jam 8 mlm segera diumumkan hasilnya dan rasa cemas pun ada didalam benakku dalam hati selalu berdoa,Alhamdulillah akhirnya pun saya bisa lanjut ketahap 2.
Saya langsung tembak saja pada tanggal 23-04-2016 giliran polres kami yang tes pada tahap ke 2 yaitu tahap pemeriksaan kesehatan 1 kami,pemeriksaan pun berjalan lancer dengan tanpa hambatan yang menghalangkan,tapi tiba saat pengumuman berlangsung nama-nama yang tidak bisa lanjut ketahap berikutnya sampai-sampai nama saya pun disebut oleh panitia akhirnya saya dijatuhkan gagal dalam tahap kesehatan ini karena kaki saya berbentuk huruf x,tapi dalam hati saya,saya lihat kaki saya diada berbentuk huruf x dan saya melihat teman saya yang lulus untuk melanjut tahap selanjutnya ada yang lebih parah dari aku yaitu mengalami sedikit gelaja varises kenapa dia bisa lulus ya,ujarku,pasti teman saya itu ada orang dalam ini nama tidak ada Keadilan yang gejala lebih dari saya bisa lulus dalam hati saya.
Keeseok harinya akhirnya saya pulang dengan hati yang kecewa ibu saya pun menanya kenapa cemberut kayak gitu nak…ini bu ada teman saya yang lebih parah dari gejala dia bisa lulus untuk melanjutkan tahap selanjutnya ini pasti tidak ada keadilan mentang lah teman saya ada orang dalam disana bu..kataku,,,ya udah ini juga kan bukan nasib kamu menjadi seorang anggota polri,mungkin kamu berhasil dikemudian hari nanti entah menjadi seorang pengusaha yang sukses dengan bisnismu,,,ujar ibu. Berbulan-bulan pun saya cuman makan tidur sorenya jalan-jalan sama teman didesa.akhirnya saya pun memutuskan untuk kuliah,saya mendaftar secara online di perguruan tinggi universitas swasta yaitu universitas bina darma dikota Palembang, singkat cerita di saat itu juga aku memutuskan untuk hidup jauh dari orang tua, jauh dari keluarga,dan juga jauh dari sanak saudara.Jujur awalnya emang berat bahkan tidak pernah terfikir sebelumnya untuk hidup jauh dari orang tua,semua serba sendiri,masak sendiri,makan sendiri,cuci baju sendiri,pokoknya semua sendiri,kalau tidak usaha gerak sandiri tidak akan bisa makan.karena juga sebelumnya tidak pernah hidup jauh dari orang tua,semua serba disediakan oleh orang tua,jadi belum terbiasa hidup serba sendiri.
Satu bulan,duabulan,dan bulan-bulan berikutnya udah mulai terbiasa dengan itu semua walaupun belum 100 persen mandiri tapi udah ada usaha buat hidup lebih mandiri.Namun kadang-kadang masih banyak ngeluh dan kadang juga masih sering keingat ayah atau ibu menelpon,mungkin karna saya anak pertama dari dua bersaudara. Kehidupan saya di kuliah mulai dari PkA,GATHERING,character building dan ospek,banyak mengajarkan saya arti persahabatan,kekompakan,hingga mengajarkan saya arti bertanggung jawab.Ternyata yang selama ini saya bayangkan tentang kuliah rumit dan penuh dengan menumpuknya tugas terpatahkan dengan kegiatan kuliah yang saya ikuti,menyenangkan,banyak kawan,hingga banyak kakak-kakak yang bisa saya jadikan motivasi saya untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan kuliah yang saya kerjakan sekarang ini,bahkan banyak kakak-kakak yang terus memberikan sedikit ilmu yang ia ketahui untuk di bagikan kepada saya,dari masalah susahnya jauh dari orang tua,keluarga,hingga masalah kemanjaan saya yang tidak terbiasa hidup susah.
Semua itu membuat saya lebih ingin banyak belajar lagi hidup mandiri. Sejauh ini kuliah yang saya jalankan,saya lebih menyukai semester awal,karena lebih mudah dan saya lebih bisa memahami setiap mata kuliah yang di sampaikan dosen kepada mahasiswa,yah walaupun kadang terlalu banyak mahasiswa hingga kurang efektifnya dalam belajar,lokal yang ribut,mahasiswa yang banyak,hingga tidak tersampai dengan baiknya pelajaran mata kuliah yang dosen berikan,Namun saya coba lebih memahaminya dengan saya coba browsing lagi di internet hingga mencari buku-buku disebuah tokoh buku di jl jendral sudirman.
Namun saat semester dua mulai terasa lebih berat lagi mata kuliahnya,banyaknya dari tugas teori maupun tugas praktikum. tapi saya coba mengikuti apa yang dosen tunjukan untuk kebaikan setiap mahasiswa juga,agar lebih berani menampakkan keberanian setiap individunya,banyak mahasiswa yang kurang berani dalam berpendapat, lemahnya nyali mahasiswa dalam memberikan pemikiran yang ia miliki padahal setiap individu memiliki cara pandang yang berbeda-beda dalam setiap masalah yang ada dalam mata kuliah,kadang juga mereka takut di ejek terhadap teman-teman yang lain karena pendapatnya yang kurang pas atau tidak sesuai. Padahal yang mentertawakan itu belum tentu berani dan belum tentu bisa mengeluarkan pendapatnya mereka hanya bisa mentertawakan saja,ada juga sebagian dosen yang tidak mempermasalahkan masalah benar atau salahnya pendapat yang mahasiswa berikan,masalah benar atau salah nomer sekian bagi sebagian dosen asal berani berpendapat udah jauh lebih bagus ketimbang hanya datang duduk dan diam. Dalam masa kuliah yang saya jalani hingga semester dua ini,tidaklah selamanya berjalan dengan apa yang saya Harapkan. Banyak kendala yang saya hadapi,dari masalah orang tua saya yang sudah berumur,saya tidak mau jauh dari mereka saya ingin merawat mereka di masa tuanya,saya ingin merasakan lebih banyak lagi kebersamaan bersama mereka,dan saya juga berfikir ingin lebih mengutamakan Kebahagian ayah dan ibu. Namun ayah dan ibu selalu memberikan nasehat nya kepada saya bahwa beliau tidak apa-apa,”gapailah cita cita yang ingin kau gapai nak!, jangan lah hanya karena ayah dan ibu mu sudah tua semua harapan dan cita cita mu terputus di tengah jalan”ayah dan ibu ingin melihat mu menjadi sosok yang bisa ayah dan ibu banggakan kepada orang lain, selama ini mereka hanya menganggap mu sosok anak yang manja, sosok anak yang hanya terima bersih tanpa tau usaha yang ayah dan ibu mu lakukan dalam membiayai hidup mu selama ini,buktikannak pada mereka bahwa kamu bisa berubah,bahwa kamu bisa sukses, bahwa kamu bisa ayah dan ibu banggakan di hadapan mereka,5
rubah nak pandangan mereka terhadapmu jadikan ejekan mereka motivasimu untuk lebih sukses dalam mencapai setiap harapan hidup yang kamu inginkan dan ayah ibu harapkan. kata-kata itulah yang selalu membuat saya ingin buktikan pada mereka yang selama ini meremehkan saya dan ayah ibu saya,semenjak mendengar nasehat itu saya benar-benar termotivasi dan mempunya kekuatan yang besar untuk melanjutkan kuliah saya dan bisa menggapai setiap Harapan dan keinginan yang saya dan ayah ibu saya inginkan. Kekuatan yang besar adalah saat doa dan restu dari ayah dan ibu saya terTercinta berikan kepada saya menjadi sebuah cahaya untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan kuliah saya,tidak peduli pandangan buruk orang orang di luar sana yang meremehkan saya dan ayah ibu saya yang saya tau hanya lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu,bukan hanya di kampus di luar kampus pun saya akan terus belajar,belajar dan belajar karena bagi saya tidak ada usaha yang sia sia jika kita mau berusaha atau pun selalu berdoa agar setiap langkah pendidikan yang kita jalani bukan hanya mendapat ridho dari ayah dan ibu saya saja harus bisa mendapat ridho dari allah swt.
Oleh karena itu insya allah jalan yang saya jalani tidak akan sia sia apalagi dengan usaha dan ridho dari ayah dan ibu saya mudah-mudahan usaha saya itu lancar untuk kapanpun,karena menurut saa tidak ada usaha yang sia-sia yang ada hanya kegagalan bagi orang orang yang tidak mau usaha dan hanya berdiam diri mengomentari hidup orang lain tanpa tau sebenarnya hidup yang orang lain itu hadapi,orang orang itu hanya mengetahui namanya saja tapi tidak dengan kehidupannya.
Dari semua pelajaran yang saya dapatkan di bangku kuliah selama dua semester ini,saya bisa lebih menghargai setiap perjalanan kehidupan orang lain bahkan hidup saya sendiri bukan dengan hasilnya sekarang melainkan bagaimana caranya sampai ketitik finish dengan cara yang baik,oleh karena itu jangan menilai orang lain dari cassingnya saya tapi melainkan dari dalam lubuk hatinya, tidak selamanya yang berjilbab besar ataupun berpakaian muslim selalu bertindak dan berkelakuan baik dan juga tidak selamanya orang yang terlihat jahat selalu berbuat jahat tinggal bagaimana kita bisa melihat perubahan kebaikan dari diri orang-orang tersebut saja, yang baik belum tentu baik dan yang jahat belum tentu jahat.
Setiap proses dalam hidup itulah yang patut di hargai, proses dimana saya yang dulunya manja, tidak bisa jauh dari orang tua, tidak bisa hidup susah bahkan tidak bisa yang namanya menghargai hidup orang lain, alhamdulilah sekarang saya bisa lebih mandiri lagi,lebih bisa menghargai orang lain hingga bisa hidup dengan cara bersyukur dan bersyukur.
Tidak ada nikmat allah yang lebih indah kecuali selalu bersyukur dalam setiap proses perjalanan hidup selama di masa kuliah yang memecahkan cara berfikir saya dalam hidup.
Singkat cerita saya cuman batas ini saja kalau mau diceritaain semua panjang tidak sudah-sudahnya,,hehehehehehe

========================================================================

 

KEHIDUPAN MAHASISWA
(IBD: Seppry Tanzili .P- 16142023P)

Show Content »

Bermimpilah selagi langit masih sanggup menampung mimpimu. Bermimpilah setinggi langit kalaupun jatuh kamu akan jatuh diantara bintang- bintang Kata-kata itulah yang selalu membuatku semangat untuk bermimpi dalam mengejar cita-citaku, cita-cita yang mungkin saat itu usiaku masih berusia 7 tahun belum mengerti dengan kehidupan sesungguhnya.Namaku rangga usiaku kini 18 tahun dan siap untuk masuk ke perguruan tinggi, saat aku belum mengenal kehidupan kampus masa orientasi siswa yang mengajarkanku mengenal kampus dan berkenalan dengan teman-teman baru, seiring waktu aku sendiri mulai membaur dengan keadaan dan lingkungan perkuliahan, saat itulah cerita perjalananku di mulai satu hal bahwa jurusan yang aku ambil adalah jurusan yang mayoritas laki-laki, dan aku sendiri sadar bahwa aku bukan dari keluarga yang sederhana dan tekanan untuk menyelesaikan kuliah tepat  waktu, kecemasan itu hadir ketika aku harus bertahan di kota dan aku harus bisa bertahan untuk kehidupanku sehari-hari karna terkadang uang kiriman yang terlambat di kirim oleh orang tua, saat itulah aku sadar bahwa aku tidak bisa sepenuhnya menyadarkan semuanya kepada orang tua, dan aku harus bekerja untuk menutupi kebutuhanku selama kuliah sambil berharap menunggu uang kiriman.

suatu ketika saat aku sedang duduk di warung dekat kampus aku melihat satu mahasiswi yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama tapi entah dalam benakku bertanya bagaimana caranya bisa mengenal perempuan itu sedangkan jurusan yang aku ambil berbeda dengan perempuan itu, ok saat itu pun aku sadar aku hanya sebagai pengagum rahasia tanpa tahu siapa nama perempuan tersebut apa lagi untuk mengenal lebih jauh mungkin hanya angan-angan, fokus kembali ke kuliah.

Suatu hari aku bertanya ke pada temanku yang kebetulan mahasiswa sama seperti aku dan dia kuliah sambil bekerja namanya andi aku bertanya pada andi “apakah ada lowongan perkerjaan di tempat kamu bekerja” dan andi pun menagatakan “bahwa ada lowongan untukku bekerja” sepontan aku pun langsung mengucapkan syukur alhamdullilah, lamaran langsung saja aku buat dan singkata cerita aku di terima dan mulai bekerja.

Hari pertama bekerja surprise hmmm allah selalu memberikan sesuatu yang tidak pernah manusia duga ternyata mahasiswi yang pernah aku lihat dan mampu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertam, bekerja di tempat yang sama sepertiku, kesempatan itu datang kembali untuk bisa berkenalan lebih dekat, dari hari ke hari, bulan ke bulan aku mulai menyesuakan diri dengan dua kehidupan yaitu bekerja dan kuliah, dan satu hal aku sendiri pun memberanikan diri untuk berkenalan pada pada perempuan itu.

Rangga : boleh kenalan

Aulia : boleh

Rangga: siapa nama kamu?

Aulia: nama aku aulia dan kamu ?

Rangga : nama aku rangga

Dari situ aku dapat nomer handphone perempuan tersebut, cerita berlanjut sampai ke hubungan yang lebih serius dan mulai mengenal satu sama lain, saat semuanya berjalan dengan baik aku pun mencoba memberanikan diri untuk datang kerumah orang tua perempuan yang sudah menjadi pacarku, berkenalan dengan orang tua perempuan tersebut, sampai akhirny ibunya pun bertanya tentang latar belakang keluarga dan pekerjaan, begitu tau dengan pekerjaanku dan masih kuliah, ibunya pun langsung mengatakan bahwa anaknya masih harus kuliah dulu dan tidak boleh berpacaran, saya pun berusaha untuk mengerti dengan keadaan kami berdua yang sama-sama masih menempuh pendidikan.

Tapi entah kenapa dalam benak ini apa karna latar belakang saya yang belum meluluskan kuliah dan latar belakang keluaga, tapi saya berusaha berpikir positif bahwa kalo jodoh tidak akan kemana-mana, keadilan dalam hidup terkadang datang saat seorang manusia itu sabar dan tawaqal tentunya usaha yang di sertai oleh doa akan di balas dengan allah swt, semoga allah swt selalu memberikan yang terbaik, apa pun itu manusia hanya berencana tapi allah yang memutuskan, lebih baik fokus dengan kuliah dan tetap menjaga cita-cita.

Sampai akhirnya aku pun mulai masuk semester akhir dan mulai menyusun skripsi, hari-hari di mana yang ditunggu-tunggu itu pun datang aku berhasil menyelesaikan S1 dan berhak menyandang gelar sarjana, keluarga orang tua semuanya berada dalam suka cita dan harapan ke depan untuk menjadi lebih baik dan mampu membawa ilmu untuk di implementasikan di luar dan berguna untuk banyak orang.

 

========================================================================

 

MURID BODOH YANG DIBANGGAKAN
( IBD : Beny Setiawan Pratama – 171420137 )

Show Content »

Suatu hari disekolah proses belajar pelajaran matematika sedang berlangsung dan ada murid yang sedang tidur. “ Hey Reza Kenapa kau tidur saat bapak sedang mengajar ! “ teriak bapak guru “ maaf… pak… “ jawab reza dengan gugup “ Kamu ini gimana mau jadi sukses , jika seperti ini terus ! ” ujar guru menasehati “ Maaf pak entah kenapa saat jam pelajaran bapak saya sangat mengantuk ” Reza menjawab dengan menundukan kepala “ Kamu itu sudah bodoh, nakal lagi bapak jamin kamu tidak bisa menjadi orang sukses dimasa depan “ teriak bapak guru membuat kelas menjadi diam “ saya ini tidak bodoh pak, apakah belajar penentu orang sukses, penentu orang berhasil“ tatap Reza keguru dengan serius “ Iya belajar adalah penentu kesuksesan, bicara itu memang mudah tapi usahalah yang paling diperlukan karna usahalah yang hanya dilihat “ jawab bapak guru membalas bantahan Reza “ Saya akan buktikan kebapak saya akan dapat nilai sempurna pada pelajaran matematika saat ujian nanti “ berdiri dari bangku “ Jika kamu mendapat nilai sempurna saya akan mengundurkan diri menjadi guru “ pak guru menarik napas.
Kelas seakan diam seakan tidak terjadi apa-apa dan pelajaran terus berlanjut. Sejak kejadian hari itu Reza tidak pernah masuk sekolah melihat hal itu Efrin teman masa kecil sekaligus ketua kelasnya. Efrin sangat khawatir dengan keadaan Reza dan memutuskan kerumah Reza. “ Reza kenapa kamu tidak pernah sekolah ? “ tanya Efrin “ Kamu gak usah peduliin aku , hidup-hidup aku, apa pedulimu ! “ jawab Reza “ Aku ini temen kamu, Aku tahu jika kamu dalam masalah sebagai teman kita harus berbagi beban dan menghadapinya bersama “ ujar Efrin “ Aku sedang belajar dan tidak mau melihat wajah bapak guru yang menyebalkan itu “ jawab reza. “ kau tahu bapak guru itu sangat peduli dengan kamu reza, dengan masa depanmu. Apa kau tidak peduli itu ? ” Efrin menatap serius wajah Reza “ aku tahu dan aku sangat menyesal tapi aku tidak mau kejadiannya seperti ini oleh karna itu aku harus buktikan bahwa aku akan sukses dan mendapat nilai sempurna “ jawab reza dengan semangat “ hahahaha… aku akan bantu kamu belajar jika seperti itu “ tawa Efrin lepas. Setelah mendengar itu Efrin pulang kerumah sambil berkata “ Jika kau berhasil mendapat nilai sempurna aku mau kok jadi pacar kamu ..” sambil tertawa ria.
Sebenarnya Reza sudah memendam perasaan cinta kepada Efrin cukup lama dan takut mengungkapkan persaannya. Dan tidak terasa hampir mendekati hari ujian nya.
Mendengar janji Efrin kepada Reza jika sukses mendapat nilai sempurna dia mau jadi pacar Reza membuat Reza sangat bersemangat belajar, setiap hari belajar saat waktu luang yang biasanya dihabiskan bermain game kini dihabiskan dengan belajar dan latihan soal-soal yang banyak. Dan pada hari itu juga Reza mulai sekolah lagi namun Pak guru menganggap Reza seperti tidak ada, membuat Reza sedih dan tidak semangat saat disekolah.
Tapi Reza terus bertekad dan berdoa serta berusaha dengan belajar lebih giat . “ kamu ini Reza kan ?? “ tanya efrin keheranan “ iya ini aku Reza “ jawab reza “ kamu pasti bukan Reza, Reza itu gak pernah baca buku apalagi Matematika ha..ha..ha ” tertawa sambil mengejek reza “ ha..ha..ha.. tunggu saja sebentar lagi kamu akan jadi pacarku “ jawab reza dengan bercanda . namun setelah Reza berkata itu membuat susana hening dan membuat wajah Efrin serta Reza menjadi malu-malu “ iya deh kalo dapat nilai 100 tapi yah..? ” Efrin Menjawab dengan suara pelan “ apa katamu ? “ jawab Reza tidak mendengar karna suara Efrin yang pelan . “bukan apa-apa” ujar Efrin membalas.
Tibalah hari ujian Matematika, satu hari sebelum ujian Reza menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti pensil dan penghapus serta tidak lupa untuk berdoa dan istirahat yang cukup, Lalu tibalah dua guru pengawas dari sekolah yang berbeda yang membuat Reza takut dan berpikir “ aku takut tidak lulus, aku takut mengecewakan orang tuaku, aku takut mengecewakan Efrin , Ya allah tolong bantu hambamu” berdoa didalam hati. Lalu kedua guru pengawas itu membagikan soal serta lembar jawaban. Lalu Reza dengan sigap mencoba mencari soal yang mudah dan sudah menjawab 10 nomor yang dianggap mudah bagi Reza karna sudah hampir 10hari belajar tanpa henti bersama efrin setiap hari membuatnya percaya diri saat menjawab soal dengan waktu yang sangat singkat, namun Reza mulai cemas dan takut karna semua soal yang mudah sudah dia jawab sehingga terdapat 5 soal lagi yang sangat sulit bagi Reza, Namun Reza tetap tidak menyerah dan terus mencari jawaban karena waktu ujian masih 30 menit lagi, dan usaha tersebut tidak sia-sia karna tinggal satu soal lagi yaitu nomor 39 dan Reza sudah menjawab 49 soal dan tersisa satu soal. Reza terus berusaha mencari jawaban namun hasilnya tidak ditemukan. Karna waktu hampir habis Reza memutuskan untuk memilih jawaban yang paling mendekati. Dan ujian berakhir, lalu Reza bertemu Efrin saat ingin menuju kerumahnya “ ha..ha..ha.. aku yakin dari wajahmu kamu pasti kesulitan “ Efrin tertawa sambil mengejek “ ha..ha..ha.. aku sangat kesulitan “ tertawa terpaksa dan senyum yang kecut dari reza “ aku yakin pasti reza dapat nilai sempurna karna usahamu lebih dari yang lain “ ujar efrin
“ yah semoga demikian aku hanya bisa berdoa saat ini“ jawab Reza dengan sedikit tersenyum.
Seminggu kemudian hasil ujian akan diumumkan di lapangan karna sekolah ini memiliki tradisi dengan memanggil siswa dengan nilai tertinggi. Reza biasanya bolos saat seperti ini tahun lalu namun pada tahun ini dia sangat cemas sekaligus takut bahkan untuk berdiri dilapangan. Lalu kepala sekolah menyampaikan amanah serta keinginan dan visi misi dari sekolah. Lalu saat yang paling meneggangkan yaitu pemanggilan siswa dengan nilai terbaik “ Andri dari kelas 9.3 dengan nilai 100 pada mata pelajaran bahasa indonesia “ suara dari mikrofon kalah dengan tepuk tangan meriah dari para siswa “ Lisa dari kelaas 9.1 dengan nilai 100 pada mata pelajaran ipa “ sama seperti sebelumnya tepuk ria dari para murid dan guru. Mendengar pengumuman demi pengumuman ini Reza bertamba sangat cemas karna memikirkan perasaan orang-orang yang menyayanginya. Lalu suara mikrofon terdengar “ Reza dari kelas 9.8 dengan nilai 98 pada pelajaran matematika “ tercucurlah air mata reza sambil berjalan menuju mimbar melihat ini kepala sekolah bertanya “ kenapa kau menangis sedih ? “ tanya kepala sekolah sambil memegang punggung Reza. Lalu tangan Reza memegan mikrofon dan menunduk sujud ketanah kearah barisan para guru sambil menangis “ Kepada para guru !! khususnya guru matematika-ku aku minta maaf sebesar-besarnya aku ini murid bodoh, karna tidak mendengarkan guruku saat berbicara padahal engkau berbicara dengan harapan masadepan kami menjadi lebih baik , aku ini murid bodoh karna nakal dan membantah padahal engkau mencoba membimbing kami menjadi lebih baik “ para siswa yang mendengar Reza berbicara di mikrofon membuat para siswa dan guru menangis. Guru matematika Reza mendekati Reza dan mengambil mikrofon. “ aku adalah guru yang tidak pantas dibanggakan aku meremehkan muridku , aku tidak peduli pada muridku , aku tidak pantas menjadi gurumu “ jawab guru matematika sambil menangis memeluk Reza “ Aku minta maaf Pak , padahal aku tahu marahmu adalah sayang mu , teriakmu adalah cintamu dan harapanmu adalah doa untuk masa depanku “ balas reza memeluk guru matematikanya …
Dilapangan itu para guru dan siswa saling mengucapkan permohonan maaf dan saling berpelukan karna mengingat kegiatan selama belajar disekolah ini. Kebahagiaan, kesedihan, kecemasan, keadilan, cinta, dan harapan menjadi satu dilingkungan sekolah selama belajar dan mengajar di sekolah ini.
Sambil memegang sertifikat kelulusan Reza tersenyum dan tertawa “ ya Allah terima kasih , terima kasih “ lalu Reza bertemu Efrin didepan pintu gerbang sekolah “ hey peringkat satu ha..ha..ha.!
sepertinya kamu gak bisa jadi pacar aku,karna dilarang di agamaku “ sambil tertawa dan tersenyum “ ha..ha..ha. padahal sedikit lagi nilainya “ balas tawa dari Reza “ tapi kalo permintaanya diganti jadi nikah mungkin nanti aku pikirin “ jawab Efrin dengan pelan dan malu-malu “ maaf aku tadi gak kedengaran kamu ngomongnya kecil amat “ ujar reza dengan sedikit tawa “ Reza Bodoh ….!!” teriak Efrin sambil berlari “ Aku tadi gak denger ..! , kamu bilang apa ?“ sambil berlari mengejar Efrin ..Selesai.
Terima Kasih sudah membaca cerpen Murid Bodoh Yang Dibanggakan

 

========================================================================

 

APAKAH DIA TULANG RUSUK KU
(IBD : Muhammad Iqbal Pratama – 171420074)

Show Content »

Cerita ini di mulai pada tanggal 23 oktober 2015,pertemuan ku dengan seoarang wanita yang saat itu baru aku kenal,namanya clara..,nama yang indah sama seperti orangnya.Dia berusia lebih tua dari ku satu tahun tepatnya dia lahir pada tangal 26 oktober 1998 dan aku di tanggal dan bulan yang sama dan hanya beda tahun.Kesamaan inilah yang membuatku menaruh harapan terhadap diri nya,tidak tau kenapa sejak pertama kali bertemu dengan nya aku sudah mulai jatuh hati pada wanita ini.Setelah mengenal diri nya beberapa hari,aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya,tetapi di hati ini merasa ragu,cemas,dan takut akan cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.Rasa ragu,cemas,dan takut itu ternyata hilang karena sekarang aku tau bahwa dia juga mempunyai perasaan yang sama seperti yang aku rasakan.Mulai dari saat itu kami menjalin hubungan yang layaknya seperti orang pacaran.Ketika aku tau bahwa kami mempunyai perasaaan dan harapan yang sama,kebahagian itu tidak dapat di ukur dengan apapun itu,aku sangat bahagia pada saat itu.Aku merasa seperti orang yang sangat beruntung di dunia,karena apa?..,aku merasa dia adalah karya Tuhan yang paling indah yang di berikan Tuhan untuk ku.

Setelah hubungan ini berjalan beberapa bulan,di sinilah cerita cinta ini dimulai di mana ada rasa senang,bahagia,sedih,tangis dan tawa kami.Aku selalu ingin mendapatkan seorang wanita yang bisa menerima aku apa adanya,awalnya aku merasa dia tidak sepenuh nya meneri aku apa adanya.Suatu hari aku dan dia pergi kesuatu tempat,ketika aku sampai di rumah nya dengan niat untuk menjemputnya,hal yang pertama kali dia ucapkan adalah mengomentari baju yang aku pakai,aku bertanya kepada nya apakah yang salah dengan bajuku?..,katanya baju kamu itu kayak baju anak kecil ngak cocok buat kamu lain kali kalo mau pergi jangan di pakek lagi..,itu kata yang membuat aku tersinggung tetapi di sisi lain ada benar nya juga.Tapi pada saat itu aku tidak terima dengan omongan nya,karena menurut aku sama saja dia tidak menerima aku apa adanya.

Tapi aku salah setelah aku befikir dia bukan tidak meneri aku,tapi hanya berusaha untuk memperbaki diri ku,karena sifat egois ku pada saaat itu,membuat semunya menjadi berantakan kami bertangkar karena masalah kecil,lucunya hal yang seperti ini lah yang membuat rasa sayang antara kami semangkin kuat.

Aku dan dia sekarang mulai mengerti sifat kami satu sama lain,yang aku tau clara itu baik,tapi seoarang wanita itu tidak hal lepas dari pada sifat egois mereka yang selalu ingin di perhatikan.Clara pun orang nya seperti itu,waktu itu aku sedang menemani kakak sepupu ku untuk merayakan pacar nya ulang tahun di sebuah cafe,di saat itu aku memang sibuk ke sana ke sini membeli perlengkapan dan yang lain-lainnya.Aku lupa memberi kabar pada Clara,aku pikir itu hal yang sepele dan Clara pasti akan mengerti dengan kondisi aku pada saat itu.Dan ternyata tidak,dia marah,dia kesal,dia menyalahan keadaan ini gara-gara aku.Aku tidak terima dengan sikap Clara yang seperti itu aku pikir itu adalah sifat yang sama sekali tidak dewasa.Dan ketika itu aku belum tau bahwa wanita itu sifat nya seperti itu,tapi untuk masalah yang sangat kecil ini kami malah bertengkar sangat luar biasa,dan pada saaat ini lah cerita yang sangat membuat ku terpukul.Clara mengucapkan kata dimana dia ingin mengakhiri hubungan ini,itu membuat aku sangat terpukul,karena aku pikir sangat tidak adil buat ku,dengan kesalahan yang sama sekali tidak aku perbuat kenapa aku harus menerima hal ini.

Aku berfikir apakah ini mimpi?,tapi tidak ini kenyataan yang harus aku terima pada saat itu,orang yang sudah sangat aku cintai ingin pergi meninggal ku,hatiku sangat hancur aku tidak tau ingin berbuat apa,yang ku lakukan hanya meminta maaf jika aku memang salah pada saat itu,dan aku berfikir mungkin ini hanya alasan dia saja untuk pisah dari ku.

Setelah beberapa minggu aku tidak mendapat kabar apapun lagi dari dirinya,dan aku mendapatkan kabar dari adik nya bahwa dia sedang sakit,aku bertanya pada adik nya,Clara sakit apa?,kata adik nya mbak Clara seperti nya hanya demam kak,tapi kami sekeluarga bingung dia selalu mengurung dirinya di kamar kak,setiap hari dia menangis dan kami tidak tau apa penyebab nya dia menangis kak,mungkin kakak tau apa sebab nya?,aku jawab kakak juga tidak tau apa sebab nya.Tapi setelah itu aku cerita kan seluruh masalah kami beberapa minggu ini.Adik nya bilang mungkin ini yang membuat mbak Clara sakit kak,aku berfikir kenapa bisa?,Clara tidak menginkan aku ada di hidup nya lagi.

Adik nya langsung mengajak aku ke rumah nya,ketika sudah sampai di rumah nya,aku langsung di ajak oleh ibu nya untuk melihat Clara.

Assalamualaikum boleh aku masuk?,dia hanya diam tidak menjawab salam ku sama sekali,aku lalu bertanya kepada nya,kamu sakit apa?,dia tetap hanya diam,setelah beberapa lama aku di situ dan dia hanya diam,aku fikir keberadaan aku di situ tidak di ingin kan oleh nya,tapi dalam hati kecil ini aku ingin sekali bisa salalu berada di dekat nya.

Kalau kebaradaan aku ini memang mengganggu kamu baiklah aku akan pergi,ketika aku akan pergi dia memeluk ku dengan sangat erat dia menangis kata yang di ucapan kan adalah “aku tidak ingin kehilangan kamu untuk kedua kali nya”,aku tidak bisa berkata apa-apa pada saat itu apakah ini nyata.Setelah itu aku mengatakan kepadanya “Clara sampai detik ini aku masih sangat mencintai kamu,sampa detik ini aku masih sangat mencintai kamu”,tapi kenapa pada saat itu kamu mengucapkan kata yang membuat aku kehilangan kamu?,”Aku terbawa emosi pada saat itu,kamu tau waktu itu aku hanya ingin di perhatikan oleh kamu,tapi aku sadar bahwa aku salah dan aku sangat egois pada waktu itu”.

Aku tidak tau pada saat itu harus berbuat apa,apa aku harus menagis,atau bagaimana,yang pasti pada saat dia memeluk ku dan berkata seperti itu.Dan itu kebahagian yang tidak ternilai karena ternyata orang yang aku cintai sampai sekarang masih mempunyai perasaan yang sama seperti yang aku rasakan.Selanjutnya aku mengatakan kepadanya”maaf jika waktu itu aku tidak memperhatikan kamu,maaf jika waktu itu aku juga mengikuti ego ku,aku minta maaf.Dan aku tidak bisa hidup tanpa adanya kamu di sisi ku.Dia menangis ketika aku mengatakan itu,dia mengatakan kepadaku “apa yang kamu rasakan selama ini aku juga merasakan hal yang sama”.

Clara aku janji mulai saat ini aku akan selalu membuat kamu bahagia dengan caraku,jika aku bisa memberikan dunia ini untuk mu,tapi itu tidak mungkin,jadi aku akan kasih kamu hal yang paling beharga di dalam hidupku”Duniaku”.Kamu tidak butuh orang untuk yang bisa mencintai kamu,tapi yang kamu butuh adalah orang yang bisa mekengkapi hidup kamu.Itulah kata yang aku ucapkan kepada nya pada saat itu.

Hubungan kami membaik sejak saat itu,tidak ada masalah kecil lagi yang membuat kami bertengkar,dari masalah itu kami belajar untuk saling menghargai satu sama lain dan kami percaya cinta sejati itu tidak akan pernah terpisahkan.

Dan sekarang aku tau makna dari kata-kata “jodoh tidak akan kemana”.Karena Tuhan telah mempertemukan aku dengan tulang rusuk ku.Dia adalah wanita yang di kirim Tuhan untuk bisa melengkapi hidup ku.Kami mempunyai harapan di dalam hubungan ini,harapan untuk bisa selamanya saling mencintai.

 

========================================================================

 

Meraih Cita dan Asa
( IBD : Agung Jordie S – 171420076 )

Show Content »

Namaku Agug Jordi setiawan, biasa dipanggil Agung.Aku merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana, pada saat aku berumur 7 tahun, aku selalu diajarkan oleh orang tuaku tentang arti kehidupan, di dalam hatiku aku sering berkata “ Betapa enak menjadi orang kaya, semua serba ada, segala keinginan terpenuhi karena semua tersedia ”. Aku sering menghayal, seandainya aku jadi orang kaya, pasti aku sangat senang sekali, tapi orang tuaku selalu berkata: “Bahwa dengan menuntut ilmu dan berusaha dengan sungguh-sungguh pasti apa yang kita inginkan akan tercapai”.Itupun juga pernah dikatakan oleh guru ngajiku “ MAN JADDA WAJADA” yang artinya “ Barang siapa bersungguh sungguh semua keinginan pasti akan tercapai”, itu selalu kutanamkan dalam hatiku sampai sekarang untuk itu aku selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa mengejar cita-citaku yaitu ingin menjadi dosen.
Sewaktu seketika pada malam harinya aku diajak pamanku kerumahnya
Pamanku   : “Gung, hari minggu besok kamu ada kerjaan gak”
Aku           :“Tidak ada, emangnya kenapa”,
Pamanku    : “Besok kamu mau gak, kerumah paman”
Aku             : “ Emang ada apa paman ?”
Pamanku    : “Besok saja kamu datang. “
Aku            : “Oke deh.”Keesokan harinya aku langsung pergi kerumah pamanku yang ada di Candi Lontar, tanpa pamit kepada orang tuaku, pamanku langsung meminta aku duduk di berugak disamping rumahnya,aku langsung duduk.Tanpa basa basi pamanku langsung memberikanku sebuah buku yang berjudul “Kisah Abu zar Al ghifari”di dalam hatiku aku selalu bertanya untuk apa pamanku mengasih buku ini.Setelah itu pamanku langsung menjelaskan bahwa Abu zar Al ghifari itu merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki oleh orang lain, selain itu dia juga shaleh dan termasuk orang kaya dari para sahabat Nabi MuhammadSAW, dia dulunya sangat miskin tetapi dia berusaha dengan sungguh-sungguh dia menjadi orang kaya yang sukses, hartanya ada dimana mana”setelah pamanku bercerita panjang lebar, bibiku datang.
“Dhan, ibumu mencarimu kemana mana,dia naik pitam,dan takut kalau kamu itu diculik orang”kata bibiku.Aku pun langsung pamit kepada pamanku, tapi sebelum aku pamit pamanku menyuruh untuk datang kerumahnya besok setelah pulah ke rumah dan aku langsung menyetujuinya.
Dan keesokan harinya setelah aku pulang sekolah aku langsung pamit kepada orang tuaku untuk pergi kerumah pamankuAku          :“Ma, aku mau pergi kerumah pamanku,nanti sore aku pulang”
Ibuku        : “Iya,tapi kamu jangan terlambat lagi”
Aku          : “Iya, aku pamit dulu, Assalamu’alaikum”
Ibuku        : “Wa’alaikumussalam”
Setelah sampai dirumah pamanku dan mempersilahkan aku duduk, pamanku mulai      ngobrol denganku.
Paman :“ Gung, setelah kamu lulus dari SMP Negeri 25 Palembang, kamu ingin melanjutkan dimana?”
Aku     : “Aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Palembang, karena itu merupakan impianku sejak kecil.
Paman : “Kenapa nggak kamu coba memilih di tengah kota, misalnya di SMA Negeri 5 Palembang ?”
Aku     :  “Aku sih mau, tapi aku ingin sekolah di SMA Negeri 11 Palembang yang lebih dekat dengan rumah dan menghemat biaya transportasi” hehe.Selain itu, sekolah mana saja sama kok, yang penting niatnya.
Pamanku: “ Ohh, baguslah kalau begitu.Kamu mau gak ngembala kambing paman”
Aku        : “Aku gak bisa ngembala kambing,tapi akan ku usahain”
Pada malam harinya setelah salat maghrib aku membaca buku tentang kisah Abu zar al ghifari yang dikasih pamanku tempo hari yang lalu, setelah membacanya hatiku merasa tergerak dan termotivasi supaya aku berusaha dengan tekun supaya cita-citaku bisa terwujud,di dalam hatiku berkata “Memang betul pilihanku ngembala kambing pamanku kan nanti uangnya aku bisa tabung untuk keperluan sekolahku”. Setelah seminggu atau sebulan bekerja pamanku memberikan aku uang, dan uang itu langsung aku tabung untuk keperluan sekolahku.
***
Di sekolah aku mempunyai dua yang sangat dekat dengan ku yang selalu memotivasiku dan menemaniku di saat senang ataupun susah yang bernama Rio Hidayatullah dan Zihnul Puadi.
Zihnul  : “Dhan, kamu mau gak besok kita pergi ke Pantai, kan besok hari libur”.
Rio      : “Kan kamu kerja melulu gak ada waktu luangmu” kata Rio meyakinkanku.
Setelah terdiam sejenak aku menyetujuinya. Dan keesokan harinya aku minta ijin ke pamanku untuk berlibur ke pantai yaitu ke pantai Kenjeran, dan pamanku mengijinkanku .
Tepat pada pukul 08.00 WIB kami berangkat menggunakan sepeda motor, di dalam perjalanan aku merasa senang sekali karena telah sekian lama aku tidak pergi ke pantai yaitu pada saat kelas 1 SMP dansekarang kelas 3 SMP .Setelah sampai di sana aku membaca sebuah puisi karyaku yang berjudul pantai :Pantai
Hamparan pasirmu indah mempesona
Tak letih mata memandang dari ujung pengharapan
Adakah engkau tahu wahai pantai …
Engkau mempesona diriku……
Mentari pagi terbit dan tenggelam disisimu oh… pantai
Hembusan angin menerbangkan pasir putihmu
Tahukah engkau senangnya hatiku……..
Karena dapat mengunjungimu.
Pantai oh pantai biarpun engkau di cintai
Tapi engkau tetap angkuh dan tak peduli…..
Kalau engkau marah semua menderita
Tapi engkau seolah tidak tahu engkau tetap tenang
Bagai air yang tenang tapi menghayuntukan.
Ombak mu adalah lidahmu
Yang kadang mendatangkan bencana
Walaupun begitu engkau tetap dipuja dan disanjung
Oh pantai sampaikan salam ku lewat angin …
Sampaikan kesahku lewat deburanmu….
Kirimkan dukaku lewat lagumu…..
Pantai, engkau tetap sebuah pantai
Yang tak mengerti hatiku………Setelah kurang lebih 1 tahun lamanya aku mengembala kambing, aku memutuskan untuk berhenti mengembala kambing karena aku fokus untuk sekolah dan melanjutkan sekolahku di SMA Negeri 11 Palembang, setelah aku mengutarakan keinginanku akhirnya pamanku mengijinkanku untuk berhenti mengembala kambingnya karena dia tahu bahwa tidak selamanya aku bekerja ngembala kambing, kan aku harus meneruskan sekolahku untuk menggapai cita-citaku.Setelah aku lulus dari SMP Negeri 25 Palembang dan Alhamdulillah juga aku sangat bersyukur karena bisa di terima di SMA Negeri 11 Palembang yang sekolahnya terkenal di kawasan Sumatera Selatan.
Masalah yang selalu hinggap dalam benak pikiranku yaitu tentang masalah biaya,Alhamdulillah dengan kerja kerasku selama ini aku bisa membayarnya dan juga dapat membeli seragam sekolah dan kelengkapan lainnya dengan di bantu juga oleh orang tuaku , dan juga aku selalu ingat kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Abu zar al ghifari yang kerja dengan sungguh-sungguh hingga dia menjadi orang kaya yang harta dan kekayaannya ada di mana-mana, itu membuatku semangat lagi dalam menggapai cita citaku yaitu ingin menjadi guru  dan juga ingin orang yang sukses seperti kisah Abu zar Al ghifari.

Selain itu juga kisah Abu zar Al ghifari sebagai inspirasi hidupku dan kata “ Man JaddaWajada ”akan selalu ku ingat dan melaksanakannya dalam menggapai cita citaku dan aku selalu berdoa kepada Allah SWT agar cita citaku bisa terwujud dan menjadi orang yang sukses di kemudian hari Amin amin ya robbal alamin.

========================================================================

 

ECLIPSE

( IBD : RAGA ARFANI A – 171420168 )

Show Content »

Matahari sudah tersenyum pagi itu, tapi aku masih enggan menyapa duniaku. Ku selimuti saja tubuh ini hingga mata kembali terpejam. Jam sembilan pagi rupanya. Jika tidak juga aku bangun, tak akan berhenti sepertinya alarm hidupku berbunyi. Entah apa yang harus aku lakukan hari itu, aku pun juga tak tahu, tak peduli mungkin lebih tepatnya.

Ku mulai hariku yang membosankan seperti biasanya ditemani beragam sayuran di hadapku. Ya, mereka berwarna, lebih bernyawa sepertinya dibanding hidupku. Entahlah, aku biasanya hanya bangun dan kemudian menunggu untuk tidur lagi. Entah bosan dengan rutinitas, atau memang sudah bosan dengan hidup.

17 Agustus 2016, 17 Agustusku yang ke 22. Ya.. hari aku pertama kali berteriak kepada dunia. Tak ada yang spesial, yang aku tau umurku berkurang. Hingga aku sadar, aku mendapatkan kado terindahku hari itu. Nyawa baru dalam ragaku.

“Suara Notifikasi Instagram”

“Raesa ?” (Notifikasi DM instagram)

“Iya, ada apa ya ? Kamu temanku SMP kan ya ? ”

Dua percakapan awal itu yang akhirnya mengubah hidupku. Tentang dia yang selalu larut bersama malam dan aku yang memilih bermimpi ditemani bulan. Dalam bait-bait percakapan kami yang hanya menjabarkan kebodohan demi kebodohan berbuah kekonyolan menertawakan diri sendiri, aku mulai tak bisa melalui hariku tanpanya.

Rasa itu ada, tapi aku kerap berlari menghindari, berpura-pura bodoh dan tak mengerti tentang apa yang terjadi pada hati kami. Dengan aku yang selalu mengabaikan apa yang dia coba untuk jelaskan. Ini terlalu mustahil untuk sebuah kebetulan bukan? Atau memang tangan Tuhan yang telah bekerja? Dan kubiarkan nyaman itu terus tertanam, bertumbuh dan mengindah. Gelap siangku mulai memendar seiring ku tatap nanar dua matanya yang menenangkan. Sungguh aku menemukan damai dalam jendela kalbumu, dua bola mata indah itu.

Kita berjalan tanpa arah saat itu, mustahil mendekat dan tak ingin menjauh. Aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh, mengamati tiap tingkah bodoh yang dia sebut lelucon.

Hingga semuanya menjadi semakin tidak jelas, kemudian  dia akhirnya memberiku kejelasn.

“Sunny, gue pamit ya. Tadi subuh gue berangkat ke Jogja. Gue mau kerja disana, gue juga sambil kuliah. Doain gue ya sun. Nanti kalo udah sampe gue kabarin lagi.”

Hancur ? Mungkin. Yang aku tau saat itu hanya aku akan semakin jauh darinya. Aku hanya berharap kepergiannya tak membuat dia hilang dari hidupku. Harap hanya berakhir sebagai angan rupanya. Benar saja, dia melepaskanku saat itu.

“Sunny, maafin gue sun. Kita g bisa kaya gini terus. Gue g mau lo stak di gue dan g bisa kemana-mana, sedangkan kita g mungkin bisa sama-sama. Gue g akan hubungin lo lagi Sunny, sampe nantin 4 atau 5 tahun kedepan setelah gue selesein semua urusan gue disini, gue bakal dateng nemuin lo dengan bawa oraang tua gue.”

Andai saja dia tau bagaimana perasaanku saat itu. Perasaan yang bahkan aku juga tak tahu itu apa. Terlalu banyak rasa yang terlarut di dalam hatiku. Bangga melihatnya telah tegas membawa hidupnya. Terharu melihatmu gigih meninggalkan semua zona nyamannya. Tapi aku juga rapuh kehilangannya, pelangiku lenyap lagi, bulan di malamku tak bercahaya lagi. Aku kembali hampa, kosong setelah kepergiannya.

Setelah itu kami benar-benar tidak berkomunikasi, sama sekali tanpa kabar. Dalam diam aku hanya bisa memperhatikannya dari jauh. Melihat tiap kiriman terbarunya di akun social medianya. Terkadang tersenyum sendiri, tapi kadang tak sadar air mata ini jatuh membasahi pipi. Jika aku merindukannya, ku baca kembali saja percakapan kami lagi, mendengar suaranya, tawanya, cukup bisa menghibur kesendirianku. Tak pernahku hapus fotonya, ku biarkan ada di paling bawah nama chat nya. Tak sampai hati aku melenyapkan semua itu.

Hingga akhirnya 3 bulan berlalu, aku kembali pada tempat dulu setiap hari kita bertemu. Ku kejar harapku disana, tanpa banyak berharap takdir akan berpihak pada kami. Dan lagi, dia membuatku berharap kembali. ku buka email dan ku temukan namanya. Tak singkat yang dia tulis, entah apa yang di rasakan saat itu, hingga semua hal yang aku rasakan dia pun tahu. Entahlah, hanya satu kata aku menjawabnya kala itu, “Jahat” ya jahat.

Aku menyebutnya jahat. Setealah dia pergi membuatku hampir mati lagi. Dia kembali datang dengan sesuka hatinya.

Coba tak ku hiraukan apa yang dia tuliskan, tapi nyatanya tak pernah bisa. Aku menyerah pada semua asa yang terlanjur ku gantung padanya. Tapi aku takut akan asa yang mungkin saja tak pernah terjadi. Berkali-kali dia memintaku menemaninya, tapi lagi, aku hanya bisa menjadi seorang pengecut yang tak mau berharap banyak. Terakhir dia katakana, dan ternyata aku lebih takut kehilangannya. Dan aku menyerah dalam  peluknya, memasrahkan diri pada tempat ternyamanku kembali, dia yang sudah 8 tahun tak pernah ku temui.

Bulan pertama  menjadi neraka. Banyak ternyata yang membuatku meronta. Kejujurannya yang dulu sangat aku kagumi, berubah seolah tak lagi ku temukan padanya. Dia membohongiku, ya.. aku kembali lagi dibohongi. Ingin menyerah rasanya. Tapi aku tidak pernah bisa mampu pergi dari tatap itu, tatap yang membuatku hanya melihatnya.

Sikapkupun banyak yang salah, membuatnya sakit bahkan meronta. Aku salah memang, aku terbiasa bebas. Berjalan berlari kemanapun aku mau. Aku lupa, ada dia sekarang yang harus aku temani. Saat itu dia berkata.

“Rumah ini milik kita, tapi kamu selalu meninggalkan aku sendiri disini. Aku tak ingin berada disini sendirian. Ini bukan rumahku lagi. Aku pergi.”

Entah apa yang aku pikirkan saat itu, menganggap semua yang ku lakukan tak salah dan biasa saja. Tapi ternyata, aku  telah jauh melukainya. Maafkan aku, aku tak pernah mampu melihat kau terluka.

Cerita kami masih berlanjut, satu persatu konflik terus berdatangan menguji apa yang kami miliki, sekuat apa kami bertahan, sekeras apa kami melawan. Jarak yang tercipta membuat kami semakin tersiksa, namun tak satupun dari kami bersikap saling melemahkan, jarak justru jadi air mata kami untuk saling menguatkan.

Konflik barupun dimulai kembali, pertengkaran yang tiada henti, rasa egoisme yang selalu saja tinggi bahkan terkadang melebihi rasa cinta kami. Entah harus bagaimana lagi menjalani semua ini, lelah rasanya hati setiap hari terus menjerit akan kata rindu. Hari demi hari kami sampaikan rasa rindu kami lewat Doa di sepertiga malam, semua hal ini kami lakukan demi apa yang selalu kami perjuangkan. Tak pernah lelah berjuang dan tak pernah jenuh menunggu. Rasa rindu yang tak tertahan kan, kali ini menjadi musuh terberat kami. Menjadi konflik baru dalam hubungan kami.

Hanya bisa meratapi karna perjuangan ini bahkan belum seumur jagung.

Kami hanya bisa saling meratap pilu melalui smarphone milik kami. Sedih pilu tak tertahankan bila rindu tak tersampaikan, sementara hal ini harus kami rasakan setidaknya untuk beberapa tahun lagi.” Tuhan bagaimana caranya agar kami melewati ini” ucap kami, “bukankah engkau yang telah mengizinkan kami bertemu disaat seperti ini, bukankah engkau juga yang telah menimbulkan rasa cinta dan rasa rindu ini ? Lantas mengapa tak engkau satukan kami secepat mungkin saja agar kami bisa saling melengkapi ibadah kami untuk bersatu dalam rumah tangga karna engkau semata”

Masih menjadi sebuah misteri Harapan kami pada Cinta yang suci ini masih menjadi sebuah Kecemasan serta Penderitaan yang entah hingga kapan berakhir. Keadilan yang sudah ditetapkan tuhan, sesungguhnya adalah suatu ketetapan yang harus kami hadapi. Berpegangan tangan dan saling menguatkan satu sama lain adalah cara kami untuk mencapai apa yang kami impikan. Kebahagiaan dalam penantian, proses kejam dalam perjalanan semua akan kami lanjutkan dalam kisah cinta kami…

Bersambung..

========================================================================

 

DOSEN YANG MERUBAH SEGALANYA

( IBD : Muhammad Ibrahim – 171420007 )

Show Content »

Pada suatu hari ada 2 sahabat yang baru saja masuk kuliah di Universitas BinaDarma, 2 sahabat tersebut bernama Ujang dan Udin, mereka mengambil jurusan Teknik Informatika. Ujang ini sejak SMK sangat tidak menyukai pelajaran yg berkaitan dengan matematika, Sedangkan Udin sangat suka dengan pelajaran yang berkaitan dengan Matematika. Ujang ini ketika SMK adalah siswa yang pintar akan tetapi dia tidak menyukai pelajaran matematika dikarenakan yang mengajar pelajaran matematika ketika di SMK dulu adalah seorang guru Killer yang mengajar pelajaran Matermatika  yang bernama pak Hasan, pak Hasan ini orangnya sangat serius dan sangat taat terhadap peraturan dan tidak memperbolehkan muridnya mengobrol, bermain-main atau pun bercanda ketika dia sedang mengajar di kelas tersebut, dan suatu ketika pada saat Ujang dan Udin sedang bercanda di kelas ketika pak Hasan sedang menjelaskan materi pelajaran, mereka ketahuan pak Hasan sedang bercanda dan pak Hasan pun memberikan meraka hukuman berlari mengelilingi lapangan sekolah selama 10 putaran, nah mulai pada saat itulah Ujang sangat tidak menyukai pelajaran matematika, karena dianggapnya tidak asik dan Ujang pun sering tidak masuk ketika pelajaran matematika dan biasanya dia cabut ke kantin. Dan ketika selesai ujian hasil nilai matematikanya pun mendapat nilai yg kecil, karena dia sering tidak masuk pada saat pelajaran matematika.

Ketika lulus SMK Ujang dan Udin pun  mendapatkan pekerjaan di Perusahaan di bidang Telekomunikasi dan Teknologi, mereka berdua berada di perusahaan yang sama dan di posisi yang sama mereka bertugas di lapangan, mereka berdua pun bekerja di perusahaan tersebut selama -+2 tahun. Pada suatu hari Udin pun berbicara kepada Ujang bahwa “Jang lo merasa gak ? kalo kita lulusan SMK kaya gini kerjaanya ya begini-begini aja gak ada kenaikan jabatan yang tinggi kayak Supervisor / Asisten Manager gitu kek” kata Udin, “Iya juga ya din, di perusahaan ini kalau yang lulusan SMK paling tinggi jabatanya hanya jadi TimLeader / Korlap saja, jadi kita harus gimana ini din ? kan gak mungkin sampai tua kita di posisi seperti ini terus, gimana kalau kita pindah ke perusahaan lain aja Din gimana ?” balas Ujang, “Jangan dulu jang kan kita udah nyaman dengan perusahaan tempat kita bekerja sekarang ini, jam kerja dan lain-lainnya juga sesuai, gimana kalau pada tahun ini kita kuliah aja jang ?

kan selain kita bisa mendapatkan ilmu  kita nanti juga bisa naik jabatan, gapapalah kita selama beberapa tahun di perusahaan ini jabatanya gitu-gitu aja, itung-itung pengalaman di lapangan buat kita ketika nanti udah naik ke jabatan yg lebih tinggi lagi.” balas Udin “Wah ide lo bagus banget din, tumben otaklu encer hahaha”kata Ujang, “Hahaha sialan lo jang emangny gue elu yang dapat nilai Matematika kecil” ledek Udin, “Hahaha parah lu ah suka buka-buka aib orang, eh omong-omong nanti kita kuliahnya dimana lu ada saran gak Din ?”kata ujang, “Kita kuliah di Universitas BinaDarma aja jang, kata kakak gue itu kampus ajibb bener, karena disana Dosen, gedung, alat praktek, wifi, kantin, Dllnya itu memenuhi standart dan sangat bagus loh, Universitas Bina Darma juga Universitas terbaik nomor 2 di Sumatera Selatan setelah Universitas Sriwijaya loh versi 4ICU.org dan Universitas terbaik nomor 111 di Indonesia Versi 4ICU.org dan masih banyak lagi loh kelebihan Universitas Bina Darma tersebut jang , nah nanti kita ambil jurasan Teknik Informatika aja jang soalnya berhubungan dengan Perusahaan tempat kita bekerja ini”balas Udin. “Wahhh mantap banget tuh Universitas Bina Darma, yaudah nanti kita daftarnya barengan aja din,”kata Ujang, “Oke siap jang” balas udin. Singkat Cerita

Ketika perkuliahan dimulai Ujang sangat kesal karena ketika melihat jadwal perkuliahan ada pelajaran Kalkulus yang tidak disukainya “Aduh sialan kenapa harus ada pelajaran kalkulus sih din” kata Ujang “Udah jalanin aja dulu jang siapa tahu cara mengajar di Kampus ini berbeda dengan dengan yg kita pelajari ketika di SMK dulu” balas Udin.

Ketika masuk pada MK Kalkulus tersebut Ujang sengaja duduk dibelakang karena dia tidak menyukai pelajaran tersebut, dan udin pun duduknya berdekatan dengan ujang, tidak lama dari semua mahasiswa di kelas tersebut masuk, datangla sebuah dosen yang masih muda dan berparas cantik. Dosen tersebut memperkenalkan dirinya “Perkenalkan nama saya Ayu Astari, saya berusia 24 Tahun, saya disini mengajar pada MK Kalkulus dan kalian bisa memanggil saya Mbak Ayu  karena usia kita tidak berbeda jauh dan agar kita sekelas ini bisa lebih akrab” Kata Dosen tersebut, dan Dosen muda itupun memberikan nomor WA nya karena apabila ada sesuatu yang ingin disampaikan atau ditanyakan mahasiswanya bisa langsung chat di WA tersebut. Ujang pun yang pada awalnya tidak menyukai pelajaran Kalkulus pun tiba2 melunak hatinya karena melihat yang mengajar pelajaran tersebut adalah Dosen muda cantik dan suka bercanda, dan usianya pun tidak jauh berbeda dengan Ujang.

“Gila dinnnnn, cantik banget tuh dosen mana masih muda lagi hahaha” ujar Ujang sembari tertawa ke Udin “yaelah elo jang giliran yang mengajarnya cakep kayak gini baru lo suka ama pelajaran Kalkulus” balas Udin.  Pada saat perkenalan pertama itu Ujang sangat bahagia karena yang mengajarnya dosen muda dan juga berparas cantik.

Pada pertemuan selanjutnya MK Kalkulus Ujang tiba tiba saja duduk di urutan paling depan,Udin pun bingun “Tumben-tumbenan lu duduk di depan Jang, biasanya juga duduk di belakang sambil main game” kata udin, “Ya lu tau sendirilah bahwa yang ngajarnya siapa ? itu yg membuat gue duduk didepan agar bisa lebih fokus” balas Ujang. “Dasar elu yah Jang, giliran yang ngajarny begini baru mau duduk di depan, dan BTW gue juga suka ama tu dosen jang” kata udin “hehehe, ah elu din yaudah deh mending kita bersaing secara sehat saja siapa yang bisa mendapatkan hati dosen tersebut” balas Ujang “Hahaha oke siapa takut” kata Udin. Dapat diketahui bahwa sejak pandangan pertama mereka berdua sudah suka dengan Dosen yang bernama Ayu tersebut. Ketika dosen tersebut mengajar dan memberikan soal latihan, Ujang sangat bersemangat dan segera langsung mengerjakan soal tersebut agar mendapatkan perhatian dari Ayu, akan tetapi ketika selesai dikumpulkan soal yang dikerjakan tadi, ternyata banyak yang salah dan itu berbanding terbalik dengan Udin, Udin malah mendapatkan sebuah nilai tertinggi dan mbak ayu pun sering memuji Udin, nah dari sinilah mulai persaingan yang sangat ketat bagi Ujang.

Hari demi haripun berlalu Ujang merasa boleh saja Udin mendapatkan terus nilai yang tinggi, akan tetapi Ujang akan berusaha mendapatkan hati Mbak Ayu tersebut dengan cara memberikan perhatian yang lebih ke mbak Ayu. Pada awalnya mbak Ayu biasa-biasa aja terhadap perhatian yang dikasih Ujangpun lama2 merespon dan menanggapi perhatian tersebut, Disini Udin yang semula dipuji puji  dan diperhatikan oleh mbak Ayu pun merasa kecewa, karena sekarang dia sudah jarang dipuji dan diperhatikan mbak Ayu. Karena Udin merasa si Ujang telah mencuranginya karena dia bersaing bukan karena Prestasi akan tetapi  hanya karena perhatian saja, sejak Saat itulah mereka semakin lama semakin tidak tampak seperti seorang sahabat melainkan malah seperti orang yeng bermusuhan.

Pada Suatu hari ketika MK Kalkulus selesai jam 8 malam, Ketika Selesai mengajar, mbak Ayu pada saat itu Ingin segera pergi ketempat kakaknya yang sedang mengadakan acara keluarga. Akan tetapi suasana dikampus pun pada saat itupun hujan.

Ketika didepan pintu masuk kampus mbak Ayu bertemu dengan Ujang dan menanyakan apakah hari ini dia membawa Mobil. “Iya saya hari ini sedang bawa mobil mbak, mbak mau kemana ? mau saya antar nggak ?” Kata ujang, “Mbak bisa minta tolong nggak ? bisa antarkan mbak ketempat Kakakny mbak gak jang ? soalny disana lagi ada acara keluarga.” Balas mbak ayu, “Tentu saja bisa kok mbak” kata Ujang, Sembari Ujang ingin menyampaikan perasaan cintanya kepada mbak Ayu. Ketika diperjalanan menuju kerumah kakaknya mbak Ayu, Ujangpun ngobrol sambil bercanda sama mbak Ayu dan sekalian ingin menyatakan cintanya kepada mbak ayu. “Mbak sebenarnya saya ini sudah suka dan cinta sama mbak semenjak mbak pertama kali memperkenalkan diri di kelas, apakah mbak mau menjadi pacar saya ? Tanya Ujang, mbak Ayu pun membalas “Mbak awalnya minta maaf sama kamu Jang, karena mbak sudah merespon perhatian lebih dari kamu, akan tetapi mbak tidak bisa menerima cinta kamu, dikarenakan mbak sudah tunangan, dan bulan depan mbak akan melaksanakan resepsi pernikahan mbak, kamu dan temen kelas kamu nanti datang ya” .

Setelah mendengar pernyataan itu Ujang pun diam seribu bahasa diperjalanan mengantar mbak Ayu itu. Setelah selesai mengantar mbak Ayu, Ujang pun pergi ke toko buah yang masih buka untuk memberikanya kepada Udin yang sedang sakit dirumahnya. Ketika sampai dirumah Udin, Udin pun menyambut baik Ujang, karena ketika meraka bersaing untuk mendapatkan mbak Ayu, Ujang sudah tidak pernah kerumahnya lagi. Kemudian Ujang pun mulai bercerita ke Udin bahwa mbak Ayu akan menikah bulan depan. Dan mereka berdua pun akhirnya menangis, lalu Ujang pun meminta maaf kepada Udin karena selama mereka bersaing mendapatkan mbak Ayu, Persahabatan mereka malah menjadi renggang dan malah hampir menjadi musuh. Udin pun memaafkan Ujang karena mereka telah sama-sama khilaf karena hanya seorang wanita mereka melupakan persahabatan mereka yang telah lama mereka bangun.

Setelah hari itu Ujangpun yang awalnya semangat dengan pelajaran Kalkulus kemudian hilang lagi semangatnya. Akan tetapi si Udin pun yang mengetahui itu kemudian memberikan motivasi dan semangat terhadap Ujang. Setelah mendapatkan motivasi dan semangat dari Udin, Ujangpun tidak lagi malas mengerjakan tugas Kalkulus dan kembali bersemangat belajar Kalkulus, dan Ujang sekarang pun tidak lagi membenci pelajaran yang berkaitan dengan Matematika.

Pesan yang didapat dari cerpen yang saya buat ini adalah Jangan hanya karena wanita persahabatan yang telah terjalin menjadi rusak.

Dan jadikanla persahabatan menjadi yang utama dan janganla kita menjadi egois, karena apabila sahabat kita menyukai seseorang kita harus mendukungnya ,bukan malah bersaing bersamanya, karena dengan bersaing bersamanya itu bisa merusak persahabatan.

Selesai

Terima kasih sudah membaca cerpen Dosen Yang Merubah Segalanya

========================================================================

 

Si Juwita Hati (Satu Kantor Satu Kampus)

(IBD: ABDI BASARIYADI – 17142039P)

Show Content »

Dimulai sejak awal melihatnya, pandangan pertamanya yang membuat rasa hati ini ter enyah tak bisa ku berkata sedikitpun. Wajahnya yang manis bak rembulan yang sedang bersinar memancarkan cahayanya. Apakah ini cinta? Dan Cinta yang sekian kali datang kepadaku. Aku pun mencoba biasa-biasa saja karena aku tak mau menyakiti perasaan dan menyiksa diri ini lagi karena takut akan ditinggalkan. Dengan berdiam diri dan memandangnya hanya dari kejauhan membuatku sadar bahwa diri ini tak mampu meraih cinta atas dirinya, dan akupun mencoba memberanikan diri dengan penuh harapan dengan meminta no hp nya tapi minta dengan teman ku, karena beratatapan saja dengan nya membuatku tak mampu berdiri apalagi meminta no hp nya langsung,.. 😀

Komunikasi dengan dia pun berlangsung setelah mendapatkan no hp nya, apa boleh buat aku seperti wartawan karena dia hanya menjawab apa yang aku tanya saja sulit bagiku untuk memulai dari mana lagi percakapan ini. Memang sulit memulai dari awal.

Yaa memang tak cukup hanya lewat no hp, mungkin karena dia tidak tau dengan siapa dia berkomunikasi. Aku pun menemui nya dan itu tanpa sengaja lewat sepapasan dengan nya, adduuh wajah nya begitu ayu dan manis dan aku pun terdiam dan tak sempat memanggilnya, sunguh wajahnya mengalihkan duniaku, akibat dari terdiamnya diri ini melihat ayu wajahnya di balik hijabnya, kesempatan itu hillang untuk mengobrol langsung dengan nya. Apa boleh buat aku lanjut lagi kontak dia dengan no hp nya, karena diri ini merasa menyesal menyianyiakan kesempatan itu dan pertemuan sebuah kebetulan itu yang aku tunggu.

Keesokan harinya aku sengaja mondar mandir di area kantor dan berharap bertemu dia kembali, ternyata hasilnya nihil karena aku belum sanggup untuk janjian bertemu dengan nya dan harapan sebuah kebetulan itu tak terulang lagi.

Hari demi hari ku lalui berharap dan masih berharap kembali bertemu dengan nya.

Memang temanku yang mengasih no hp nya, dan ternyata dia naksir dengan teman ku itu, pantas saja dari respon yang ku terima dari nya terasa kosong. Bagaimana lagi diri ini harus berkorban? Mungkin belum ada yang ku korbankan.

Demi keadilan bersama, aku pun mengalah karena sudah tidak bisa di paksakan, sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, lantas apa yang ku terima selama ini? Hanya penderitaan!

Aku pun tak setega itu menyiksa diri ini dengan menunggu nya atau mendoakan yang tak baik terhadap teman ku dan dia.

Singkat cerita kira-kira sekitar 1 tahun lebih aku mencoba melupakannya yang mungkin telah bahagia bersama teman ku.

Tanpa disangka diawal aku memulai perkuliahan dengan beralasan meminta brosur kuliah, aku bertemu dia kembali, ternyata diapun kuliah juga disana, oh Tuhan cobaan apalagi ini, baru saja aku bisa melupakannya lalu di pertemukan dengan cara seperti ini.

Tak lama dari sebuah brosur di sampaikan, aku pun bertanya mengenai perkuliahan swasta di Palembang ini. Yaa sedikit mengarah pertanyaan ke hubungan mereka. Dan ternyata mereka sudah tak bersama lagi. Mau bahagia itu teman saya, mau sedih juga tidak bisa karena masih ada harapan saya untuk menaklukan hatinya. Pertanyaan demi pertanyaan ku ajukan kepada nya mengenai syarat – syarat masuk kuliah di sana dan menyimpang ke pertanyaan – pertanyaan pribadi, sedikit basa – basi dulu lah, seperti sudah makan atau belum, lagi dimana, pulang kuliah jam berapa, berapa mata kuliah hari, dan lain – lain.

Perkuliahanpun dimulai, dia pun mengirim pesan yang berisikan “semangat ya hari pertama kuliahnya”, aku pun terkejut sesampai itu dia mengirim pesan dan memberi semangat, mungkin baginya biasa saja. Aku tak mau kalah untuk kali ini dan tak mau menyianyiakan kesempatan ini, karena yang ku lihat dan aku rasakan respon dari nya cukup baik, walau bagiku sedikit ke pede an. aku pun menanyakan pada hari pertaman kuliah dengan membalas pesan darinya,

aku: “pulangnya jam berapa hari ni dek?”

Dia:” sekitar jam 8 kak,”

aku: “pulang sama siapa?

Dia: “ biasa ikut temen atau di jemput aak”.

Aku: “ooh gk bawak motor ya?”

Dia: “gk di bolehi ibu kak”

Aku: “ooh kk anter pulang ya?”

Dia: “ntar ada yang marah gk kak?”

Aku: “gk lah dek, kk marahin balik kalau ada yang marah”.

Jam pulang kuliah pun tiba sekitar jam 8 malam lewat, aku menunggu nya di bawah tangga tepat pintu masuk gedung universitas, dengan elok dia menuruni tangga yang ku pandangi dari bawah gedung di anak tangga paling akhir, rasa tak sabar dan ingin ku jemput dia menuruni tangga tersebut. Yaa sesampai kami bertatapan dengan senyum tersipu malu di wajahnya yang membuat ku gugup dan gemeteran membawa sepeda motor, tapi aku tetap dengan gaya cool dan gagah membonceng dia dan mengantarkannya sampai ke rumah. Di atas motor yang sedang berjalan aku bingung apa yang harus jadi bahan obrolan, kalau aku diam mungkin perjalan akan terasa lama dan suasana menjadi dingin, dengan pertanyaan – pertanyaan konyol saya tanyakan kembali, bllaa,, blaaa,, bllaa,,,,…

Sesampai di rumah nya, untuk pertama kali juga aku tau rumah nya tidak jauh dari kantor atau pun kampus. Aku berpamitan dengan nya, berhubung sudah malam aku langsung saja pamitan.

Keesokan harinya, hari kedua aku kuliah dengan niat hanya ingin bertemu dia lagi. Hehehe. Yaa mungkin di kantor cukup sibuk antara aku sama dia, jadi sulit untuk ketemu kalau tidak hanya kebetulan.

Hubungan kami pun semakin dekat sering makan bareng diluar, nonton bareng, yang pasti jalan bareng,

tak berharap lebih takutnya kecewa tapi berharap lebih tidak ada salahnya. Dengan semakin dekat hubungan kami, awal nya dekat hanya via medsos lama kelamaan ketemu langsung dan memberanikan diri mengajaknya jalan.

Satu kantor dan satu kampus. Hubungan kami semakin baik tapi disisi lain kami harus menjaga perasaan orang lain. Kami belum berani mempublikasikan hubungan kami di kantor.

Hari demi hari kita lewati, tidak satu hari pun terlewatkan untuk bisa saling memberikan kabar, seiring berjalan nya waktu tidak ada lagi yang harus ditutupkan untuk  mengungakapkan perasaan ini, dengan rasa yang cukup percaya diri satu demi satu pertanyaan yang ku utarakan kepadanya hanya dengan lewat chatingan hingga dengan satu tujuan dari pertanyaanku yang mengarah bahwa aku ingin menjalankan satu tujuan ku untuk bisa bersama dia dan ingin menjaga dia layaknya seseorang yang sangat berarti di dalam hidupku. Tak ada yang kuharapkan lebih dari semua pertanyaanku tetapi jika tuhan mengizinkan untuk mengabulkan doa ku untuk bisa bersama dia dan ingin selalu menjaganya .layaknya hati yang terasa ombak ambik antara bahagia karna aku sudah sedikit merasa tidak terbebani dengan isi hati yang selama ini aku tutupi.

Dengan rasa percaya diri menunggu jawaban darinya, cukup dengan meratapi handphone  menunggu kabar dari nya.

denting suara handphone pun berbunyi dengan rasa yang begitu penasaran untuk membaca pesan darinya, cukup dengan dia mengatakan “maaf sebelumnya untuk saat ini saya lagi tidak ingin pacaran dahulu, karna saya lagi fokus di kuliah saya agar tidak terganggu” sedikit merasa kecewa tpi berusaha untuk tidak terlihat kecewa dihadapannya. berpikir keras untuk menggungkapkan isi hati ini tapi saya tidak akan pernah menyerah dengan jawaban dia seperti itu, cukup merasa kuat saya tidak akan menyerah untuk kesempatan yang kedua ini saya sia-siakan.

Berjalannya waktu 1bulan kemudian hubungan kami begitu baik-baik saja walaaupun hanya mengganggap ini semua hanyalah hubungan kakak dan adik saja. Entah seiring hati bisa berubah-ubah seketika aku mendapatkan balasan chatinggan dari nya yang membuat hatiku merasa bahagia ketika dia menjawab pertanyaan biasa yang aku tanyakan padanya .

aku: “sudah makan dek?”

Dia: ”alhamdulillah sudah kk ,”

aku: “yakin sudah?nggak bohong?”

Dia: “iya sudah kak sayang”.

Aku: “oh syg???”

Dengan rasa yang begitu bahagia, senang, gembira ada semua 😀  dengan jawaban dari nya yang memanggil “kak sayang” , membuatku bertanya-tanya apa maksud dari kata itu??? Hingga aku berpikir lebih baik aku dengan keadaan yang seperti ini yang membuat dia nyaman denganku dan aku selalu dekat dengan nya hihih ribuan kata sudah terucap di dalam percakapan itu hingga akhirnya kami saling mengerti dengan sifat,sikap bahkan kebiassan satu sama lain , hingga untuk mengalah atau keras kepala antara kita sudah bisa kita atasi bersama “ yaaa walau aku yang harus selalu mengalah darinya “, Entah tidak tau harus mengatakan hubungan apa yang kmi jalani untuk sekarang ini??  Di katakan memiliki hubungan yang spesial tpi dia tidak pernah menjawab pertanyaan ku “ ya untuk jadi kekasihmu”  di katakan hanya berteman tapi kami lebih dari teman seperti sepasang kekasih. Sampai akhir ini pun kami hanya menjalankan hubungan ini dengan baik layaknya sepasang kekasih tetapi kami tau  satu sama lain akan perasaan di hati masing-masing “aku mencitainya ,yaa dia mencintaiku” hahaha  layaknya seorang sepasang kekasih lainya yang memiliki satu hari spesial dimana hari dan tanggal itu membuktikan bahwa mereka sudah menjadi satu pasangan yang utuh , dengan cerita kami ini sedikit berbeda dengan saling mencitai satu sma lain entah dimulai nya di hari ap tanggal berapa hati ini di utuhkan untuk jadi satu pasangan yang utuh, kami tidak menghiraukan hal yang seperti itu karna kami memikirkan bagaimana tujuan kami kedepan nya

untuk bisa saling bersma di kemudian hari sampai kapanpun dengan tujuan hidup bersama dengan membangun dan menjalani  komitmen yang kami bicarakan untuk selalu dalam keadaan seperti ini dimana komitmen itu kita lakukan tepat waktunya nanti diakhir selesai nya perkuliah dia di tahun 2019,insya allah di tahun 2020 nya kita siap untuk hidup bersma menyatukan rasa hati dengan cinta yang seutuhnya untuk membangun rumah tangga sakinah mawadah warahma.

Note: yakinlah sesusah apapun kita menjalani suatu usaha yg belum  berhasil ,jangan pernah untk mempunyai rasa kecewa, bangkitlah untuk selalu berusaha,berjuang kembali  dan berdoa  untuk yakin bahwa usaha itu tidak akan pernah menghianati hasil.

========================================================================

WannaOne Dan Wannable

 ( IBD : Efrin Milinia F – 171420175)

Show Content »

Tahun lalu pada tanggal 7 agustus 2017 terbentuklah sebuah grup boy di korea selatan yang bernama “ WannaOne”, WannaOne berjumlah 11 member yaitu Kang Daniel, Park Jihoon, Lee Daehwi, Park WooJin, Bae JinYoung, Yoon Jisung, Ha Sungwoon, Hwang Minhyun, Lai Kuanlin, Kim Jaehwan, Ong Seongwoo. Mereka terbentuk dari sebuat ajang kompetisi yaitu “ Produce 101”.

Dan suatu ketika mereka mengadakan konser diberbagai negara yaitu Malaysia, Indonesia, Singapore, Korea, Thailand, dan Taiwan, dan semua member senang karena bisa menyapa para fansnya dari berbagai negara.

“ Gua seneng deh kita bisa ketemu sama wannable diluar korea “ Ujar jisung

“ Sama gua juga seneng ketemu wannable, dan gak sabar lagi pengen ketemu wannable nanti “ katanya Jaehwan

Dan mereka berlatihan untuk membahagiakan wannable seluruh dunia, dan mereka terus latihan demi wannable “ Aku sangat mencintai wannable “ Ujar jihoon setelah latihan

“ Aku juga mencintai wannable demi wannable apapun aku lakuin “ kata jinyoung

“ Kita gak boleh keliatan lelah didepan wannable agar mereka selalu tersenyum “ ujarnya sih woojin

Dan tibalah hari konser mereka di korea selatan, dan wannable udah pada kumpul untuk menantikan konsernya WannaOne “ Jihoon,Jisung,Jaehwan,Ong,Sungwoon,Daniel,Kuanlin,Daehwi,Woojin,Jinyoung,Minhyun Aku mencintai kalian “ teriak seorang wannable

Dan di backstage daniel berbicara kepada ong “ Aku sangat terharu melihat wannable malam ini “ ujar daniel “ Aku merasa gugup karena aku takut mereka tidak akan puas sama konser kita “ kata ong “ Aku yakin mereka akan puas sama penampilan kita “ ujar daniel dan akhirnya mereka naik keatas panggung dan bernyanyi lagu mereka waktu di kompetisi kemarin yang berjudul “ Pick Me ” dan mereka bernyanyi beberapa lagu setelah itu dan mereka berbicara kepada para wannable

“ TerimaKasih udah nonton konser kami, kami bangga sama kalian semua wannable” ujar ong seongwoo

“ Kami janji bakalan ngadain konser lagi setelah ini, kalian segalanya bagi kami “ ujar jisung

“ Wannable Saranghae “ ujar semua member Wannaone

Suara teriakan wannable yang gak bakalan dilupain sama wannaone, dan daehwi   berbicara kepada kuanlin “ Hyung gimana kamu senangkan ngeliat wannable malam ini “ dan kuanlin pun menjawabnya  “ Aku senang sekali ngeliat wannable malam ini, dan aku pengen ngelihat wannable di negara lain “ ujar kuanlin.

Bulan selanjutnya wannaone mengelar konser lagi di malaysia dan seperti biasa wannable salalu teriak histeris dan udah gak sabar liat penampilan wannaone “ Wanna One, Wanna One, Wanna One “ ujar semua wannable malaysia, Sebelum mereka naik kepanggung jisung, jaehwan, dan jihoon sempet bercanda “ Kenapa kamu cute sekali “ ujar jisung kepada jihoon, dan jihoon menjawab “ Udah takdirnya aku jadi orang cute “ kata jihoon kepada jisung dan jaehwan mendengar percakapan mereka dan langsung bilang “ Kamu cute kalo lagi bilang nae mauem soge jeojang “ ujar jaehwan dan jihoon ketawa sambil malu gitu. Dan tibalah mereka ke atas panggung, mereka sangat senang ngeliat wannable bahagia dan walaupun konser di malaysia rusuh. Dan mereka ngasih kode gitu kalo mereka akan kembali lagi nanti konser yang serjalan selama 2 jam tersebut telah selesai, dan satu wannable di wawancarain oleh 2 member wanna one yaitu jihoon dan woojin, tanpa wannable ketahui “ Gimana konsernya seru “ ujar jihoon dan wannable terserbut kaget dan rasa mau pingsan gitu “ aku seneng banget, dan semalam aku bermimpi apa bisa bicara sama jihoon dan woojin seperti ini “ ujar wannable dan wannable tersebut gak sempet minta foto karena manager wanna one telah memanggil jihoon dan woojin.

Setelah konser di malaysia sukses dan kini wanna one ke singapore pun berjalan dengan sukses seperti di malaysia kemarin, dan akhirnya wanna one konser di indonesia, dan inilah ditunggu-tunggu oleh wannable indonesia, dan sesampainya wanna one di indonesia mereka disambut oleh wannable indonesia yang sangat waw banget, karena wannable indonesia menyambut wanna one dengan sangat rame sekali,

sampe wanna one nya sendiri kaget melihat antusias wannable indonesia. “ Jihoon saranghae “ ujar wannable “ Wanna One aku mencintai kalian “ ujar wannable lainnya.

Dan sesampainya mereka dihotel mereka berbicara “ Wah wannable indonesia rame banget ya, aku suka di indonesia “ ujar jaehwan “ iya aku suka sama indonesia karena mereka rame banget “ ujar daniel dan mereka bercerita tentang wannable indonesia dan sampe mereka nanyain makanan indonesia itu apa “ kira-kira makanan indonesia apa ya “ ujar jihoon dijawab sama woojin “ kamu kejaannya makan aja, tapi mari kita tanya makanan khas indonesia apa “ ujar woojin, dan mereka bertanya kepada petugas hotel “ permisi saya mau bertanya makanan khas indonesia itu apa ya “ kata sih jihoon bertanya kepada petugas hotel, “ makanan khas indonesia itu gado-gado “ ujar petugas hotel kepada 2 member wanna one, “ gado-gado? Apa itu gado-gado “ ujar jihoon, “ gado-gado itu semacam sayur-sayuran yang di kasih kuah kacang “ ujar petugas hotel, “ dimanakah kami harus membeli gado-gado “ ujar woojin, “ diseberang jalan hotel ini ada yang jual gado-gado kok “ ujar petugas hotel, “ terimakasih pak “ kata sih jihoon. Dan mereka pun kembali kekamar untuk menanyakan kepada yang lainnya

“ guys kalian mau gado-gado “ ujar jihoon, “ ya kami semua mau gadp-gado “ ujar jisung, lalu jihoon dan woojin beserta jinyoung membeli gado-gado di pinggir jalan yang di arahkan petugas hotel tadi, dengan penjaganya wanna one “ permisi apa disini jual gado-gado “ ujar woojin “ iya disini jual gado-gado mau berapa bungkus mas “ ujar penjual gado-gado “ saya mau 20 bungkus ya bu “ ujar sih jihoon “ ditunggu ya mas “ ujar penjual gado-gado lalu mereka mampir ke mini market buat membeli minuman sesampainya mereka di mini market ternyata yang jadi kasirnya itu adalah wannable indonesia, dan dia kaget pas liat jihoo, woojin, dan bae jinyoung membeli sejumlah minuman “ omg ini beneran jihoon, woojin, baejinyoung wanna one “ ujar petugas kasir “ iya kamu kenal sama saya “ ujar jihoom “ saya pengemar kamu di indonesia “ ujar petugas kasir dan akhirnya petugas kasir pun meminta foto bareng sama mereka, dan bonusnya lagi mereka mendapatkan minuman tersebut secara gratis, dan mereka kembali lagi ketempat mereka membeli gado-gado tadi “ udah selesai bu gado-gadonya “ ujar jinyoung “ udah mas ini gado-gadonya “ ujar penjual gado-gado lalu mereka membayar dan kembali ke hotel untuk memakan gado-gado yang mereka beli tadi mereka makan bersama sampe mereka kelelahan dan tidur.

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba wanna one konser  di “ ICE BSD CITY “ wannable semakin berdatangan ketempat dimana konsernya wanna one, setelah acara mau di mulai wannable berteriak “ WannaOne,

WannaOne, WannaOne “ ujar semua wannable dan akhirnya wanna one tampil di atas panggung wannable pun teriak histeris melihat penampilan wanna one, mereka pun bernyanyi bersama dan mereka mengobrol bersama wanna one dan berfoto bareng wanna one sayangnya sih gak ada hi touch, hi touch itu kaya berjabat tangan sama anggotanya gituu loh, wanna one terharu melihat wannable indonesia tertib, mereka berjajni akan mengelar konser lagi, dan mereka bakalan kembali demi wannable indonesia “ Kami mencintai kalian wannable “ ujar jisung yaitu leader wanna one, gak kerasa konser 2 jam udah selesai dan mereka pun menyaanyikan lagu terakhir yaitu “ Beautiful “, aku tau perasaan wannable pasti sedih sekali karena waktu berjalan dengan cepat, dan wanna one kembali ke hotel unruk prepare ke negara selanjutnya yaitu “ Thailand “.

Thailand adalah negara yang untuk pertama kali di datangkan oleh wanna one, sebelum mereka pergi ke thailand minhyun sempet berbicara sama jaehwan tentang indonesia “ di indonesia pana, tapi saya suka disini karena orangnya pada tertib “ ujar minhyun “ saya suka indonesia karena mereka cantik dan ganteng-ganteng hehe “ ujar jaehwan, dan manager mereka pun datang dan mengatakan “ ayo semua kita harus ngejar pesawat uat ke thailand “ ujar manager wanna one dan merek masuk kemobil buat pergi kebandara, cukup lama mereka berjalan ke negara thailnd akhirnya mereka sampai di thailand dan lagi-lagi mereka di sambut baik dengan wannable thailand, karena mereka kelelahan akhirnya mereka tidur untuk menunggu konser besok yang akan sangat ramai oleh para wannable, pagi pun datang dan yang pertama kali bangun itu pastinya jihoon, entah kenapa dia selalu bangun lebih awal di bandingkan yang lainnya, dan dia selalu membangunkan hyung dan dongsaeng

“ Jisung hyung ayo bangun hari sudah pagi “ ujar jihoon

“ Aku masih ngantuk sekali “ ujar jisung

Dan jihoon membangunkan woojin yang sedang terlelap karena dia terlalu capek “ woojin ayo bangun ini sudah pagi “ ujar jihoon dan akhirnya woojin pun bangun dan ikut jihoon membangunkan yang lainnya juga, setelah mereka berusaha membangunkan mereka semua yang tidak ingin bangun dari tempat tidurnya dan akhirnya jihoon berbicara,

“ Woojin aku lapar ayo kita makan “ ujar jihoon

“ Ayo kita makan aku juga sangat lapr sekali “ ujar woojin

Dan semua member bangun setelah mendengar percakapan jihoon dan woojin yang sedang lapar “

Tolong buatkan aku juga satu “ ujar kuanlin “ dan semuanya sekarang bangun dan memesan makanan untuk mereka sarapan pagi. Dan akhirnya pesanan mereka pun datang sesudah mereka makan mereka memulai latihan sebentar sebelum manggung “ guys ayo kita latihan sebentar “ kata lee daehwi dan semua member pun merespon yaudah ayo kita latihan gak kerasa waktu konserpun tiba dan semua member bersiap-siap buat datang ke konsernya mereka, dan wannable mulai meramaikan tempat konser, didalam mobil mereka bercanda dan bernyanyi, “ aku tidak sabar pengen liat wannable thailand “ kata Sungwoon “ iya aku juga sudah tidak sabar lagi melihat senyum bahagia mereka “ kata Ong seongwoo sesampainya mereka di tempat konser mereka melihat antusias wannable thailand tapi sayangnya mereka rusuh gak kayak indonesia yang tertib tapi konser tersebut berjalan dengan lancar. Setelah beberapa hari mereka di thailand akhirnya mereka pulang ke korea “ aku lelah sekali, tapi aku senenang melihat wannable bahagia “ kata bae jinyoung “ aku terharu melihat mereka yang selalu mendukung kita “ ujar jisung “ aku ingin bertemu mereka kembali, dan secepatnya agar aku bisa liat senyum para wannable “ kata minhyun

Akhirnya mereka sampe di korea dan di sambut sama orang tua mereka masing-masing “ ibu bangga kepada mu nak “ ujar ibunya daniel

“ ahh ibu bisa aja, terimakasih udah menjadi ibu yang terbaik “ ujar daniel

Dan akhirnya mereka kembali ke tempat tinggalnya mereka dan disana mereka selalu bercanda sama tingkah lakunya mereka dan kabar gembiranya mereka bakalan ngadain sebuah onser lagi di negara yang udah mereka datangi kemarin, dengar kabarnya sih bualn july ya, tapi katanya wannable harus siap menerima keputusan dan ini konser terakhirnya wanna one karena pada bulan desember nanti mereka bakalan bubar sedih sih kalo mereka bakalan bubar, mereka Cuma di kontrak 1 tahun sama YMC Entertaimen, tapi wannable selalu berdoa ya agar mereka di perpanjang lagi sama YMC agar mereka gak jadi buat bubar. Dan akhirnya pengumuman untuk negara-negara yang akan di adain konser wanna one itu : Indonesia, Malaysia, Korea, Thailand, Singapore, Taiwan,

Dan Jepang semoga konser mereka berjalan dengan lancar ya wannable, pesannya buat wanable jangan terlalu sedih suatusaat mereka bakalan kembali demi kalian walaupun bukan dengan nama “ WannaOne “

terima kasih untuk wanna one yang selalu membikin wannable bahagia, dan selalu ikin wannable ketawa karena tingkahnya mereka, wannable bakalan merindukan kalian, dan semoga kalian tetep kompak ya, jangan ada yang jaim-jaiman,

“ WannaOne anadai kalian tahu betapa bahagianya kami melihat kalian selalu tersenyum, dan berapa bahagianya kami melihat kalian selalu kompak, tapi kenapa disaat kami bahagia ad perpisahan disitu kita baru saja berjumpa tapi kenapa kita harus terpisahkan lagi, aku sangat rindu sama kalian, kalian yang selalu bikin aku ketawa, kalian yang selalu bikin aku bahagia, kalian yang selalu bikin aku tidur malam, kalian selalu bikin aku harus ada kuota, kalian selalu buat aku mengumpulkan uang karena ingin member barang tentang kalian, dan kenapa sekarang kita akan berpisah 7 bulan itu waktu yang singkat, dan waktu yang cepat andai bulan desember itu di hapus saja mungkin kalian tidak akan bubar, WannaOne teruslah bertahan demi wannable, teruslah membuat wannable tertawa, aku yakin kalian gak mau liat wannable bersedih karena kalian bubar, kekuatan kami adalah kalian dan kekuatan kalian itu adalah kami Wannaone”

<TerimaKasih>

========================================================================

Yang Terpenjara Waktu
(Shantri Bindu Pasai 16142027P)

Show Content »

Sini, Nak,” senandungku. “Duduk di pangkuan. Ayo kita bercengkerama tentang hal-hal manis, seperti gula-gula, sejumput awan dan senyum ayahmu. Cerita-cerita yang akan membuat harimu lebih renyah. Ayo, buka matamu, bangkit dari tempat tidur.”

Kutatap Limara yang belum membuka mata. Memang bagaimanapun juga hari masih terlalu pagi. Baiklah, kumulai saja ceritanya, kita tak ada waktu seharian. Dan apa yang lebih penting untuk diceritakan pada seorang anak, selain asal muasal namanya?

Sedari pertama bertemu, aku sudah tahu ia langit. Tapi kalau benar ia langit dan aku bumi, sungguh tak mengapa sesekali bertemu di lautan, tempat langit dan bumi sesekali berpelukan. Lautanku bernama bumi Sulawesi.

Mereka sebut ia Dewakinnara. Tapi kita harus beri nama samaran yang sama heroiknya. Anggap saja nama terbaik yang pernah kau dengar dalam hidup ditambah satu juta poin lagi, maka kita akan sebut dia itu. Atau sebut saja dia A. Huruf pertama, tanpa akhiran. Karena tak semua yang berawal harus memiliki akhir. Atau itu pikiran gilaku saja yang baru kenal namanya awalan tanpa sudi diberi akhiran.

Tapi apa istimewanya seorang Dewakinnara? Ah. Salah. Seharusnya kau tanyakan apa yang tidak istimewa dari orang itu.

Ia tak lebih dan tak kurang adalah pemujaku, dan aku tak lebih dan tak kurang dari pemuja setianya.

Aku bertemu Dewakinnara kala kami berkelana dalam satu kelompok yang mendapat kehormatan menyaksikan upacara Rambu Solo’, tradisi pemakaman, di Toraja. Aku mencari inspirasi untuk masakan khas Indonesia di restoran berbintang-bintang di Dubai sana, ia mencari objek foto untuk dunia internasional saksikan mengenai Indonesia.

Tak sulit untuk jatuh cinta padanya, bagaimanapun juga ia pribadi yang unik dengan isi kepala penuh dengan letupan ide. Tapi aku bersimpuh sepenuhnya karena namanya. Ya, jangan terbahak, ia pernah cerita bahwa namanya diambil dari dewa penguasa segala nyanyian dan tarian. Entah benar atau hanya bagian dari rayuan mautnya, tapi aku berani sumpah, ia memang terlahir untuk menjadi seorang Dewakinnara.

Tepat lima puluh bulan setelah pertemuan pertama, kami bergandengan di pelosok Sulawesi, kini berdua saja. Dengan lengan mengepit kamera dan tas-tas yang sesak oleh lensa, ia mengembara serupa layang-layang yang lupa pulang. Aku genggam lengannya sebagai pengingat. Agar ia tak seketika menghilang. Kami berjalan bersisian menapaki bumi Sulawesi. Tanah lengket diam-diam bercengkerama dengan sepatu kami yang sudah menjejak pedalaman Papua dan Kalimantan sejak bertahun-tahun sebelumnya.

“Mau diberi nama siapa, pemberontak kecil kita?” tanya Dewakinnara sambil merunduk-runduk mengambil gambar bumi Sulawesi yang megahnya luar biasa:

kadang indah, kadang mengerikan mengancam jiwa. Tapi tak ada hal yang hebat yang bisa diperoleh tanpa perjuangan.

Aku menghela napas sekali lagi, terlalu gengsi untuk mengakui bahwa aku hanya manusia biasa. Berat ternyata jalan-jalan membawa perut sebesar ini, meski hanya ke sisi hutan yang paling datar sambil menyusuri tapaknya perlahan sekalipun. Entahlah. Aku berani ikut ke sini semata-mata karena belum nampak tanda-tanda ia berkenan untuk keluar. Padahal dunia sudah terentang sedemikian luasnya untuk kami jelajahi bertiga. Sang pemberontak, kata Dewakinnara. Seolah ia tak ingin diberi tahu kapan harus keluar.

Dewakinnara sudah berkali-kali ditawari beasiswa ke luar negeri, berkali-kali pula ia tolak dengan santun. Aku ingin membagikan indahnya bumi Indonesia, aku tak tertarik melirik bumi lainnya, ujarnya dengan dada terbusung bangga. Ucapannya diamini oleh berbagai fotografer internasional lainnya yang kerap kami temui berkali-kali di pedalaman Indonesia.

Aku terantuk. Ketubanku pecah juga. Dewakinnara seperti orang gila, setengah tertawa, setengah panik histeris. Tertawa semata-mata lega, akhirnya dewi yang kami tunggu-tunggu hadir juga. Panik karena kami menjelang malam di tengah hutan yang jaraknya berkilo-kilo jauhnya dari desa terdekat.

“Berminggu-minggu sudah kita tunggu dia di dalam rumah yang nyaman, malah memilih ingin keluar sekarang,” Dewakinnara berdecak kagum. Detik pertama ia mulai tergila-gila pada anaknya sendiri

Entah kekuatan dari mana, setelah memasukkan kamera ke dalam tas punggung, Dewakinnara menggendongku sambil berlari menempuh kilo demi kilo hutan yang menggelap.

“Aku takut,” dalam pelukannya, mataku menjelajah pohon-pohon tinggi di langit. Pohon-pohon menjulang yang semakin seram seiring dengan malam yang tanpa ampun mengejar kami.

“Marendeng marampa’ kadadianku,

Dio padang digente’ Toraya Lebukan Sulawesi,

Mellombok membuntu mentanetena,

Nakabu’ uma sia pa’lak na sakkai Salu Sa’dan.”

Dewakinnara nyanyikan Marendeng Marampa, lagu yang sama-sama kami pelajari di Tanah Toraja. Aku tahu ia bersenandung agar aku tidak takut. Sempat-sempatnya ia bernyanyi di sela napas yang tersengal.

“Kamu rindu Toraja kah?” tanyaku begitu kami di desa dan aku selesai berperang melawan maut.

“Teramat sangat,” ia seka keringat dari dahiku sambil menggendong sang bayi.

“Nanti kita ke sana bawa Limara ya?”

Dewakinnara terbahak. “Mau kau namai Limara?”

“Limara. Nama pohon eboni yang terus mengiringi lari-lari kecilmu sepanjang hutan tadi.”

“Limara,” ulang Dewakinnara dengan mata berbinar takjub.

Seolah mengiyakan, bayi di pelukannya tertawa girang.

***

“Ah, kau yang kepala batu ini pasti masih pula bertanya apa yang lalu terjadi,” aku terkekeh, kembali ke masa kini. Baik, kulanjutkan ceritanya, meski mata Limara masih terpejam.

Sulit untuk tidak jatuh cinta pada Toraja. Alamnya, budayanya, keramahan penduduknya, namun yang sering terlupakan karena butuh waktu untuk memahaminya: filosofi hidup mereka. Ada satu hal yang lebih menarik selain filosofi hidup mereka: filosofi kematian yang mereka junjung.

Sementara seluruh dunia bertarung dan mengunci pintu rapat-rapat dengan ide kematian, orang Toraja justru memeluk erat kematian dengan penuh keakraban. Kematian bukanlah akhir, hanya satu tahap dari proses panjang. Bukan pula perpisahan yang perlu ditangisi.

Kini, Toraja sudah menjadi bagian dari kami, dan kami pun sudah jadi bagian dari Toraja. Kemanapun kami mengembara, pulangnya pasti ke tanah yang sama pula.

Tapi tahun demi tahun melahap bumi Sulawesi dengan tak ramah. Limara, eboni hitam yang mendunia, telah membutakan mata banyak orang. Kami bertiga berjalan dalam diam, masing-masing menjinjing sendu. Tak ada lagi cuitan burung yang bersahut-sahutan. Semakin dalam kami masuk, bekas-bekas penebangan semakin nyata terlihat. Limara meneteskan airmata untuk pepohonan yang namanya disandang pula olehnya.

Krekkk!

Dewakinnara bergegas menutup mulut Limara dan menariknya ke balik semak-semak. Dadaku sesak oleh gemuruh hingga tak terdengar dan tak terpikir apa-apa lagi. Tanganku gemetar, namun tetap kupeluk erat-erat Limara dalam lindunganku.

“Kamu tetap di sini,” bisik Dewakinnara. Ia mengganti lensa kameranya menjadi lensa jarak jauh. Perjalanan singkat ke hutan ini seharusnya sekedar bertemu burung-burung unik untuk foto Dewakinnara dan bahan makanan untuk menu baru restoran Indonesiaku. Tapi sialnya kami bertemu dengan para pembalak yang sudah pasti liar, karena ini hutan lindung. Kalau masih ragu, senapan-senapan yang mereka sampirkan di dada tentu bisa memberi penegasan sendiri.

Dewakinnara mendekat hingga jarak yang ia tentukan aman. Ia ambil foto sebanyak-banyaknya sebagai bukti sebelum kemudian berlari ke arah kami.

“Kita ketahuan!”

Aku tersandung-sandung menarik Limara yang ketakutan. Dewakinnara bergegas menariknya dan seketika itu juga menggendongnya sambil terus berlari begitu cepat.

“Tidak bisa. Mereka akan mengejar kita.”

Tembakan demi tembakan berdesing sedemikian dekatnya di telinga kami. Ini pasti bercanda, ya Tuhan, ini pasti bercanda. Siapa yang bisa membunuh manusia lainnya demi kayu! Aku berpikir histeris.

Dewakinnara berbelok mendadak. Ditariknya aku ikut ke dalam sungai. Ia beri isyarat pada Limara untuk menarik napas. Berbarengan, kami celupkan kepala ke dalam sungai sambil menarik semak-semak menutupi kami. Seekor ular sungai lewat. Aku berdoa pada Tuhan, pada Dewa Bumi, Dewa Sungai, penguasa alam semesta siapa pun itu, beri kami kesempatan hidup. Jejak-jejak mereka berderap di tepian sungai. Orang-orang itu melewati kami!

Sesampainya di desa, Dewakinnara segera berlindung di rumah kepala adat. Masih terengah-engah, ia bercerita tentang apa yang ia temui dan keluarkan kamera dari tas anti-airnya. Ditunjukkannya foto-foto yang membuatku paham mengapa kami diserang sedemikian ganasnya: seorang petinggi negara terkemuka tengah berdiri di atas jeep.

Sementara Dewakinnara berbincang dengan kepala adat, mataku menangkap seorang anak yang tergesa lewat membawa baki berisi makanan. Limara mengajaknya bermain. Anak itu menggeleng sambil memberi isyarat, aku harus taruh ini dulu di kamar Ibu, sambil berjalan menuju loteng.

Lamira yang sudah paham pun mengangguk. Istri sang kepala adat memang sudah lama berpulang karena sakit dan tengah menunggu prosesi pemakaman.

Percaya atau tidak, butuh waktu bertahun-tahun untuk kemudian menjebloskan petinggi itu dan membersihkan mereka hingga akar-akarnya. Seperti bola salju, sekian nama yang tak terduga ikut pula terseret. Tapi kami sudah tak lagi di sana untuk merayakan keberhasilan itu. Kami terpaksa mengungsi dari bumi Sulawesi, jauh ke negeri lain, jarak terjauh dari nusantara yang dibenci Dewakinnara. Semata-mata untuk melindungi diri dari ancaman dan teror yang menghantui.

***
Sebuah ketukan di pintu mengganggu ceritaku. Disusul dengan ketukan-ketukan lain yang semakin lama semakin keras. Hari sudah petang. Ada apa pula orang bertamu. Kulongokkan kepala, Limara tak kunjung membuka pintu depan. Begitu pula dengan Dewakinnara. Aku mendesah lelah. Aku rapikan piring-piring makan siang mereka dulu sebelum kubuka pintu.

“Selamat siang, Madam,” sepasang polisi membuka topi mereka sebagai tanda hormat. “Kami mendapat laporan dari para tetangga. Boleh kami masuk?”

Tanganku gemetar. Aku menggeleng. Yang kutahu, menggeleng adalah selemah-lemahnya perlawanan. Kulihat selusin manusia telah berkumpul di lorong apartemen. Aku  menelan ludah susah payah ketika para polisi tersebut merangsek masuk.

Sesosok perempuan separuh baya yang kutahu berkewarganegaraan Indonesia juga menghampiri, memelukku erat.

“Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Polisi sudah bilang itu karena racun, bukan karena dirimu,” gumam Maya sambil terus menenangkanku.

Para polisi mendobrak pintu demi pintu kamar, menghiraukan tangisanku yang mulai pecah. Tiba di pintu kamarku, semua orang seketika menutup hidung. Tak apa kalau mereka tak mengerti. Tak ada satupun dari mereka yang bisa mengerti kenapa aku melakukan ini.

Maya sungguh tak paham bahwa tak ada yang bisa disalahkan selain kelengahanku yang membiarkan mereka berdua memesan pizza sambil menunggu aku selesai menutup restoran. Andai waktu itu aku memilih memasak di rumah saja, takkan sempat para kronco petinggi itu membalas dendam melalui racun yang mereka tabur di pizza. Takkan tertinggal sendiri aku di alam ini, sementara mereka telah melanjutkan perjalanan ke alam sana. Dua ciptaan Tuhan yang paling kupuja.

“Kami sungguh menghormatimu sebagai tetua di sini, Madam,” ujar salah satu anak muda. “Tapi Madam tidak lagi tinggal di Toraja. Anda bahkan bukan orang Toraja. Ini negeri yang sama sekali berbeda. Tidak boleh menyimpan mayat di dalam rumah.”

========================================================================

Cinta Terbagi Tiga dan Berakhir dengan orang ke Empat
(IBD : Dicky Ardiasnyah – 16142018P)

Show Content »

Awalnya sih lagi galau dan boring drmh lagian komplek perumahan sukatani tempat anggi juga sepi, bisa-bisa setress tidak ada hiburan menyendiri putus cinta sudah lumayan lama 4 bulan. Dan iseng-iseng mencoba mencari teman dekat rumah jadi keluar rumah, memang benar rasa mumet dan penat sekalian suntuk hilang tiba-tiba ketika kaki ini mulai melangkah keluar rumah menuju jalan. “Tiba dikala matahari terbenam dan pukul tujuh malam. Keluarlah seorang pria bernama anggi taruna S  dengan berjalan kaki tak jauh dari rumahnya untuk membeli pulsa, setelah membeli pulsa si anggi pun duduk di konter hp itu dengan teman-temannya tapi umur temannya masih sangat jauh di bawah umur angg atau istilah kata kids jaman now (jola-jola). dan tak lama kemudian datanglah seorang wanita cantik yang sangat perfect baginya, si anggi pun terdiam, terpanah melihat keindahan sosok wanita yang begitu amat cantik sampai – sampai matanya pun tidak berkedip melihat wanita itu, sampai wanita itu pulang si anggi itu masih memandanginya dari kejauhan sambil berkata” dalam hatinya subhanallah indahnya ciptaan mu. Temannya pun sampai ngolahi anggi ”woy Ak dk bekedip lagi mata tu kayaknya hahaha. Enaklah Ak deketan rumahnya dengan wanita itu klo jadi pacar bisa jadi pacar lima langkah dong, pas juga ya konter hp nya di tengah-tengah rumah Aak dan wanita itu ujar teman anggi, Anggi pun penasaran dengan wanita yang sangat cuek teka melihat mukanya saja wanita itu sudah membuang rai, pikir anggi mungkin si wanita itu cuek karena mengganggapnya sebagai pria yang gak jelas mana penampilannya lagi urak-urakan dan teman-temannya pun pada jola-jola semua.

Anggi hanya tertunduk tersimpu malu dengan keadaan dan kondisinya itu,  ahh tapi kan klo mau ngetes wanita itu harus tampil apa adanya dulu pas waktu jelek biar nanti klo udah jadi kekasih bisa terima aku apa adanya ujar anggi dalam hati dengan penuh semangat, sama-sama bertemu dan melihat lagi jelek-jeleknya acicut, semakin penasaran anggi tadi bertanya kepada penjual pulsa di konter

anggi: pak “

bapak konter: yahh kenapa nak?

Anggi: itu tadi cewek siapa dia ya..

Ohh jawab bpk konter sambil tersenyumJ. Itu cewek di komplek puri indah bawah anak anggota polisi, susah dek untuk mendapatkannya.

karena setiap anak daerah sini ingin mendekati pasti ayahnya tidak memperbolehkan pria untuk mendekatinya,  apa lagi ibu nya orang medan marga Tarigan, nanti dikirimnya kau kemedan, maklum keluarganya dari orang berada dan terhormat ‘bilang bpk konter itu sambil bergurau. anggi pun langsung terdiam mendengarnya dengan mental yang sedikit turun, karena mendengar ayahanda dari wanita ternyata seorang anggota polisi, dan sambil beerharap dalam hati apakah saya bisa menjadikan wanita itu sebagai kekasih ujar anggi sambil tersenyum J..Tak lama kemudian pun anggi pulang kerumahnya karena hari sudah malam dan mataya pun sudah berat tinggal 5 wat lgi, keesokan harinya anggi masih penasaran ia pun bergegas pergi kemasjid untuk sholat magrib dan berdo’a dengan khusyuk penuh harapan agar bisa bertemu lagi dengan wanita itu, eh ternyata do’a nya pun terkabul tiba di kala habis dari masjid dan mau membeli pulsa di konter Hp kemarin, ternyata si wanita itu lagi keluar rumah bersama ibunya sambil berjalan matanya pun menoleh ke arah anggi saperti ada magnet yang menarik kepala wanita itu kearahnya seolah-olah lehernya mau patah melihat anggi, motor nya pun semakin jauh melaju tetapi kepalanya masih menole, hmm maklum sholatkan juga menambah ketampanan dan aura ujar anggi dengan percaya dirinya, akhirnya dia pun juga keluar lagi dengan berjalan kaki menuju konter dan membeli pulsa, karena kesempatan tak datang untuk yang kedua kalinya, anggi pun langsung menegur wanita itu dengan gembira dan hati yang sangat senang.

Terbayang di benak seakan bidadari turun dari kayangan untuk mencari selendangnya. Tetatpi sayangnya selendang itu bukan di anggi, wanita itu hanya senyum-senyum malu setelah di ajak berbicara oleh anggi. Akhirnya anggi mendapat meminta nomor hp cewek itu melalui bpk konter, dan malam itu langsung menelpon wanita, bercakap-cakap memperkenalakn diri satu sama lain, anggi berbicara apa adanya beginilah aku dengan bnyk kekurangan dan sedikit kelebihan yang belum kerja Cuma masih kuliah untuk menuntut ilmu dan masa depan ternyata namanya adalah angle. Seperti orangnya yang cantik nan jelita namanya pun juga seperti orangnya oh tuhan subhanallah,  tampaknya si angle tipe wanita yang menerima apa adanya, tapi kan blum tau sifat aslinya karena yang namanya bru kenal masih sama-sama saling privasi, Setia hari terus saling komunikasi tak lupa waktu untuk di berikan kepada angle dan mulai perhatian anggi kepada angle samapai” tidur anggi tak nyenyak makan pun tak enak setiap saat selalu teringat angle yang cantik,baik,lembut.sadar atau tidak sadar kau selalu di kepala ujar anggi sambil melamun.

dengan membayangkan raut muka angle yang cantik dan mempesona itu. Tak lama waktu beberapa hari muncul lah rasa suka dari anggi untuk angle. Dan angle juga merasakan hal yang sama. Tapi yang namanya wanita paling hebat menyembunyikan dan menutupi rasa sukanya atau disebut dengan malu-malu kucing.

Secara kan wanita itu harus di dahului bukan dia yang mendahului, jadi sebagai laki-laki harus bisa mengerti dan memahami wanita,  Tiba di hari sabtu malam minggu, si anggi pun mengajak do’i untuk kencan di tempat di tempat yang sangat pas dengan moment terbaik jembatan di atas sungai musi pemandangan yg bagus airnya yg ternang lampu” berkelap kelip seperti hati anggi yang lgi berkelap kelip juga, serta hembusan angin laut rambut do’i pun berterbangan dengan pesona cantiknya, melihat ke atas juga di penuhi bintang-bintang cuaca yg sangat mendukung satnight. Tangan anggi pun langsung memegang jemari-jemari tangan angle sambil mengangkatnya dan memandang ke arah angle itu untuk mengungkapkan perasaan yang paling dalam.

Anggi: angle?

Anggel:iya kenapa ?

Anggi: sebenarnya dari peretama kali aku melihatmu, aku langsung suka hatiku dan filing ku menyatakan kamu lah orang yang pas yang selama ini aku cari

Angle: hmm kok bisa gitu ya lagian kan kita juga baru kenal, kenapa kamu bisa langsung ngomong kayak gitu ..

Anggi: ya justru itulah kita kan belum saling mengenal satu sama lain, biarlah perasaan ini yang mengenalkan diriku dan dirimu

Anggel hanya terdiam ketika anggi mengungkapkan kata-kata itu. Dan anggi pun terus meluncurkan serangan bidik anak panahnya ke jantung hati tepat sasaran dengan mengutarakan perasaannya yang paling dalam

Anggi: angle sebenarnya aku suka kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku??

Samabil jantung yang berdegup kencang dan rasa berharap yang besar akan di terima cintanya.

Angle hanya senyum” seolah-olah ingin mempermainkan perasaan anggi yang serius kepadanya dan tertawa terbahak bahak..hahahah ujar angle.

Anggi terus memohon dengan rayuan” maut dan gombalnya, aku gaK mau kamu di rebut laki-laki lain selain aku ujar anggi

Mungkin dari kata kata itulah yang menembus benteng perisai dari angle dan meluluhkan hatinya untuk di isi oleh seorang yang di anggapnya bisa menjaga dan melindungi dirinya

tak lama kemudian angle  menjawab dengan sangat lembut”yauda kita jalanin dulu aja ya..

Dengan hati yang sangat senang anggi meloncat-loncat di jembatan dengan penuh semangat dan gaira hidup, tak lama pun mereka langsung makan mie tek tek yang tak jauh dari tempat itu, mereka ber dua mengucapkan janji kita tidak akan pernah pisah walaupun sebesar apa masalah itu dan berjuang dari nol bersama” ya karena mendaki bersama-sama itu lebih asik berpetualang dibanding menunggu di puncak sendirian. Iya aku ngerti kok mksd dari apa semkuanya ucapan yang kamu berikan untukku ujar angle. Makasih yaJ udah cantik pinter lgi

Angle: ahh kamu gombal terus, pegangin dong biar gak terbang ni ke awan

Anggi: hehe tenang aja kok gak usah di pegangi juga gak bakal terbang karna di atas ada pelapon rumah haha tertawa sambil terbahak-bahak

Angel: wkwkwk

tak lama kemudian masuk kuliah si anggi di universitas binadarma dan si angle di STMIK politeknik palcomtech palembang. Sama-sama kuliah malam di karenakan waktu jam pulang kuliah sama jam delapan, jadi setiap pulang si aggi menjemput si angle dan pulan bareng, sampai 6 bulan lama pacaran sifat-sifat dan watak sudah mulai tahu. harmonis,susah,seneng,sedih,pahit,manis,asem sudah di lalui bersama. Setiap hari hari yang di lalui selalu ber dua seperti burung yang mempunyai sayap dengan seimbang karena melengkapi kekurang dan kelebihan satu sama lain

“Akan tetapi mulailah timbul maslah” baru yang membuat cekcok hubungan mereka perlahan-lahan mulai berantakan tak beres. Di karenakan orang ketiga yang juga senang selama ini sama angle, SO laki-laki itu ternyayata teman satu kelas angle di kampus, memang belakangan-belakangan waktu itu angle sering menyebut-nyebut laki-laki itu, tetapi anggi malah menganggap sebagai angin lalu, karena anggi sangatlah percaya dan yakin bahwa angle pasti setia dengannya alias (SETIAP TIKUNGAN ADA),benar saja ucapan angle itu, rasa tidak enak” dari perasaan anggi terus ada maklum namanya pacaran sudah cukup lumayan lama jadi kontak BATIN kuat untuk kekasih yang ia sayangi, Kecurigaan anggi mulai muncul, dan pada saat selesai UAS perkuliahan mulai selesai libur panjang telah tiba.

Si anggi pulang ke dusun (pulkam) dengan waktu yang cukup lama, tak berselang dari itu si anggi melihat foto kekasihnya di instagram ternyata foto” dirinya dan dia sudah di hapus dengan rasa cemas di karenakan berjarak yang cukup jauh dan komunikasih juga renggang semua sosmed anggi pun sudah di Blokir oleh angle. Pikiran anggi pun sangat kacau balau dengan penuh kecemasan yang di takutkannya ternya benar apa yang di khawatirkan dan di cemaskan oleh anggi. Setelah anggi menyelidiki memalui Hp sahabatnya foto pacarnya yang sangat ia cintai dan sayangi bersama lelaki lain. Sungguh sangat hancur perasaan anggi Bagaikan burung yang patah sayap dan kehilangan satu sayap tidak seimbang dan jatuh dari ketinggian . Dan ia pun jatuh sakit selama 6 bulan penyakit yang di derita anggi adalah paru-paru. Ya allah sungguh malang nasibku badan sakit-sakitan juga di tinggal penyemangat hidupku yang jadi motivasi Hari-hariku. Tanpa sadar apa yang telah menjadi janjiku dan dia. Tetapi dia malah melupakan semuanya dengan bersenang-senang dengan lelaki itu sambil mengendarai mobil. Sedangkan anggi terbaring sakit di kamar dengan penuh obat-obatan dan berat badan yang terus-menerus turun. Ya allah apa salahku ini sampai-sampai aku kehilangan semuanya apakah aku akan mati karena penyakit yang ku derita dan mulai berputus asa karena banyak yang sudah-sudah mengalami penyakit paru-paru sedikit yang sembuh kebanyakan meninggal dunia karena penyakit itu. Anggi terus berdo’a ya allah ku pasrahkan semuanya kepadamu berussaha dan berdo’a ku yakin pasti bisa, Dukungan  dari orang tua dan keluarga terus mensuport tiada henti perlahan-lahan anggi pun mulai pulih dan berhijrah. Karena ia tahu Tuhan itu Adil.

Berjalan beberapa bulan Hatinya yang sakit beserta penyakitnya pulih semangatnya pun bangkit dan dia menceritakan kejadiannya yang sedih kepada sahabatnya sambil mencari solusi. Ternyata sahabatnya memberikan semangat dan motivasi dengan menunjukkan seorang foto cewe cantik. Perlahan-lahan anggi mencoba mendekati cewek itu.

“Alhamdulillah tuhan itu memang adil memang adil, karena kekasihnya yang sebelumnya matrealistis mau mencari pria yang harus memakai mobil,kaya,dan mapan. Akhirnya anggi juga mendapatkan wanita yang baru di kenalnya dengan begitu, bawa mobil, cantik dan mapan. Dan terakhir anggi hanya bilang dear mantan semoga bahagia bersamanya dan sampai sekarang si anggi bahagia dengan kekasih baru yang di kenali oleh seorang sahabatnya itu.:)

========================================================================

MATA KEHIDUPAN

(IBD: M. REZA PAHLAWAN – 171420056)

Show Content »

Di tengah hutan aku terbangun dari tidurku, di tengah hutan yang lebat, terik matahari yang menyinari dedaunan pohon, aku tidak tahu di mana diriku.

Aku melihat sebuah gubuk yang sederhana.

“Siapa yang ada di dalam gubuk itu ?”.

“Apakah di dalam ada orang ?”.

Tanpa pikir panjang aku masuk kedalam tubuh sederhana itu lalu melihat sebuah kamar yang kecil, sebuah kasur yang rapi, susunan bunga di atas meja.

Lalu, seorang wanita masuk ke dalam dan menatapku.

“Siapa dirimu ?”

“Dari mana asalmu ?”

“Apakah kau pencuri ?”

“Apakah kau ingin membunuhku ?”

Aku terdiam, aku tidak bisa berkata apapun.

Aku memberanikan diriku untuk berbicara.

“Aku tidak tahu siapa diriku”

“Aku tidak tahu darimana asalmu”

“Aku tidak ada niat untuk mencuri”

“Apalagi ingin membunuhmu”

“Aku tidak tahu tujuan hidupku, kuharap kamu bisa membantuku”

Wanita itu menjawab.

“Aku tidak bisa percaya begitu saja”

“Mandilah di sungai belakang dan bantu aku’

Dengan sigap aku menjawab.

“Baiklah!”

Seleaai aku mandi di sungai belakang aku melihat ikan berwarna biru, lalu aku mendekat dan cahaya ikan itu bertambah terang, aku pun menangkapnya. Setelah menangkapnya aku membawa ikan itu ke gubuk wanita itu.

“Aku menangkap sebuah ikan, aku tidak tahu ikan apa itu”

“Apakah banyak ikan seperti itu ?”

Wanita itu menangis, dan berkata.

“Itu adalah itu adalah adiku dikutuk oleh ratu Velix”

“Aku ingin kau membantuku untuk membunuhnya’

Ku menjawab

“membunuh itu tidak boleh”

“kau harus bisa menahan emosimu dan mencari cara lain”

Ia membalas jawabanku

“Baiklah, kita harus menghancurkan kristal di tingkat ratu itu”

“Kita harus bersiap untuk menghadapi ratu jahat itu”

“Esok hari kita akan pergi”

Istirahatlah terlebih dahulu.

DidalamDidalam tidurku aku bermimpi

Aku adalah adik dari wanita itu, telah dikutuk oleh ratu jahat itu, jika aku bisa menemukan ikan biru itu aku bisa mengingat siapa diriku. Namaku Reza dan wanita itu adalah kakak Perempuanku yang bernama Melisa.

Kedua orangtuaku dibunuh oleh ratu velix karena mereka inginratu Velix untuk diganti. Kakakku dan aku akan mengambil kristal dari tingkat itu dan menghancurkannya.

Pada esok hari aku dan kakakku pergi ke istana ratu Velix, lewat dari belakang istana karena keamanan di sana lemah. Setelah mengalahkan penjaga istana, kami bertemu pengawal ratu Velix. Sangat sulit mengalahkan penjaga itu. Aku hampir mati karena tombak penjaga hampir mengenai kepalaku. Lalu kakakku memanah kaku penjaga, lalu aku memengal kepala penjaga itu.

Kami kepuncak atas istana lalu bertemu ratu Velix, dan melihatnya memegang tongkat itu.

Ratu Velix langsung menyerang kami lalu kami menghindari sinar dari kristal tongkat itu.

Lalu tali panahku mengenai tangan ratu Velix yang memegang tongkat itu. Dan tongkat itupun jatuh dan pecah. Saat itu juga ratu Velix mati dan aku berubah menjadi anak kecil, adik dari wanita itu.

========================================================================

RINDU

( IBD : M Ridho Elfiansyah Putra : 171420203 )

Show Content »

Saat ku buka mataku,aku menyadari bahwa matahari telah terbit lagi…

Menemaniku saat diam dalam sedih…

Kini kutatap indahnya sinar mentari, terangi hatiku yang gundah ini..

Cinta terlalu larut dalam gelombang air yang begitu kuat…

Hingga ku lemah akan meraih dan menggenggamnya…

Tapi kini kusadari, ada yang telah pergi…

Bersama kepakan sayap merpati putih…

Seperti angin tak terlihat, tak mampu di genggam, namun dapat dirasakan. Begitulah rasa rindu dihatiku sekarang,tak mampu diungkapkan, tak terlihat, namun itu sangat terasa. Hanya mampu menahan tangis, tapi tak mampu untuk menahan rindu. Ya, aku sangat rindu kali ini. Benar-benar rindu. Ramadhan kali ini benar-benar berbeda, ada yang hilang, serasa belum terbisa. Ku harap ini hanya sekilas mimpi buruk yang akan hilang, ini juga harapan mama dan adikku. Andai ku dapat memutar waktu, akan ku habiskan seluruh waktuku bersamanya.

Waktu itu, di pagi yang cerah, seperti biasanya aku bersiap-siap untuk pergi kuliah dengan penuh semangat. Tiba-tiba hp ku berbunyi (Kringgg….). “ Sin, nanti pulang kuliah cepetan kesini ya !! temenin mama, mama takut sendirian” pesan singkat dari mama. “Iya ma, nanti sinta pulang langsung kesana” kata ku.

Sebelumnya perkenalkan namaku sinta, dan aku mahasiswi di UGM. Sudah lebih dari tiga minggu ayahku terbaring di rumah sakit tak jauh dari rumahku. Aku, mama, dan adikuku selalu bergantian untuk menjaga ayahku. Ayah ku terkena penyakit jantung, masih mampu makan minum, berbicara lancar, namun tak bisa lepas dari tabung oksigen. Ayahku sudah sering begini, maksudnya sudah sering masuk rumah sakit, namun tidak pernah selama ini. Tak ada kekhawatiran awalnya, namun malam itu membuat kekhawatiran muncul pada ku dan tentunya pada keluarga besarku.

Ayah tak sadarkan diri, dengan nafas yang terengap-engap, membuat mamaku takut untuk ditinggalakn sendirian dirumah sakit, sehinggaa adikupun ikut menjaga ayah dirumah sakit malam itu bersama mamaku.

Malam-malam sebelumnya ayahku tak pernah seperti ini, dan ini membuat rasa takutku mulai muncul.

Keesokan paginya ayah kembali normal , sudah tak seperti malam tadi yang membuat semua orang khawatir. Namun ada berita yang mengejutkan, untuk mamaku, kerena orang tua laki-laki mama, lebih tepatnya kakek ku dikabarkan meninggal dunia. Ku tahu hati mama sangat hancur saat  mendengar itu, di tambah dengan ayahku yang sedang sakit.

(Kringggg) hp ku berbunyi lagi . “ Sin, mama mau kerumah kakek pagi ini, kamu buruan kerumah sakit gantiin mama, adik juga mau pulang saolnya mau sekolah.” SMS dari mama.

“OK, ma aku OTW sekarang.” Balasku.

Untungnya aku hari ini tidak ada jam kuliah, jadi aku bisa jagaiin ayah seharian, mungkin sampai malam dan menginap disana, karena kemungkinan mama akan menginap dirumah kakek sampai dua hari.

Sampailah aku di rumah sakit, mama dan adik buru-buru pulang. “ Hati-hati ya ma.” Ucapku

“Iya kak, mama pergi dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa cepet hubungin mama atau tantemu. Mama bentar aja kok, nanti mama besok pagi usahaiin pulang ya.” Kata mama.

“Gak usah buru-buru pulang. Aku baik-baik aja.” Kata ayah

Tinggalah aku dan ayah ku pagi itu. “ Gimana yah? Uda sehatan? Uda makan?.” Tanyaku pada ayah.

“ Yah beginilah, belum ada perubahan.” Kata ayah.

“ Ayah harus banyak makan, banyak doa biar cepet sembuh.” Kataku.

Pagi itu hingga sore hanya aku dan ayah ku di runah sakit. Sesekali tante ku datang untuk melihat keadaan ayahku. Karena rumah tanteku tak jauh dari rumah sakit itu.

Tepat pukul 17:30 WIB aku pulang kerumah dan giliran adikku yang menjaga ayahku. Tadinya aku dan adiku ingin menginap disana menemani ayah. Tapi sayangnya gak jadi, karena aku besok ada jadwal kuliah. Jadi adik ku dan tenteku yang menjaga ayah ku dirumah sakit malam itu.

Matahari mulai muncul, menandakan hari sudah pagi. Aku bergegas pergi ke kampus agar bisa cepat pulang dan kerumah sakit menemui ayahku. Sepulang dari kampus aku langsung menuju rumah sakit, ternyata sudah ada mamaku. mamaku baru pulang pagi ini. Senang rasanya melihat keluarga ku berkumpul seperti ini, walaupun di rumah sakit.

“kok cepet banget ma pulangnya?” Tanya ku

“Iya, mama khawatir ninggalin ayah, kamu sama adik. Yang penting mama uda liat kakek mu untuk yang terakhir kali kemarin. Mama sedih, tapi jangan sampai berlarut-larut.” Jawab mama.

Sore itu aku dan adiku pulang kerumah. Karena semenjak ayah ku masuk rumah sakit, tugas mama dirumah menjadi tugasku. Seperti mencuci baju, memasak, menyetrika, menyapu, dan lainnya. Sangat melelahkan ternyata, baru kurasakan seperti ini. Tak sanggup aku jika terus begini seperti mama. “ kok bisa ya mama sabar banget.” Ucapku dalam hati.

Kekhawatiran malam itu, terjadi lagi malam ini. (tok..tok..tok ) bunyi pintu kamarku. “siapa?” tanyaku. “Ini tanante sin, cepet bangun, kita harus ke rumah sakit.” Kata tanteku.

Ku buka pintu. “ Ada apa te, inikan uda malem?.” Tanya ku

“Iya, kita harus ke rumah sakit sekarang. Ayah mu kritis lagi, cepet bangunin adikmu.” Kata tente

Hati ku mulai gelisah, mulai tak tenang, rasa takut itu muncul lagi dikepalaku.

“Apakah ini saatnya?.” Tanyaku dalam hati

Aku, adik, dan tante ku bergegas ke rumah sakit. Dengan rasa cemas ini ku tahan air mataku, dan berdoa sepanjang jalan untuk kesehatan ayahku. Terlihat jelas kesedihan dan ketakutan yang besar di wajah adiku. Dia tak henti bertanya pada tanteku.

“ Ayah kenapa te?.” Tanya adikku

“ Kita kesana dulu aja ya.” Jawab tanteku

Sesampainya dirumah sakit aku dan adik ku belari menucu kamar ayahku, tak kusangka dari kejauhan, aku melihat keluarga besar ku sudah berkumpul disana. Terus bertanya dalam hati apa yang terjadi saat itu. Aku benar-benar belum siap untuk ini. Ketakutan terbesarku seakan sudah di depan mata.

“Cepat masuk.” Ucap tante ku

Aku dan adiku pun bergegas. “ Permisi suster, aku mau masuk.” Ucapku pada suster jaga malam itu.

“ Maaf dik tidak  boleh, pasien masih kritis dan dokter sedang membantunya.” Ucap suster itu.

“Aku ini anaknya sus”. Dengan nada kesal aku menjawab.

Akhinya aku dan adikku di perbolehkan masuk.

Saat itu pikiranku makin kacau melihat kedaan ayahku yang terbaring lemah tak sadarkan diri. Seperti sinetron yang biasa ku tonton di televisi.

Semua keluarga ku mebaca surat yasin malam itu untuk ayahku. Ayahku belum meninggal. Tapi dia tak sadarkan diri. Kulihat mamaku yang sangat ketakutan, yang terus menggenggam tanganku erat.

“Jangan takut ma, kami semua disini. Ayah pasti sembuh.” Ucapku

“ Jangan sekarang aku mohon.” (ucapku dalam hati)

Beberapa jam berlalu ayahku sadarkan diri, dan membuat seluruh keluargaku legah tentunya.. Namun ayah ku belum begitu mengingat apa yang terjadi saat itu. Sebagian keluargaku pulang subuh itu termasuk aku. Dan sebagian keluarga ku memilih untuk tetap di rumah sakit untuk menemani mama dan adikku.

“ Ma, kakak pulang dulu ya. Kakak besok pagi harus kuliah. Nanti kalau sudah pulang kakak langsung kesini gantiin mama. Ayah, kakak pulang dulu ya. Ayah cepat sembuh.” Ucapku

“Iya, hati-hati.” Jawab mama

Setibanya dirumah aku langsung sholat subuh dan berdoa kepada Allah meminta kesembuhan untuk ayahku. Terasa cepat sekali untuk pagi kali ini. Belum terlelap sedikitpun mata ini. Dengan pikiran yang kacau ini aku bergegas pergi ke kampus. (Kringg….) Hp ku berbunyi lagi. Aku berharap ini bukan pesan yang mengejutkan.

“Sin, nanti pulang kuliah langsung ke rumah sakit ya. Mama takut sendirian. Adik barusan pulang kerumah untuk mandi. Ayah sudah agak baikan, ayah uda bisa lepas dari oksigen, ayah uda bisa mandi.” SMS dari mama

“ Iya ma, nanti kakak langsung kesana. Alhamdulillah kalau ayah uda sehat.” Balasku

Senang hatiku membaca pesan mamaku itu, ketakutanku sedikit hilang. Aku segera pergi ke kampus, menggunakan ojek online. Di sepanjang perjalanan aku terus berdoa untuk ayahku. Agar ayah benar-benar sehat dan bisa cepat pulang.

Setibanya di kampus tiba-tiba Hp ku berbunyi (Kringgg….) Ternyata ada lima panggilan tak terjawab, dan begitu banyak pesan dari tanteku.

“ Sin, cepetan kerumah sakit sekarang.” SMS tante

Aku langsung bergegas kesana tanpa memikirkan apapun termasuk kuliahku.

Di perjalanan hanya ketakutkan yang aku pikirkn. Takut dan sangat takut. Tangan ku begitu gemetaran. Seakan ada hujan badai yang akan datang.

Setibanya di rumah sakit aku berlarian, ku lihat semua keluarga ku sudah berkumpul dan menangis tak henti-hetinya. Aku masuk ke dalam kamar ayahku , sudah tak sadarkan diri dan keadaan mamaku benar-benar buruk saat itu.

Langsung ku bisiskan dua kamlimat syahadat ke telinga ayahku, “asyhadu an-la ilahailla Allah wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah “.

Suster berkata bahawa ayah ku sudah meninggal dunia. Semua keluarga ku menangis saat itu. Aku hanya mampu menahan tangis dalam hati ku. Tak pernah ku bayangkan sebelumnya rasanya sampai sesakit ini, hatiku benar-benar hancur pecah berkeping-keping, air mataku seakan membeku, terasa sangat sepi mesti di tengah keramaian. Ketakutan terbesarku akhirnya benar terjadi saat itu.

“Sin, ayah sudah pergi. Ayah meninggalkan kita.” (kata mama sambil menangis )

Kupeluk mama sambil ku bisikan ,” Ma, kita harus kuat demi adik .”

Ku dengar suara adik ku dari kejauhan sambil berlari “ Ayah….jangan tinggalkan aku.”

Dipeluknya ayahku seerat-eratnya sampai tak ingin lepas, tak henti-hentinya dia menangis di hadapan ayahku itu.

“ Ayah, kenapa ayah tinggalkan aku, ini hari Ulang tahunku. Ya, Allah apa ini kado dari mu. Aku tidak mau. “ ucap adikku

Semua orang tak hentinya menangis, mamaku, adiku keluarga besarku. Pemandangan yang benar-benar membuat tubuhku lemah tak berdaya. Apalagi ku dengar adikku berbicara seperti itu. Adikku yang masih kecil, yang mungkin belum siap dengan semua ini.

“ Ya Allah, biar aku saja mati. Jangan ambil anakku” nenek ku berkata ( orang tua perempuan ayah ).

Serasa dunia ini berhenti bergerak, semua sunyi, tak ada angin yang melintas, matahari pun takut tenggelam. Terasa sangat cepat bila ku ingat kejadian waktu itu, ada penyesalan yang tersirat di hati yang tak mamapu di ucapkan. Kesedihan masih terasa di ramadhan kali ini. Ramadhan pertama tanpa ada sosok ayahku. Sampai sekarang pun masih ku dengar mama ku menangis di setiap sholat malamnya, karena kehilangan sosok suami dan orangtuanya di tahun yang sama dan dalam kurun waktu yang berdekatan.

Aku tidak tahu hati mama terbuat dari apa hingga mama sesabar ini. Aku tidak akan mampu menjadi orang seperti mama.

Aku benar-benar sangat rindu saat ini pada ayahku, tak mampu ku bayangkan dan ku ingat-ingat waktu itu. Ku  ikhlaskan, meski batin ini tak mampu . Sedih jika ku bayangkan wajah ayahku untuk yang terakhir kali. Hanya tersisa kenangan-kenangan manis bersama ayahku. Dan entah sampai kapan kesedihan ini akan hilang.

Hanya doa yang mampu kukirimkan untuk ayahku, kesedihan ini akan ku jadikan salah satu proses menju kedewasaan ku. Kehilangan mengajaran ku untuk lebih kuat dan sabar.

Tugasku sekerang adalah menjaga mama dan adikku, membuat mereka bahagia, membuat mereka terus tertawa. Kuharap tidak akan ada kesedihan lagi setelah ini.

Kali ini aku benar-benar tahu rasa kehilangan sesungguhnya seperti apa.

Mamaku sempat bertanya waktu itu padaku, “Apakah aku tidak menyayangi ayahku. Hingga kau tak menangis? “

Hanya ku balas dengan senyuaman manis waktu itu.

“Aku bukannya tak sedih, namun kesedihan ku kali ini sudah melewati batas. Hingga tak bisa diungkapkan dengan kata dan tindakan saja.

Aku hanya tak ingin mama makin bersedih jika melihat aku bersedih.

Andai mama tahu semua ini.” Ucapku dalam hati.

Sekarang aku, adik, dan mamaku menjalani hidup dengan lembaran baru dengan kebahagian yang tersisa, meski tak bersama ayahku.

Ayah Aku sangat rindu. Rindu akan semua kelucuanmu, perhatianmu, marah-marahmu. Aku mencintaimu selalu. Dan semoga kau mendengar rinduku ini. Aku harap ayah selalu bahagia disana.

========================================================================

Jodoh Takkan Kemana
(IBD : Rahmad Ramadhan – 171420099)

Show Content »

Semua rasa ini berawal saat aku pertama kali melihatnya di pasar modern plaju.Seorang perempuan dengan mata yang indah,seakan dalam hidupnya tak ada beban,yang ada hanya kebahagiaan.Seorang perempuan yang mampu membuat awan gelap dalam hidupku lenyap dan merubah menjadi Pelangi yang indah.Saat pertama kali kita bersalaman,saat pertama kali kita bicara,saat pertama kali dia mengusap rambutku,dengan suara yang mengajak aku bercanda.
Aku mengingat semuanya,Devi tryza biasaku panggil Devi. Ia  adalah pemilik mata yang indah itu,orang yang kusuka.Dia adalah seorang mahasiswi tekenal di IGM semester akhir yang telah menjalani siding dan tinggal menunggu waktu wisuda, sedangkan aku hanya mahasiswa baru yang biasa-biasa saja. “ Mad, jangan diam saja dekatin ujar Haris. Dia adalah saudara sepupu terbaikku, semua masalahku selalu ku ceritakan padanya. Termasuk soal Devi perempuan yang ku suka. “ga ah, takut sama cowonya”, jawabku dengan wajah yang sedikit mendung. ya Devi sudah mempunyai pacar,yang satu fakultas dengan nya.
Laki-laki itu umurnya diatas satu tahun di atas Devi dan akan wisuda bareng,ahh pupus sudah harapanku. “ini no hp Devi”, tiba-tiba Alam dating sambil memberikan sedikit kertas yang berisikan nomor yang tak lain adalah no hp Devi. “serius lam,? Dapet dari mana kamu?, tanyaku padanya. Janghan heran ya, kalau Alam juga tau padahal dia orang yang sama sekali tidak dekat denganku,tapi tahu kalau aku suka sama Devi,  karena bukan hanya sahabat terbaikku yang tahu, tapi seluruh saudaraku tahusemua hingga ayuk dan bude aku. “udah lah mad,  ambil aja, sukses ya!”, jawab Alam sambil tersenyum dan menyerahkan kertas itu padaku, setelah itu dia pergi meninggalkanku dan Haris.
Setelah ku dapat no hp Devi,  kami pun sering chattingan, aku kira awal tanggapannya akan sangat cuek ternyata tidak sama sekali, dia sangat peduli dan lama-lama aku benar-benar merasa dekat sama dia. Sampai akhirnya kita atur jadwal buat jalan bersama, hamper setiap hari saat selesai lebaran aku dan Devi jalan bersama terus tap[pi tidak hanya aku dan Devi tapi dengan saudara aku yang lainnya seperti Haris,Dewa,Dhani, setiap kali aku buka bbm, aku selalu mencari dia di obrolanku, dan aku selalu buka profildia. Setiap hari juga aku selalu menemaninya online, bahkan pernah waktu itu sampai jam 3 pagi, tapi tak pernah menyesalinya, karena justru malam itu jadi malam yang indah.Dia ngechat aku duluan, wah. Senangnya aku, karena biasanya selalu aku dulu. Bahkan saat itu juga aku ingin berteriak kesenangan. “kok belum tidur mad?”, aku terkejut kata itu keluar darinya. Sebenarnya aku ingin sekali membalas seperti ini, “aku menunggu kamu tidur”, tapi aku tidak berani, bias-bisaaku di gantung sama cowonya. Jadi aku bilang ke dia, kalau aku lagi belajar program. Kami terus chattingan sampai dia mulai lelah dan mengantuk, dan dia pun akhirnya offlin. Tapi sebelum offline, dia bicara terima kasih kepadaku, karena aku sudah menemaninya. Aku benar-benar seperti kembang api yang siap meluncur ke atas.., pecah dengan indahnya. Ya tuhan, aku benar-benar senang sekali, aku beryukur kepada-Mu.

========================================================================

Kata-kata yang mengubah segalanya

(IBD : Romy Novriansyah –  171420157)

Show Content »

Sedikit cerita tentang diriku yang di besarkan di kota kerajaan sriwijaya yaitu palembang dimana adat kulturisasi menyatu dengan kemajuan teknologi terutama di zaman now ini.

Aku lahir dan besar dalam keluarga yang bisa di bilang cukup sederhana, itulah yang membentuk sikap ku hingga hari ini. ayah ku adalah sosok sangat berjasa besar dalam kehidupan ku. Dan ibu ku, dia adalah sosok paling penyayang dengan teknik nya sendiri dalam menyanyangiku.

Ibu dan ayah ku di karuniai 2 orang anak, aku dan adik ku yang juga ku sayangi. Kami di besarkan dalam keluarga yang menganut kepercayaan Islam, dan berpegang teguh dengan ajaran nabi Muhammad SAW serta pencipta-Nya Allah SWT.

Aku disekolahkan di salah satu SD di wilayah Bukit Kecil, dimana petualangan hidupku dimulai. Dulu aku menilai diriku ini adalah seorang yang pemalu serta penakut. Dulu temanku sangat sedikit malah bisa di hitung dengan jari saja.

Tapi dlu aku mencoba beradaptasi hingga aku akhirnya mampu memiliki banyak teman awalnya. Kenapa aku bilang begitu ku pikir dengan memberi bekal makan siang hingga uang jajan ku itu salah satu cara ku untuk bisa mendapatkan banyak teman hingga suatu ketika mereka mengolok-olok ku ketika aku tidak bisa memberikan sesuatu lagi buat mereka. Mereka membully ku hingga waktu itu aku harus kabur dari sekolah dan pulang ke rumah karena baju sekolah ku kotor oleh air comberan.

Sesampainya di rumah ibu murka karena melihat baju putih ku yang menghitam karena air comberan,

kata ibu ku “kenapa baju kamu nak?”,

aku menjawab “ini karena teman-teman ku bu”,

“gak mungkin kalau teman sampai tega melakukan itu, kamu ngapain mereka?”,

“teman aku minta duit jajan untuk beli mainan cuman aku gk kasih karena pagi tadi ayah gk kasih uang jajan, jadi bekal aku di buangnya sama aku di cemburin ke selokan belakang sekolah”,

“ya allah, orang berapa yang nyiksain kamu?”,

“banyak”. Aku mengakhiri pembicaraan.

Ibu ke belakang lalu menyeretku ke kamar mandi, di tangannya aku sudah memegang ikat pinggang punya ayah ku. Lalu aku di gebuk oleh ibu ku beberapa kali hingga pinggang dan pantat ku merah karena pukulan tsb.

Sore harinya ibu guru ku datang ke rumah sambil membawa tas ku, ibu ku menyambut kedatangan guru tadi, sepertinya semua sudah di katakan oleh ibuku ke guruku, dan sepertinya guruku juga telah mengetahui semua yang terjadi. Hingga akhirnya guruku izin pamit untuk pulang.

Dari situ aku mulai menyendiri lagi, entah di sekolah maupun di rumah karena jujur aku memang jarang banget main ke luar rumah, gw lebih suka main berdua sma adikku di rumah.

4 tahun berlalu aku sekarang sdh duduk di kelas 5 SD, adikku saja masuk ke SD yang sama 2 tahun yang lalu, di saat inilah aku mulai tertarik dengan lawan jenis (mungkin inilah penyebab kenapa jaman sekarang banyak anak kecil yang masih kecil sudah pacaran). Kembali lagi aku mulai tertarik dengan lawan jenis, dia anak kecil yang cantik juga dan manis, ditambah dia sangat pintar dan selalu jadi juara kelas.Tapi karena waktu itu aku masih pemalu hingga dia berlalu hingga aku tamat SD.

Tak lama berselang aku, aku mendaftar masuk SMP dan perjalanan ku berlanjut ke SMP. Hampir seluruhnya sama seperti aku masih di SD, cuma di sini lah aku mulai merasa kalau masa sekolah adalah masa-masa yang indah, aku menemukan sahabat dan cinta pertama ku. Sahabat ku adalah orang tergokil pertama yang aku temui dan karena dia inilah juga aku mulai agak sedikit nakal, Seperti contoh puasa ramadhan tahun lalu aku pamit dengan orang tua ku untuk menginap di rumahnya dan pulang ketika sahur, mungkin di pikir orang tuaku aku beneran tidur atau setidaknya gak kelayapan. Ehh taunya temen ku malah mengajakku begadang sampe sahur di warnet. Dan aku bakal di katain banci kalau tidak mau ikut alias mau tidur. Jadi aku ikut saja sekalian penasaran gimana rasanya main warnet karena jujur seperti yang telah ku ceritakan di atas aku memang gak pernah keluar rumah kecuali mau sekolah atau mau ke masjid buat ngaji. Aku ikut dan bermain game online bersama sahabat ku itu. Seminggu puasa berlalu dan tidak terjadi apa-apa, hingga malam itu aku telah bersiap untuk ke warnet bersama hingga janjian dengan teman dunia maya ku untuk bermain bersama. Kami pun pergi, memesan 2 buah PC dan akhirnya main sampai ketika lagi asyik main ibuku datang ke warnet tempat aku bermain dan mencari aku,

“nah ada ibuku gimana ni cuy?”, aku menegur Sahabatku,

“bencana ini bro, mau lari lewat mana lgi?”, jawab Sahabatku,

dan ibuku menemukan ku

“pulang ke rumah nanti mau sahur nanti gak kebangun sahur kamu juga pulang!”, kata ibuku menegur dan memaksaku untuk pulang,

“tapi bu, hp aku gimana?”, kataku mencoba untuk mengelak,

“besok saja mengambilnya yang penting kamu pulang sekarang atau mau aku siksa?”,

“ya bu.”, jawabku pasrah.

Dan akhirnya malam itu tepat pukul 01:00 malam kami pulang ke rumah masing-masing, dan sejak itu juga aku tidak pernah begadang main warnet lagi.

Di masa inilah aku juga menemukan seorang gadis yang kuyakini hingga detik ini dia lah calon ibu dari anak-anak ku kelak. Dia wanita biasa saja tak seperti wanita yang ceritakan di atas. Dia baik, manja, kekanak-kanakan, yang paling aku suka dari dia, dia rela korbankan apapun untuk teman terutama sahabatnya. Dia sangat mencintai keluarganya, awal pertemuanku dengannya berawal dari sahabatku karena cewek ini dulu satu kelas dengan sahabatku ini, dan karena dia berteman dengan sahabatku inilah aku mulai mengenalnya dan berteman baik dengannya. Awalnya kami berteman biasa saja hingga seiring waktu perasaan itu pun muncul, puncaknya waktu itu ketika kami di tugaskan mengikuti acara perkemahan bersama dengan beberapa anak lainnya. Malam itu hujan lebat suasana begitu dingin aku melihatnya kedinginan dan sepertinya dia tidak membawa jaket dan kain sarungnya basah oleh hujan, usai hujan aku mendekatinya sambil menyodorkan jaket ku,

“ini Sell pake jaketku, jangan lupa tidur nanti jangan pake celana pendek pake aja celana olahraga saja kamu tadi ya?” sambil ku mendekatinya,

“ya Rom makasih ya sarung yang di bagiin tadi basah lagi huufftttthhh” jawabnya dengan gaya imutnya.

“kok bisa?”,

“ya tadi itu si Mira minta temenin ke tenda guru pembimbing ada dia ingin tanyakan soal pasukan gerak jalan besok ehh begitu keluar tenda hujan deras jadi basah deh”,

“ya udah gak usah di pikirin hooaammm ngantuk tidur yuk besok kan ada latihan gerak jalan”,

“ya ni hooaammm, ngantuk juga aku duluan ya Rom?”,

“ok selamat malam Sell” aku mengakhiri pembicaraan.

Kami pun kembali ke tenda masing-masing aku tersenyum sambil memikirkan karena telah bisa membantu teman sekaligus orang yang aku cintai itu.

Keesokan harinya, guru pembimbing memanggil kami semua dan mengabsen satu persatu, tapi nama kami berdua tidak di panggil dan guru itu bilang

“yang namany tidak dipanggil akan tinggal di perkemahan untuk menjaga tenda dan barang-barang berharga lainnya”,

mendengar itu aku merasa temanku itu pasti sedih. Setelah itu nama yang di panggil langsung bersiap untuk gerak jalan. Aku pun mendekati untuk menghiburnya

“kamu juga di panggil tadi?”,

“enggak”, jawabnya dengan lesu.

lalu aku kepikiran untuk menggambar pemandangan sekitar perkemahan melihat ku menggambar dia pun ikut menggambar pemadangan perkemahan dari sudut pandangnya. Melihat dia tersenyum sambil menggambar aku pun berbicara

“untung kita gk ikut ya, jadi kita bisa gambar gak jelas kayak gini”,

“hehe ya” jawabnya,

“daripada kita ikut gerak jalan badan item, haus, cape lgi”,

“hahaha ya betul itu betul”.

Kami pun tertawa bahagia dan yang paling bahagia sepertinya aku karena sekali lagi berhasil menghibur temanku itu. Selang beberapa tahun sepertinya teman ku itu tau kalau aku tertarik sama dia hingga dia sedikit menjauh dari ku hingga puncaknya kami di hadapkan dengan Ujian Akhir Nasional ku pikir ya dia menghindar mungkin karena ingin fokus UN. Hari demi hari ku jalani UN hingga kami selesai dan hingga hari kelulusan kami tak pernah bertemu lagi dengannya. Aku terus bertanya-tanya kemana kah dia apakah yang telah ku lakukan selama ini salah?,

itu sekaligus membuat ku sedih hingga di hari pembagian Ijazah ku bertemu dengannya ingin ku menyapanya tapi terlambat dia sudah di jemput orang tuanya dan kata ayahnya dia akan melanjutkan sekolah di luar kota yang itu bearti aku kehilangan kesempatan mengungkapkan perasaan ini. Mulai hari itu aku merasa tidak bisa melakukan apapun dengan benar itu terus berlanjut ketika aku masuk SMK, memang di masa SMK aku mendapatkan banyak teman terutama teman cewek tapi kayaknya tidak ada yang seperti dia lagi. Masa SMK ku berjalan monoton hingga sampai aku lulus.

Oh ya sahabatku jg 1 SMK dengan sampai kami lulus dan akhirnya berkerja di perusahaan yang sama pula.

Kami berkerja di sebuah hotel di daerah sekitar charitas, sesuai jurusan kami dlu yang harus di tuntut untuk terbuka dan ramah kepada pelanggan atau tamu. Perasaan itu hadir dan membuat ku sering di tegur karena kurang fokus dalam berkerja. Sahabatku sepertinya ikut sedih melihat keadaan ku yang waktu itu jujur seperti zombie untungnya tamu gak lari liat aku. Sahabatku menyemangati ku agar bekerja lebih fokus dan coba lupakan semua tentang teman lama kami itu. Aku mengiyakan tapi hati ku tidak, aku terus bertanya dan lama kelamaan itu terus menjadi-jadi hingga puncaknya aku di berhentikan karena aku kurang fokus dalam berkerja dan kurang bersosialisasi entah dengan tamu ataupun dengan sesama pegawai.

Aku pun menganggur selama 1 tahun, aku pun mulai mencari kerja lain entah kasir Mini market & jaga warnet tapi akhirnya sama aku di keluarkan karena kurang fokus dalam berkerja bahkan aku pernah mengganti kerugian sejumlah uang ketika bekerja di minimarket dulu, hingga sekarang aku menjaga hewan ternak milik ayahku. Karena menganggur aku terus kepikiran akan perasaan tsb. Hingga aku kepikiran bagaimana jika tembak dia tapi tidak secara langsung, aku pun stalking dia hingga aku mendapatkan no. teleponnya aku pun mulai SMS dia, pertama aku mulai dengan sms iseng

“Hi?” kataku,

lalu dia menjawab “siapa ini?”,

ku lanjutkan dengan memberi tahu kalau ini Romy Sahabatnya waktu SMP dlu, Baru dia mengenaliku, setelah itu aku terdiam lalu aku kepikiran apa langsung saja aku tembak dia lalu ku putuskan langsung saja ku tembak dia, aku sudah kepikiran pasti tidak akan di terima dan benar saja dia tidak menerima ku tapi dia memberiku sebuah pesan yaitu

“Kamu berharga lebih dari siapa pun, walau ku tolak tapi tak ku sesali, aku berharap kau menyimpannya juga, kamu berharga lebih dari siapa pun, tadinya ku ingin ungkapkan rasa ini. Jika ku suka, kan ku katakan suka tak ku tutupi, ku katakan sejujurnya jika ku suka, kan ku katakan suka dari hatiku dengan tulus ku katakan”.

Lalu di akhirinya dengan aku harus berjanji suatu saat nanti harus mengumpulkan modal kami untuk menikah. Setelah itu aku tidak lagi merasa sedih tapi tanda tanya semakin besar di benakku , akhirnya aku Iya kan saja.

Hari demi hari dan bulan demi bulan terus berlalu, ku jalani hari dengan memegang sebuah janji yang tak pasti itu. Di satu sisi aku menganggap itu hanya omong kosong belaka tapi di lain aku meyakini kalau janji itu benar adanya. Maka dari itu aku pun terus menlanjutkan hidupku dan aku mencoba memulai semuanya dari awal kembali.

Sekarang aku yang sedang membangun kembali karir ku dengan kuliah di salah satu Universitas di kota Palembang ini. Mencoba sebuah jurusan yang dulu aku hanya mengenal dan mempelajari dasar dari warnet saja, ya itu adalah Ilmu Komputerisasi.

Sekarang aku sedang menjalani semester genap, Oh ya Sahabat ku juga kuliah di sini juga ya karena awalnya aku masih mau menganggur cuma kata temenku daripada aku menganggur dan kerjaanku hanya menjaga ternak saja, ya apa salahnya mencoba kuliah hitung-hitung mungkin aku akan menemukan jodoh di sini. Aku hanya tersenyum dan akhirnya aku urus semua syarat agar aku mampu menjadi mahasiswa di sini, mendapatkan teman-teman baru dan akhirnya aku menemukan kembali tujuan untuk aku hidup bersama teman-teman lama dan yang baru ini.

Aku hanya berharap suatu saat nanti jika kata-kata itu benar dia lah jodohku dan aku mampu menyelesaikan kuliahku dan membahagiakan keluargaku, “SEMOGA DAN AMIN”. TAMAT.

Sekian Cerpen Kata-kata yang mengubah segalanya,  Terima Kasih.

========================================================================

MENGGAPAI MIMPI

(IBD : ANDRE NASRULLAH – 171420084)

Show Content »

Ditahun 2021 tepat setelah lulus kuliah saya memberanikan diri untuk berpetualang mengelilingi dunia, awalnya ini adalah mimpi besar yang tidak pernah tersampaikan karena cita cita saya terlalu besar untuk digapai.

Semua orang menertawakan mimpi saya ini tidak semua orang berani melalukan hal yang tidak biasa itu. Pada awalnya harapanku pun ciut mendengar kata-kata orang tersebut, esok pagi itu tidak seperti biasanya, perasaan saya sangat ingin berpetualang untuk melihat dunia luar semakin kuat untuk membuktikan mimpi saya itu tidaklah sulit untuk di gapai.

Dan akhirnya saya memberanikan diri untuk pertama kalinya berpetualang dengan motor dan bermodalkan uang yang saya tabung dari masuk kuliah . cukup untuk perbekalan saya di perjalanan. Sebelum saya pergi saya pamit dengan orang tua saya dan teman-teman saya untuk menggapai mimpi saya tersebut. Orang tua sayapun awalnya menolak kepergianku tapi mereka setuju karena saya bersikeras untuk melakukan petualangan.

Untuk pertama kalinya menginjak kaki dari luar rumah perasaan sayapun campur aduk perasaan cemas dan senang tujuan saya pun dimulai mengelilingi indonesia terlebih dahulu pertama saya dari banyuasin menuju ke jambi melewati lintas sumatera dalam perjalan menuju jambi seperti biasanya tidak terlalu sulit saya hadapi perjalanan jarak saya menempuh jambi sekitas 6 jam dan satu kali istirahat saya putuskan mencari penginapan yang murah untuk menghemat uang dalam perjalanan nanti.

Esok harinya saya mengelilingi kota jambi melihat hal hal baru yang tidak biasanya dikota ku, jambi memiliki tempat wisata yang menarik seperti gentala arasy jambi paradise dan juga ada danau sipin dan lainnya masih banyak lagi hal menarik tentang jambi sayapun berkenalan dengan orang orang baru yang saya tidak kenal dan bercakapanpun dimulai

“hey gaes lo mau kemana” tanya orang asing tersebut, jawab saya “saya ingin mengelilingi dunia” dan orang asing itupun terdiam beberapa detik dan katanya “WOW mimpimu sangat luar biasa” aku mendukungmu teman ucapnya, dan hatiku pun senang sekali mendengar ucapan orang asing tersebut dan dia juga memberi tips tips touring perbaiki motor dan lain lain
sayapun terkejut orang asing itupun sudah biasa bepergian keluar kota untuk traveling setelah itu berpisah dengannya dan sudah puas dalam mengelilingi kota jambi saya pun melanjutkan perjalan saya menuju kota selanjutnya.

Perjalanmun dimulai selanjutnya saya menuju riau sebelum saya sampai menuju riau dalam perjalan ban saya kempis saat tengah malam itu sangatlh membuat saya cemas perasaan takutpun melonjak dalam hati walaupun saya bisa memperbaiki ban tersebut rasanya sangatlah mustahil untuk saya kerjakaan perasaan tidak enak dan lain lain terbesit dalam kepala rasa ingin pulang bertemu orang tua “ucap saya aku sangat rindu pada orang tuaku”

Saya pun memutuskan untuk istrirahat dimalam hari menjahui jalan masuk hutan-hutan beranta untuk beristirahat persiapan sudah matang, saya memiliki peralatan kemping untuk beristihat sebelum esok hari, sayapun mendirikan tenda kemping ditengah hutan yang tidak tau tempatnya perasaan takutpun belum hilang dalam diri setelah saya mendirikan kemping dan ingin tidur banyak bunyi aneh-aneh yang belum saya dengar pada saat saya dirumah dulu bunyi burung hantu “berkukuk” bunyi hewan hewan asing yang belum saya dengar dan membuat saya tidak bisa tidur benakku mengucapkan ‘Wow ini adalah pengalaman menakutkan yang belum saya dapatkan “ saya hanya memejamkan matapun sangat berat” risau tidak bisa tidur dan pada akhirnya tertidur sendiri pada pagi hari terbangun dengan perasaan senang “ dan aku berteriak AKU BISA MELAKUKANNYA” hatikupun sangat tenang dan terasa sangat hidup didunia ini

Pagi hari itu saya memperbaiki ban saya yang kempis sangat mudah untuk perbaikinya dan tips tips yang di berikan orang asing masih ingat dibenakku. Setelah saya memperbaiki ban saya membuat mie instan sebelum memulai perjalanan menikmati hutan hutan udara yang sangat sejuk itu rasanya seperti petualang sesungguhnya.

Menuju ke riau. Dalam perjalanan saya melihat anak vespa gembel dilintas jalan yang sedang istirahat, sayapun memberanikan diri untuk mendekati mereka walaupun muka mereka seram-seram ternyata mereka sangat lembut saat berbicara dengan nada sangat halus yang enak didengar, ucap saya “apa kabar bro” ucapnya “baik mas, mas sendiri gmana ?” ucap saya balik” saya juga baik” dan saya pun bertanya “dari mana mas” ucapnya dari jawa tengah” bingung saya tanya lagi “inikan di riau mas emang mau kemana ?”kami mau ke banda aceh” ucapnya anak vespa punk itu, dan saya makin bingung dengan vespa yang tidak layak untuk berpegian tersebut ingin pergi ke banda aceh ucaplah saya lah mas jauh sekali itu emang itu kuat vespa sampai kesana” dengan nada sedikit tidak sopan “ merekapun kompak menjawab (iya mas emang vespa gak kuat tapi kami mampu membuatnya sampai kesana) terkejutlah saya mereka sangatlah keren bermodalkan vespa yang tidak layak tersebut tapi mereka mampu membuatnya sampai kesana. Tanya saya lagi “ mas derita apa saja sih“ ucapnya “derita banyak sekali mas, kadang mogok,habis minyak,ban bocor,mesin rusak tapi dengan kebersamaan kami bs memaluinya walaupun orang tidak memandang kami dengan layak kami tetap akan terus melangkah” terdiam saja saya dalam pikiranku mimpiku masih kalah sama mereka” mereka tanpa modal dan hanya mengandalkan yang mereka anggap teman seperjalanan.

Derita mereka tidak seberapa dari dikiriku dan mulai saat itu saya bisa memperbaiki diri banyak hal yang saya dapat dalam perjalanan walaupun mimpi masih panjang. Tujuan ke riau sudah sampai untuk pertama ya seperti biasa saya mencari penginapan yang murah dan bekal makan untuk perjalanan selanjutnya, dan bertemu orang asing baru saya berkenalan dengan dia seseorang wanita yang aneh di dalam penginapan nama khalifa seumuran dengan saya dia juga melakukan perjalan seperti sayakatanya, mulailah perbincangan ucapnya”bang dari mana? mau kemana bang kalo boleh tau hehe” dengan nada sok akrabnya membuatku sedikit penasaraan ucapku “ saya dari banyuasin kalo kemana sih belum tau untuk sekarang saya mau ngelilingi kota riau ini ucapku dengan nada sombong XD, ucap si gadis tersebutpun tak biasanya

“ Boleh aku ikut bang” dengan nada yang genit membuatku tersipu senyum-senyum tanpa panjang pikir ucap saya ‘ boleh kok emang kamu gak ad tujuan?” ucapnyapun “iya bang gak ada tujuan untuk sekarang aku ikut abang terus” cara berbicara membuat saya baper mulai lah perjalanan saya dengan khalifa, khalifa orang yang sangat aneh dan menarik terkadang dalam perjalan senyum-senyum sendiri, teriak teriak sendiri ucapnya “KOTA INI SANGAT MENARIK SAAT DENGANMU AKU SANGAT SENANG” ucapnya yang selalu buat saya baper dan selalu membuat baper. Aku tidak tau apa yang di pikirkannya membuatku selalu penasaran dengan tingkah lakunya itu, dan sudah puas mengelilingi kota menuju ke penginapan dia berbisik padaku “bang mau gak jadi pacarku” beberapa detik dia ucap lagi sambil teriak“ TAPI BOONG” sambil senyum senyum. Ucap saya dengan serius “ diam jika kau seperti itu terus kau membuatku jatuh cinta padamu” terdiam dia tersipu malu diatas motor memeluk tubuhku dengan cuaca yang gerimis sampailah kami di penginapan untuk beristirahat, diapun langsung bergegas masuk ke kamar penginapannya, selalu membuatku penasaran apa yang dia lakukan,

di benakku berpikir dengan dia di perjalanku pasti membuatku bahagia dalam perjalanan” tapi itu belum saya putuskan siapa sih Khalifa itu. Yang membuatku hampir jatuh cinta.

Saat sedang beristiharat, ada yang menotok pintu kamarku “TOK TOK” ya siapa ucap saya, “ini saya bang, khalifa boleh aku masuk” ucapnya. “Ya boleh” saya membukaan pintu ucap saya lagi “ada apa khalifa udah malem gini” diam khalifa “ucap saya ada apa” sambil menangis dia ucap “ DUNIA INI TIDAK ADIL YA BANG” ucap saya “kenapa” dan ucap khalifa sambil menangis terseduh “ya dunia ini tidak adil bang baru bertemu abang 1 hari sama abang itu membuatku jatuh cinta” diam saya merasa ingin memeluknya tapi tidak ku lakukan sambil mengelap air matanya ucapsaya ”ya dunia ini menang tidak adil, bukan kita yang harus mencari keadilan” diam dia terseduh seduh sambil berbisik “ bawa aku bersamamu bang” ucap saya “ maafkan saya itu tidak bisa” .. aku ingin menggapai mimpiku” ucapku dengan tenang, ucap khalifa “ iya dunia itu tidak adil bang dan aku ingin mencari keadilan bersama abang dan selamanya” terdiam sesaat, ucap saya “jika kau ingin mencari keadilan bersamaku tunggulah aku menggapai mimpiku” dan khalifa pun marah padaku ucap dengan teriak “AKU TAU ABANG MAU PERGI BESOK HARI AKU JUGA TAU ABANG MENCARI TUJUAN HIDUP ABANG TAPI AKU HANYA MINTAK 1 KEADILAN DARI ABANG SETELAH MENGGAPAI MIMPI ABANG AKU MAU BERSAMA ABANG SELAMANYA” dan saya pun tersipu malu apa yang di ucapkan khalifa dan langsung aku memeluknya dan bilang “ iya tunggu saya” khalifapun terdiam sambil tersenyum, saya dan khalifa pun penuh BAHAGIA.

Esok haripun saya mau melanjutkan perjalanan si khalifa dan seorang bapak yang punya penginapan menghampiri saya bapak itu ucap “ kenapa kau tidak membawa anak ku” ucap saya dengan bingung” maksud bapak ?” sedikit kurasadari. Ucap bapak tersebut “ dia anak ku aneh yang sesalu teriak teriak malam tadi” ku kira kalian pergi bersama. Aku dan khalifa tersipu malu ucap saya “ hehe . bapak tunggu saja sudah saya menggapai mimpi saya dengan resmi anak bapak saya lamar” itu adalah Bukti dan bukan janji. Dan khalifapun memelukku dengan hangat khalifa memberikan sesuatu padaku yaitu sebuah kamera record untuk merekam keseharianku untuk di upload di youtube, biar dia bisa melihatku setiap harinya apa yang sedang kulakukan sehari-harinya. Dan aku menerima pemberian dari khalifa untuk melanjutkan perjalanan. Cinta dan Harapan khalifa dititipkannya padaku agar aku selalu ingat dia dimanapun berada.

Harapanku pun padanya tumbuh dalam benakku “Aku akan bersamanya sesudah saya menggapai mimpi.

Petualanganku pun berlanjut ke kota selanjutnya yaitu ke aceh atau yang sering di sebut orang orang banda aceh 0 Km. tempat dimana sasaya akan memulai mimpiku yang penuh harapan ini. Banyak rintangan didepan yang akan menghadangku pastinya banyaknya kecemasan penderitaan kebahagiaan yang akan menghampiriku.

Perjalananku pun dimulai riau menuju aceh itu sangatlah jauh bisa mencapai 1000km dari riau, khawatir cemas rindu bahagia jadi 1, di perjalanan jalanan yang parah cuaca yang ekstrim membuat saya sedikit kualahan menuju aceh lintas disana sangat rawan untuk dilewati orang seperti saya tapi saya tidak takut untuk melanjutkan perjalanan tidak lupa di perjalanan beristirahat mendirikan tenda makan secukupnya agar tidak sakit dalam perjalanan sangat penting kondisi di utamakan  saya dan motor, motor sayapun menuju aceh tampaknya tidak prima dan berakhir mogok sebelum mencapai perjalanan, saya tidak tau harus berbuat apa karena kemampuan saya untuk memperbaiki motor sangatlah minim, saya mendorong motor saya dalam perjalanan mencari bengkel atau mobil yang sedang lewat sangatlah susah di perjalanan menuju aceh, beberapa kemudian ada anak vespa melintasi jalan tersebut dan berhenti mereka melihatku dan menatapku, mereka datang menghampiriku dan bertanya “ kenapa mas mogok ya ?” ucap mereka. Ucap saya “ iya mogok gak tau kenapa padahal saya udah check tampaknya mesinnya bermasalah” ucap anak vespa “ saya check mas barang kali saya tau penyebabnya” ucap saya” wah makasih mas kalo mau bantu” beberapa menit kemudian motor saya “benar kembali” ucap saya “wah mas hebat kok bisa benerinnya” ucapnya “ini hanya busynya aja mas basah kalo di keringin bisa hidup lagi kok”  wah kagetnya saya melihat mereka dan bnyak mengucapkan terimah kasih kepada mereka “ dan saya pun bertanya tujuan mereka kemana, tujan mereka sama saya itu 1 arah jadi saya dan anak vespa rame barengan pergi menuju ke aceh.

Selama ini kupikir dunia itu sama ternyata banyak sekali perbedaaan perbedaan, dalam perjalananku pun sudah banyak pengalaman yang ku dapat dan tidak semua orang tau yang sebenarnya.

Setelah saya sampai ke aceh dengan pasukan vespa aku dengan merekapun pisah, mereka masih melanjutkan perjalanan dan saya mencari penginapan seperti biasanya dan tidak lupa juga saya ingin mengedit yang saya rekam untuk memberi tahu dunia luar tidak selamanya tinggal diluar itu buruk.

Perasaan rindu ada dalam rinduku keluargaku temanku dan khalifa hanya beberapa bulan sejak meninggalkan rumah aku sanagt rindu pada mereka cinta yang mereka berikan tidak hilang dalam perjalananku ini.

Ini adalah kasih nyataku

========================================================================

NIGEL AND LUNA

(IBD : RIZKA HT – 16142010P)

Show Content »

Langit mendung datang bersama hujan. Dibalik kacanya, tetesan hujan membasahi dan memeluk sejuk sebuah keluarga yang sedang berkumpul bersama diruang belakang.

Suasana masih hening, meski angin masih bernyanyi bersama hujan. Masih dengan wajah tegang, sekujur tubuh telah basah oleh keringat. Rivi masih setia menunggu ayahnya yang sedang sibuk melakukan sesuatu yang ada didalam sebuah kotak silver besar.

“Yeay ! Ayah berhasil bu” Teriak Rivi gembira.

“Ini dia, 2 ekor kucing cantik kita telah lahir.”

“Hei Kitty, meski harus ada sedikit pembedahan, tapi kamu telah berhasil melewatinya.” Ucap ibu dengan senyum kecil.

“Selamat datang dua kucing kecil.” Ucap Ayah tersenyum.”Akan kamu namai siapa mereka?”

“Nigel dan Muezza. Nigel itu kucing hitam dalam bahasa latin, dan Muezza itu artinya Si Manja yang tersayang.” Rivi sangat bahagia dengan kelahiran dua ekor anak kucing itu. “Dulu kamu bukan siapa-siapa, tapi hari ini, kamu telah melahirkan dua ekor anak yang lucu. Dan aku berjanji untuk merawat mereka sampai dewasa, seperti aku merawatmu dulu.” Ucap Rivi sembari mengelus lembut kepala Kitty.

Hari-hari panjang telah berlalu, suara-suara tangis Nigel dan Muezza kini tak terdengar sesering malam-malam sebelumnya.

“Hei Nigel, ayo buka matamu !“ Ucap Rayi penuh semangat. “Selamat datang didunia Nigel, dan lihat siapa disebelahmu.”

Muezza mendekati dan mengelus lambat kepala Nigel. “Hei, ini aku Muezza.”

Masih dengan wajah bingung, Nigel hanya terdiam melihat Muezza disebelahnya.

“Hei, lihat aku ! Aku kakakmu.” Ucap Muezza. “Ibu, apakah dia akan tahu siapa aku ? Apakah dia melihatku bu ?” Tanya Muezza antusias.

“Iya,dia melihatmu nak, hanya saja dia sedang bingung.” Ucap Kitty pada anaknya. Lama menatap sekitar, Nigel hanya terdiam, dan tiba-tiba “Haciuuu !” Suara pertama Nigel membuat semua orang tersenyum, termasuk Muezza dan ibunya.

Suasana malam yang begitu dingin, rintikan salju nampak jatuh dipinggiran jendela kecil dibawah tangga. Muezza yang sedang terlelap disamping induknya tiba-tiba terkejut melihat Nigel yang mulai beranjak pergi dari dekapan induknya.

“Nigel, kenapa kau terjaga ?” Tanya Muezza heran.

Nigel hanya diam tanpa mengeluarkan satu kata. Dia terus berjalan menuju jendela kecil itu. Lama Muezza menatap adiknya yang terdiam melihat sesuatu dari balik jendela, Muezza pun mulai mendekatinya. Dia tampak heran melihat Nigel.

“Apa yang kamu lakukan Nigel ? Kamu melihat sesuatu ?” Nigel masih saja diam meski Muezza selalu mengajak bicara.

“Ssstt !” Ucap Nigel pada Muezza.

“Tapi,,” tiba-tiba Nigel menutup mulut kakaknya.

“Kau dengar itu Muezza ?”

“Dengar ? Sesuatu ?” Muezza terlihat heran. “Iya, aku mendengar suaramu untuk pertama kali.” Ucap Muezza terbata. “Hei, akhirnya kamu bicara padaku. Hmm, suaramu tampak sangat lembut dan lucu.” Ungkap Muezza kegirangan.

Tiba-tiba, tanpa menggubris Muezza, Nigel berlari menuju pintu kecil yang biasa digunakan untuk Kitty keluar masuk. “Astaga ! Nigel ! Hei, tunggu Nigel, kamu mau kemana ?” Teriak Muezza yang bingung. Nigel semakin jauh pergi mengarah ke pintu kecil di dapur. “Nigel tunggu !” Teriak Muezza.

“Nigel, berhenti !” Pinta Muezza pada Nigel yang sudah berdiri dengan posisi setengah badan sudah berada diluar.

“Ayolah adik kecil, aku mohon jangan keluar, karena diluar sangat dingin, dan hati-hati, salju diluar sangat dingin, nanti kamu bisa,”

“Upss !” Ucap Nigel terkejut. Nigel terpeleset jatuh keluar karena salju yang dia injak sangat rapuh.

“Ohh, adik kecil yang nakal.” Ucap Muezza kesal. “Ayo masuk Nigel, nanti ibu tahu kalau kita belum tidur.” Bukannya berfikir untuk kembali, Nigel malah berlari menjauhi pintu menuju suatu tempat.

“Astaga ! Dia semakin jauh, aku harus mengejarnya sekarang.” Ucap Muezza. “Tapi, diluar sana dingin sekali, apakah aku tidak akan apa-apa ?” Pikir Muezza yang tiba-tiba takut.

Nigel mendekati suatu tiang lampu diseberang jalan. Suasana sangat sepi, tidak ada satu orangpun berada disana. Tiba-tiba sesosok bayangan putih terlihat dibalik tiang lampu. Bayangan putih dengan dua titik bayangan merah itu tiba-tiba mengejutkan Nigel. Ternyata seekor anjing putih yang sangat besar. Nigel cemas dan langsung berlari kembali menuju rumah. Terkejut melihat adiknya yang sedang dikejar anjing, Muezza pergi ke kamar tuannya untuk meminta bantuan, namun sayang, pintu kamar Rivi tertutup. Muezza ingin membangunkan induknya, tapi takut induknya akan marah padanya. Seketika Muezza langsung mengambil sebuah tali dan kayu. “Ayo Nigel ! Cepat ambil tali ini !” Teriak Muezza cemas. Nigel masih berlari berusaha menghindari kejaran anjing besar itu dan mencoba naik kearah pintu, namun licinnya salju membuat Nigel susah untuk memanjat. “Raih talinya Nigel ! Aku akan menarikmu.” Teriak Muezza cemas. Namun kejaran anjing itu semakin dekat, membuat Muezza semakin cemas. Akhirnya, saat anjing itu mulai semakin dekat dengan Nigel, dari balik pintu Muezza tersenyum lebar, “Gottcha ! Aku mendapatkamu sayang.” Muezza menarik sebuah karet yang telah diikatnya di kedua sisi pintu seperti sebuah ketapel. Dengan sebilah batang kayu sebagai amunisi, Muezza melepaskan tembakan yang keras kearah anjing itu. Tepat mengenai sasaran, akhirnya anjing itu kesakitan dan pergi meninggalkan Nigel.

“Kamu tidak apa-apa ?” Tanya Muezza cemas.

“Aku sangat takut sekali kak, aku ingin menolong seseorang disana, tapi ternyata ada seekor anjing yang sangat besar disana.” Nigel tampak sedih.

Muezza terdiam dan berpikir, “perasaan tidak ada siapapun disana, tapi entahlah, mungkin hanya sebuah bayangan saja.” Pikir Muezza dalam hati. “Baiklah Nigel, kini waktunya untuk kembali tidur, dan lupakanlah apa yang terjadi malam ini. Jangan biarkan ibu mengetahui hal ini.” Ucap Muezza.

Nigel hanya diam tanpa menjawab kata-kata kakaknya. “Hei, apakah kamu mengerti apa yang kukatakan ?” Tanya Muezza. Nigel tetap diam. “Baiklah, terserah kamu saja.” Ucap Muezza kesal.

“Kak, apa kamu tahu mengapa bulan datang kebumi ?” Tanya Nigel.

“Hmm, itu sudah siklusnya.” Ucap Muezza cuek.

“Apakah bulan itu seperti kita ?”

“Pikiranmu sedang kacau sekarang, aku rasa kamu memang harus cepat tidur sekarang.”

“Tapi aku telah melihat Luna.”

“Luna ? Siapa Luna ?” Muezza heran. ”Sudahlah, mungkin kamu salah melihat. Ayo tidurlah sekarang.”

Malam semakin larut dan dingin, namun perapian membuat suasana rumah terasa lebih hangat. Nigel dan Muezza pun akhirnya tertidur pulas.

Pagi menjelang, suasana masih terasa dingin meski matahari telah berdiri ditempatnya. Sebotol susu telah dituang Rivi ke mangkuk susu milik Muezza dan Nigel. “Nigel, ayo bangun nak !” Pinta Kitty sambil menjilat kening anaknya. Aroma susu yang menggodapun membuat Muezza langsung terbangun dari tidurnya. “Susu !” Teriak Muezza. Seketika itu juga, Muezza langsung mendekati Rivi yang sedari tadi menunggunya. Melihat Muezza yang begitu bersemangat, Nigelpun langsung mengejarnya dan mengajak bermain.

Hari berlalu seperti biasanya, tak ada yang berubah, namun berbeda disetiap malamnya. Nigel selalu keluar rumah dan duduk di pinggir jendela luar. Setiap malam, dia selalu melamun melihat bulan.

“Hei, apakah kamu mencariku ?”

“Kamu ?” Nigel tercengang.

“Iya, aku Luna.”

“Darimana kamu datang ? Apakah tidak ada anjing yang menganggumu ? Kemana saja kamu selama ini?” Wajah Nigel tampak seperti sedang bingung.

“Ssstt ! Tenanglah, aku tidak apa-apa.” Luna mencoba menenangkan. “Kamu terlihat cemas dan bingung ? Ada apa ? Lihat, aku baik-baik saja.”

“Aku hanya,” Nigel bingung. “Hanya, emm,, hanya..”

“Iya, hanya..”

“Aku hanya merindukanmu.” Ucap Nigel.

Luna tersenyum mendengar kata-kata Nigel. “Aku juga merindukanmu. Tapi kamu jangan khawatir, aku selalu melihat kemanapun kamu pergi. Saat kamu menatap bulan, maka aku akan menatapmu juga ditempat yang sama.”

“Aku merasa kesepian saat kamu hilang.” Ucap Nigel dengan wajah sedih.

“Kamu tidak kesepian, kakak dan ibumu selalu menemanimu. Lihatlah dibalik jendela, mereka semua sangat menyayangimu.”

“Tapi mereka membosankan. Kakak tidak pernah percaya dengan yang aku katakan tentangmu, ibu hanya sibuk tidur dan memanjakan diri dan Rivi, hanya menyayangi kakak ku.”

“Hei, jangan bersedih. Lihat aku.” Ucap Luna yang beranjak melihat wajah Nigel. “Ayo kita bermain !” Ajak Luna.

“Tapi ini sudah malam, ibu akan memarahiku.” Ucap Nigel ragu.

Dengan wajah yang tertunduk lesu Luna berkata, “Aku hanya bisa datang bersama malam, tak ada siang yang akan membawaku. Aku sendirian tanpa teman. Aku tak pernah memiliki hidup penuh dalam diriku. Aku selalu bangkit dalam sunyinya malam.” Ucap Luna dengan wajah murung.

“Ohh, maafkan aku Luna. Aku tak bermaksud menolak bermain bersamamu. Jangan bersedih. Kau tahu, aku akan bersamamu dan menemanimu meski dunia ini sunyi.”

Luna masih bersedih. Dia mulai beranjak pergi meninggalkan Nigel sendiri.

“Luna, tunggu !” Teriak Nigel. Meski keras, namun teriakannya tak mampu menghentikan langkah Luna untuk pergi.

Hujan deras mengguyur malam bersalju. Hari semakin terasa dingin saat itu. Nigel mulai bergetar, sekujur tubuhnya dingin dihembus angin malam. Derasnya hujan membuat tubuh Nigel mulai basah. Nigel kehabisan cara untuk memanggil Luna untuk kembali.

“Luna !” Teriak Nigel. “Aku mempunyai suatu rahasia besar dalam hidupku, apakah kamu mau mendengarnya ?“ Ucap Nigel dengan suara keras. Luna seketika berhenti. “Ayolah, apakah kamu tidak mau mendengarkannya ?”  Meski berteriak cukup keras, namun ajakan Nigel tak mampu membuat Luna beranjak kembali. “Aku mohon Luna, jika aku memintamu untuk menemaniku, maka temanilah aku disini, aku mohon.”

Pinta Nigel yang makin kedinginan. Akhirnya Luna berbalik kearah Nigel yang terlihat makin tidak kuat menahan dinginnya hujan salju malam itu. Akhirnya, mereka berteduh di atas loteng rumah Rivi.

“Kamu bilang ingin menceritakan tentang rahasiamu padaku ?” Tanya Luna. “Ayo ceritakanlah, aku ingin mendengarnya.” Nigel kaget dan bingung karena sebenarnya dia tidak memiliki rahasia apapun. “Ayo Nigel, ceritakanlah padaku. ”Pinta Luna. “Emm, sebenarnya, sebenarnya aku..” Nigel kebingungan. “Iya, kamu sebenarnya..”

“Aku sebenarnya, sebenarnya, adalah..”

“Ayolah, ini semakin membosankan.” Ucap Luna yang makin cemberut.

“Sebenarnya aku adalah Superman.”

“Ohh, baiklah. Aku tidur saja.” Ucap Luna kesal.

“Hei, aku minta maaf. Aku kira leluconku lucu dan dapat menghiburmu.” Nigel merasa bersalah.

Seketika Luna tertawa keras. “Mengapa kamu tertawa ?” Tanya Nigel heran.

“Wajahmu Nigel, wajahmu.”

“Ada yang salah dengan wajahku ?”

“Ternyata wajah bersalahmu lebih lucu dari ceritamu.” Ucap Luna yang tertawa lepas. Melihat Luna yang tersenyum, Seketika Nigel tersenyum kecil. “Tak ada seseorang yang mampu aku bahagiakan sampai hari ini, tapi saat kamu bahagia dengan semua lelucon ini, maka mulai saat ini aku akan berusaha membahagiakanmu. “Nigel !” Teriak Rivi.

“Kamu tahu Luna, aku berjanji akan selalu bersamamu dan menemanimu, tapi aku harus pergi sekarang, Rivi telah memanggilku.”

“Baiklah.” Ucap Luna tersenyum.

“Apakah kamu ingin bermain lagi besok ?”

“Pasti. Aku akan selalu ada bersama malam. Kita akan bermain sepanjang jalan di kota. Kita akan memiliki perjalanan cerita kita sendiri.” Akhirnya, Nigel kembali bergegas pulang kerumahnya.

Sejak saat itu, malam Nigel selalu berbeda. Saat bulan beranjak naik, Nigel selalu pergi keluar rumah untuk menemui Luna dan bermain dengannya. Banyak hal dan canda yang mereka lalui. Nigel mengajak Luna pergi ke banyak tempat, hingga akhirnya,

“Kita sudah sering sekali bermain. Kita telah ke berbagai  tempat, apakah ini kali ini tidak terlalu jauh ?” Tanya Nigel. Namun Luna tidak menggubris. Melihat Luna yang tertawa gembira, membuat Nigel akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kekhawatirannya.

Perjalanan berlanjut, tapi lama kelamaan Nigel merasa perjalanan makin jauh. Dia merasa semakin jauh dari rumah. Sejenak dia berhenti pada sebuah rumah kecil di tepi jalan sebuah kota. Dia melihat seekor kucing tua dan sebuah keluarga harmonis yang begitu menyayanginya. Seketika Nigel merindukan keluarganya. Nigel tersadar, bahwa hidupnya adalah bersama keluarganya. Dia harus pulang sekarang. “Luna, aku harus pulang.” Ucap Nigel.

“Bukankah kamu berjanji untuk selalu menemaniku ?”

“Tapi ini sudah terlalu jauh.”

“Jika kamu tahu perjalanan ini akan sangat jauh, mengapa kamu mau melaluinya bersamaku ?”

“Karena aku menyukaimu.” Mendengar ucapan Nigel, Luna terdiam. “Aku berjalan sejauh ini karena aku menyukaimu, aku ingin bersamamu selalu. Tapi aku menyadari bahwa itu tak akan mungkin terjadi. Dan jika aku memutuskan untuk terus bersamamu, akankah kamu tetap akan meninggalkan malam dan bersamaku selalu ?” Mendengar perkataan Nigel, Luna pergi tanpa melihat sekali lagi wajah Nigel. Semenjak saat itu, Nigel hanya sendiri.

Nigel mencoba kembali mengingat jalanan yang dia lalui bersama Luna. Perjalanan yang panjang membuat Nigel begitu terpuruk. Sepanjang malam dia berharap bertemu bulan, namun dia hanya melihat malam. Dinginnya salju dikala malam, membuat Nigel makin lemah. Dia mencoba untuk menepi mencari tempat hangat sebelum melanjutkan perjalanannya pulang. Namun sayangnya, dia bertemu segerombolan anjing ganas. Anjing itu langsung mengejar Nigel yang kelelahan menahan dingin. Dengan sisa tenaga yang ada, Nigel mencoba berlari sekuat tenaga. Namun licinnya salju membuat Nigel yang lemah terjatuh.  Di malam yang sangat naas itu, Nigel berpasrah akan hidupnya. Namun tiba-tiba, Luna datang. Dengan semua cahaya yang dimilikinya, dia membuat para anjing itu buta. Anjing-anjing itu terkejut dan langsung lantas pergi meninggalkan Nigel.

Tapi sayangnya Nigel pingsan melawan dinginnya malam. Dahinya terluka akibat benturan saat berlari melewati licinnya salju. Luna mencoba membangunkannya, namun Nigel masih saja diam.

“Nigel, bangun lah. Aku mohon bangun. Aku disini sekarang.” Perlahan, namun akhirnya Nigel kecil dapat membuka matanya. Dia melihat Luna yang telah berada disampingnya. “Dimana ini ?” Nigel Heran.

“Aku membawamu kerumahku, karena disini tidak ada salju.”

“Aku pikir kamu sudah menghilang dan tidak perduli padaku.”

“Aku tahu, aku seharusnya tidak pernah meninggalkanmu, aku terkejut dengan semua kata-katamu, namun aku sadar, sebagai seorang teman, aku harus menghormati keputusanmu. Sedih rasanya saat tahu kamu memilih untuk pulang dan mengakhiri kesenangan kita. Semua kejujuranmu membuat aku marah, namun aku sadar, kita tetaplah teman dan keputusanmu untuk pulang adalah benar. Meski kita saling berjauhan, seharusnya aku tetap selalu ada membantumu, memberimu semangat dan menemanimu melewati jalan yang sulit demi berkumpul kembali bersamamu.”

“Aku minta maaf karena tidak bisa menemanimu dalam setiap perjalananmu. Aku sadar, keluarga adalah tempat kembali terbaik. Awalnya aku berpikir kamu adalah tempatku untuk kembali, aku menepikan semuanya dan memilih untuk menjalani semuanya bersamamu. Namun aku sadar, kita tidak bisa bersama. Tapi aku tetap bahagia, karena kita masih berteman, masih bisa bercanda dan berjalan bersama. Dan aku sangat senang saat sadar kalau kamu masih disini.”

“Aku akan selalu bersamamu, menemanimu melalui setiap perjalanan yang sulit menuju tempatmu untuk kembali. Aku tahu, perjalanan ini sangat sulit jika harus kamu lalui sendirian, jadi aku akan membantumu selalu. Karena kamu tidak pernah meninggalkanmu saat aku kesepian.”

“Tapi sekarang aku berada ditempatmu, bagaimana aku kembali ?” Perjalanan kita semakin jauh.” Ucap Nigel yang mulai pasrah.

“Tenang, kita akan pulang. Aku pastikan kamu akan sampai. Tapi apakah kamu percaya padaku ?” Tanya Luna.

“Iya aku percaya.”

“Pejamkanlah matamu, dan berdoalah bersamaku untuk sampai kerumah.”

Tiba-tiba, “Meeeoonnng !!” Nigel tergejut dan membuka matanya. Dia menatap sekelilingnya. Lama dia memandangi sekitar, akhirnya dia sadar jika dia telah dirumah. Rivi langsung langsung memeluknya bahagia.

“Akhirnya kamu sadar Nigel. Aku piker kamu tidak akan kembali lagi.”

“Aku kenapa kak ?” Tanya Nigel pada kakaknya.

“Kamu menghilang selama beberapa hari, kami khawatir padamu. Kami mencarimu kemana-mana, dan akhirnya menemukanmu terkubur dalam salju. Kamu tak sadarkan diri begitu lama, tapi akhirnya kamu kembali.” Ucapp Muezza dengan mata berkaca-kaca.

“Aku minta maaf jika aku pergi tanpa permisi, aku merasa bahwa tak ada yang menyayangiku, tapi aku sadar kalau aku salah. Aku sadar, bahwa keluarga adalah tempat terbaik bagiku untuk kembali. Disinilah tempatku, bersama kalian semua. Tempat kembali dari melalui berbagai hal, tempat kembali dari penatnya hari-hari dan tempat untuk berbagi setiap cerita.”

Malam yang tegangpun kini berubah menjadi malam yang sangat bahagia. Semua terlihat tertawa bahagia. Nigel tersadar, ternyata Luna hanyalah semu. Luna bukanlah seekor kucing putih yang selama ini Nigel lihat. Luna adalah sebuah petualangan yang sangat menyenangkan dari sebuah kesalahan. Nigel hanya tersenyum mengingat setiap kebodohannya sambil kembali berjalan menuju tempat tidurnya. Saat hendak beranjak untuk tidur, dari balik jendela dia menatap bulan yang tampak lebih besar dari biasanya.

“Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah menjadi teman terbaik meski hanya sebentar. Terima kasih telah menjadi cerita dibagian hidupku. Aku tidak akan pernah melupakanmu, dan aku tidak akan melupakan setiap rasa bahagia yang aku miliki saat bersamamu. Meski aku tak tahu apakah kamu akan kembali disini bersamaku, aku selalu percaya, bahwa kita akan kembali tertawa bersama melewati setiap jalan dikota. Terima kasih Luna, dan selamat malam.”

Malam-malam yang indah telah berlalu, semua telah terlewati dan berakhir baik. Kini saatnya bagi Nigel, Muezza dan Induknya untuk beristirahat dan berharap besok akan menjadi hari baru yang penuh keceriaan.

========================================================================

DIATAS RANU KUMBOLO

(IBD : MARIHOT PARULIAN PANJAITAN – 171420190)

Show Content »

10 Mei 2012 menjadi cerita awal dalam penemuan hobi baruku. Pendakian Gunung Semeru, gunung tertinggi di pulau jawa dan termasuk dalam sevent summit Indonesia yang terapit 2 Kabupaten, Malang dan Lumajang provinsi Jawa Timur. Disela rehat rapat kantor waktu itu tanggal 6 Januari 2012, tergerak tangan melihat daftar penanyangan film bioskop. Saat itu kami ada rapat kantor dimana kami satu angkatan hampir terdaftar di undangan. Kami dalam satu angkatan di kantor selalu melakukan ritual jika bisa berkumpul dalam waktu yang sama wajib melakukan aktivitas bersama hingga malam. Langkah bagi kami untuk bisa berkumpul bersama, paling dalam 3 atau 4 bulan kami hanya bisa bertemu satu kali. Skrol-skrol ke bawah terlihat 6 orang dengan penuh kepercayaan dan keyakinan, genggaman kesetiaan seketika membuat aku menjadi bahagia. “ Gengs lihat ada film baru, 5 cm. Pemerannya juga baru.” Ujarku sambil menyodorkan laptop hitam agak kusam ke teman sebelah yang juga sama  sedang mencari referensi daftar film sedang tayang. “ Keren sepertinya, “ jawab Rey, “ Iya bagus… bagus…. bagus… bagus…..” sahut Indah, Reska, Imam dan Dicky bersamaan. Akhirnya kami putuskan untuk menonton film 5 cm sore jam 5 sepulang rapat.

Setibanya di bioskop Rey seperti biasa selalu menjadi yang terdepan dalam melayani kami satu angkatan, bergegas menuju pembelian tiket dan memberikan instruksi ke Reska untuk membeli makanan ringan. Tiket ditangan dan makan siap, segera kami menuju bioskop Ultra XD. Rey, aku, Indah, Reska, Dicky, dan Imam. Itulah urutan kami yang mengisi sheet F dari no 13 sampai 18. “ Nih, ini makanan lu, ini buat rey, ini bagi kesana Res, ke Dicky  and Imam !” himbau Indah sembari menyodorkan makan dan minuman. Di awal pemutaran kami sudah tertawa cekikikan keran ulah Ian (Sykoji) dan Jafran (Herjunot Ali) yang berhasil dengan candaannya.

Ditengah pemutaran film aku mulai tersenyum kagum dengan film ini. Kebersamaan mereka di kereta kelas ekonomi membangkitkan sedikit rasa bahagiaku, kugerakan kepala ku ke kanan dan kiri Indah dan Rey pun juga tersenyum-senyum bahagia. “Wooooww…” Teriak ku dengan nada tipis saat mereka berada di tengah perjalanan menuju titik awal pendakian. Gunung semeru berdiri kokoh seolah menunjukkan ke gagahannya. “ Gengs wajib nih kita harus coba naik Semeru!!!” seru ku dengan yakin setelah selesai pemutaran. “ Ya kita atur jadwal dulu,” jawab Rey  yang memang selalu menjadi leader dari kami. Indah, Reska, Dicky, dan Imam turut mengangguk, membenarkan pernyataan Rey.

Pulang dari menonton, cacing dalam perut saya belum puas dengan Pop Corn, tetap keras memintak tambahan asupan. “Gengs…” panggil saya, ini menjadi panggilan khusus saya ke mereka, “ cacing belum kenyang nih, cari makan dulu yok!!” ajak ku. “ Sekalian langsung kita bahas aja mau naik Semeru, biar euforiahnya lanjut ”, “ Alah elu bilang aja memang masih lapar?? “ Sahut Dicky. “Yok….” Ajakku kembali  “. Kami pun menuju retoran cepat saji dengan harapan bisa berlama-lama ngobrol karena besok libur kami bisa tidur sampai siang jika malam ini begadang. Lama berbincang, akhirnya kami putuskan untuk melakukan pendakian di bulan Mei nanti karena ada tanggal merah dan setelahnya hari kejepit.

Sebulan sebelum pendakian kami putuskan untuk berkumpul lagi membahas jadwal fix  keberangkatan dan persiapan pendakian. Kami pun membahas agent travel pendakian, karena ini baru pertama kali kami mendaki. Kami tidak mau mengambil resiko untuk mendaki sendiri dengan pengalaman dan pengetahuan yang minim untuk pendakian. Kami juga membahas peralatan baik pribadi maupun kelompok, makanan apa yang harus dibawa serta obat-obatan sebagai persiapan jika terjadi sesuatu.

Sebulan kemudian tepatnya tanggal 10 Mei 2012, setelah perencanaan yang matang, pagi-pagi benar pukul 05.00 WIB kami berkumpul di bandara karena memang pesawat kami terbang menuju Jakarta pukul 07.00 WIB. Setelah semua berkumpul langsung saja kami yang PD dengan style anak gunung berfoto dengan melebarkan Spanduk yang telah kami buat. Tampak muka raut bahagia semua, mungkin kami memang sudah lelah berkerja dan butuh refreshing.  “ Lah mane KTP ane??? “ Teriak Imam dengan muka yang tiba-tiba berubah pucat. “ Elu bawak gak??” tanya Indah, “ Ane bawak, ane inget kok ane masukkin ke Tas kecil ini “. “ Lah ngapain lu masukkin tas, bukannya dompet !!”, jawab saya. “ Maksud ane kalo dalem tas kan lebih mudah ambilnya, kalo dalem dompet riweh “ , sahut Imam. “ Nah sekarang mane KTP lu ??? “ tanya saya lagi, “ Ya ane gak tau, kalo tau juga ngapain ane panik kayak gini ??” balas Imam.” Coba cari dulu, sini mana tas mu biar aku bantu cari!!” ujar Reska sambil mengambil tas Imam. “ Gak ada disini, mungkin memang tinggal dirumah. Kalo hilang gak mungkin kalo aku bilang, kamu aja kelupaan “. Rey yang baru datang dari toilet bertanya bingung melihat kami panik. “  Woi ada apa ?? Kayak panik semua ?? “. “ KTP Imam gak tau kemana, Mau checkin nanti gimana ?? Kan booking tiket kemaren pakek KTP ? “ Jawab Dicky sekaligus bertanya. ” Sudah pakek SIM lu dulu aja gak papa, nanti gue yang lapor ke petugas bandara. Gak sempet mau cari-cari lagi. Mana SIM lu ?? “. Setelah kepanikan kami 15 menit dibandara, akhirnya Rey pergi untuk checkin tiket.

Kami bergegas menuju ruang tunggu keberangkatan setelah mendapatkan tiket. Tepat pukul 07.00 pesawat kami pun lepas landas.

Dipesawat teman-teman semuanya tertidur karena kurang tidur semalam menyiapkan keberangkatan dan harus bangun pagi-pagi ke Bandara. Melihat mereka semua tertidur saya mencoba mencari kesibukan. “ Mbak boleh pinjem bukunya? Saya lihat itu buku tetang pendakian gunung Semeru? “ tanya saya kepada seorang perempuan yang duduk bersebrangan dengan saya. “ Oh iya, Tapi saya baru baca setengah. Belum selesai “ , “ Kalo saya pinjem sebentar aja buat baca di pesawat aja? “, “ Hmm, Nih mas silakan. Memang mau naik gunung ya?? “ tanya perempuan itu kembali. “ Tau dari mana Mbak? “ tanya saya kembali. “ Ya mas, nenek-nenek gak pakek kaca mata juga tau kalo rombongan Mas mau naik gunung tampilan sudah heboh kayak gitu “ Jawab perempuan tersebut ketus. “ Hahahaha… kan biar enak Mbak jadi panjang ngobrolnya , Hihihi… “ lanjut saya. “ Hmmmmm… Modus ternyata dia minjem buku. Kalo sudah dikembaliin ya bukunya, pemberian dari orang yang spesial soalnya jadi gak boleh hilang “. “ Siap Mbak, kepercayaan dari Mbak tidak mungkin saya gadaikan. Jadi orang yang sangat merugi saya Mbak kalo menggadaikan kepercayaan perempuan cantik “ jawab saya sekaligus mencoba memperpanjang pembicaraan. “ Ehhhmmmmmm… “ jawab perempuan itu pendek. “ Eh masak ngomong dari tadi gak tau nama?, Saya Adit dari Palembang “ lanjut saya mencoba berkenalan. “ Saya Litha “ jawabnya. “ Dari mana Litha? “ kembali tanya saya. “ Dari tadi dengerin baim ngomong “ jawabnya sedikit melucu. “ Wah… saya Baim dong? Emang Litha suka baim? “  tanya saya lagi. “ Suka , kalo punya anak maunya kayak Baim “ . “ Berarti Mbak nikah sama saya dong, Kan saya kayak Baim “ tegas saya kembali sambil menjebak. “ Bu.bu..bu.. bukan gitu maksudnya. Au dah Mas gelap. Saya mau tidur ngantuk. Bukunya jangan lupa kembalikan! “ jawabnya gugup dan menghindar dari pembicaraan. “ Selamat tidur mama Baim “ lanjut saya merayu.

Hampir 20 Menit membaca buku pendakian Semeru terdengar suara dari pramugari pesawat bahwa pesawat kami akan segera landing. Saya bangunkan semua teman yang masih tertidur dari mulai berangkat untuk bersiap-siap karena memang barang yang kami bawak di cabin bagasi agak banyak. Setelah  semua terbangun saya beriat mengembalikan buku yang saya pinjam ke Litha. Saat menoleh ke arahnya ternyata Litha masih tertidur dan ” Ohhhhhh Tuuuuhhhhhaaannnnnn cantiknya ini perempuan saat tidur. Senyumnya yang manis, bulu matanyanya yang panjang dan terangkat ke atas, sedikit bedak di pipinya dan rambutnya yang tersusun rapi padahal sedang tidur “ Dalam hati saya bergumam. Tak sadar hampir 10 detik saya memandanginya yang tertidur tiba-tiba terhentak karena pesawat sudah landas. Dicky yang melihat saya dan memang duduk disebelah saya kaget seperti orang yang tak biasa dengan pesawat landas bingung.

“ Kenapa lu??? Kayak baru naek pesawat, kaget bener pesawat landas “ tanya Dicky bingung. “ Ky lu liat cewek sebelah gue! “ paksa saya, “ Gila cantik bener, kok bisa gua gak sadar sama cewek kayak gini dari tadi “. “ Eh inceran gue tu, jangan macem-macem lu gue lapor Indah baru rasa lu “ Jawab saya, Dicky dan Indah menag berpacaran sejak kami baru masuk di perusahaan, mereka termasuk orang-orang korban Cinta Lokasi hanya saja mereka belum dapat menikah akibat aturan di perusahaan kami yang melarang pegawai menikah satu perusahaan. “ Elu jangan bawak-bawak Indah men urusan kayak gini, kan kita selalu berusaha biar dapet yang terbaek. Iya gak? “ , “ Anjrit lu, mau lu libas semua. Kagak yang ini udah gue incer dari tadi “ jawab saya tegas. Saya pun langsung mengarahkan badan saya ke Litha untuk membangunkannya. “ Lit..Lit.. “ sapa saya pelan. “ Lit bangun sudah landas “ sapa saya lagi. “ Eeemmmmm… “ Lihta terbangun. “ Ini buku kamu. Tks ya “ ucap saya. “ Oh iya sama-sama “ jawab Litha. “ Lihat bagian belakang ya nati “ ucap saya lagi, “ Apa? “ tanya Litha setengah sadar. “ Gak.. Gak jadi. Makasih ya bukunya “ jawab saya lagi.

Kami akhirnya turun pesawat dan bergegas ke pengambilan barang. Sambil menunggu barang saya lihat kiri-kanan berharap masih bisa melihat Litha tapi tidak sama sekali terlihat keberadaannya. “ Mungkin barang semua di cabin “ gumam saya dalam hati dan sedikit kecewa. “ Semoga dibacanya tulisan gua di lembar terakhir “ Harap saya dalam hati.

Di bandara kami bergegas ke stasiun pasar senin untuk keberangkatan ke Malang emnggunakan Kereta Api. Dari awal memang kami benar-benar ingin mengikuti film 5 cm yang membuat kami terinspirasi mendaki. Sampai di Stasiun Pasar  Senin kami bergegas mencari makan dan menelpon tempat-tempat penyewaan ala-alat outdoor karena peralatan kami ada yang kurang. Pukul 16.oo WIB Kereta kami berangkan. 18 jam perjalan menuju stasiun Kota Baru Malang dan mungkin kami akan sampai pukul 08.00 WIB esok hari. Di dalam kereta kami sangat tersiksa. Karena kelas yang kami ambil kelas Ekonomi dengan tempat duduk fiber keras tegak 90 derajat. Mulai terfikir penyesalan mengikuti jejak film 5 cm. Mengisi waktu bosan selama 18 jam kami memainkan berberapa game kelompok di HP sambil tertawa lepas seolah derita tempat duduk kelas ekonomi mulai menghilang.

Tiba di stasiun Pasar Senin Rey segera menelpon agent pendakian kami untuk menjemput kami. Ternyata kami harus ke Pasar Tumpang yang mendaji meeting point seluruh TIM. “ Pak nanya kalo mau ke pasar tumpang naik apa ya? “ Rey bertanya ke salah seorang penjual Bakpau. “

Sendirian Mas ? Atau rame ? “ Bapak tersebut balik bertanya. “ Kita orang enam Pak “ jawab Rey.

“ Kalo rame enak sewa angkot aja Mas. Nanti saya carikan. Mau? “ jelas Bapak penjual bakpau sambil bertanya lagi. “ Kira-kira berapa ya Pak ongkosnya? “ tanya Rey lagi. “ Rp. 120.000 Mas hitungan satu sewa mobil “ Jelas bapak. “ Ok Pak lanjut “ setuju Rey. Kami semua percaya keputusan Rey paling baik jadi kalo bukan hal yang terlalu di khawatirkan kami biasa selalu menyetujui keputusannya tanpa perlu bertanya ke kami. Bapak tersebut langsung bernego dengan sopir-sopir angkutan yang memang sudah ada di sekitar Stasiun Pasar Senin. Mobil dapat kami menaikan barang kami ke mobil. Imam yang mempunya badan besar dan kekar dengan cekatan menaikan tas gunung kami ke atas mobil di bantu saya dan Dicky. Sedangkan Rey masih bernego ke Pak Sopir untuk biaya sewa bisa dikurangi. Alhasil dengan ke cakapan Rey nego biaya kurang menjadi Rp. 100.000,-. Lumayan lah setidaknya kami masih bisa menang dari negosiasi itu point penting yang kami inginkan sebenarnya karena setelah sampai di Pasar Tumpang kami malah membayar lebih Rp 150.000,-.

Indah, Reska, Dicky dan Imam segera mencari bahan makanan setiba di pasar Tumpang karena memang bahan makanan kami ada yang belum di beli mengingat kadalauarsa bahan makanan. Saya dan Rey menemui travel agent untuk konsultasi pendakian. Kami pun berkenalan dengan pendaki-pendaki dari daerah lain. Tak tahu mengapa setelah berkenalan dengan beberapa pendaki saya menjadi nervous . Mungkin karena ini baru pertama kalinya saya mendaki gunung. Ketika sedang berkenalan HP saya berdering. “ Halo Ky nape? Gak kuat angkat barang “ tanya saya sekaligus menjawab. “ Enak aja gak kuat. Lu cepetan kesini pasti kaget lu kalo liat “ sahut Dicky. “ Ada ape emang? Paling juga bule yang di stasiun tadi kan? “ tanya saya lagi. “ Jangan banyak tanya anjrit. Mau kagak lu. Kalo kagak gua yg sikat “ jawab Dciky tegas. “ Tunggu gue, kalo lu uadah ngomong kayak gini serius pasti. Betar ya tunggu gue “ sahut saya. “ Rey gue nyusul mereka belanja ya “ pamit saya ke Rey. “ Ok. Jangan lama-lama jam 12 mau makan sian trus jam satu sudah mau ke Ranu Pane” perintah Rey. “ Beres “  sahut saya. Bertemu dengan Dicky dia langsung menarik saya. “ Lama amat lu “ keluhnya. “ Jauh anjrit jalannya “  protes saya. “ Tuh plototin mata lu. Siapa disana lagi makan nasi uduk ? “ tegas Dicky. “ Gilaaaaa…. Litha anjrit…. “ Kaget saya. “ Gue langsung kesana ya “ ucap saya. “ Eh lu mau kemana ? “ teriak Indah melihat saya berlari. Indah berharap saya bisa membantu mereka mengangkat bahan makanan. “ Dia ada urusan bentar “ potong Dciky.

“ Lith.. Ngapain disini? “ sapa saya sambil bertanya.  “ Oh.. Adit  “ jawab Litha. “ Kok bisa disini? “ tanya saya lagi yang masih penasaran. “ Hahahaha… “ Litha malah tertawa. “ Lah malah ketewa, Ngapain disini? “ tanya saya tegas. “ Sabar Vroh.. ini pertanyaannya ngapin disini atau kok bisa disini ? “ canda Litha. “ Serius gue. Kok bisa disini ?” tegas saya. “

Hahahaha…  saya juga sama kayak kalian mau naik Semeru “. “ Kenapa gak bilang waktu di pesawat? “ tanya saya. “ Kamu gak nanya!! “ jawab Litha. “  Ya kamu bisa ngomong waktu aku bilang kami mau naik Semeru. Tampilan kamu gak kayak mau naik gunug juga kemaren “ protes saya. “ Saya sudah beberapa kali mendaki jadi gak seheboh kalian yang baru mau mendaki, aku gak mau ngomong karena perasaan kalian lagi senang-senangnya. Nanti kalo aku ngomong kalo kalian terlalu berlebihan kalian jadi kecewa. Jadi saya biarkan. “ jelas Litha. “ Ini teman-teman saya, kenalan dulu!!  “ sambungnya. “ Adit.. “ ucap saya. “ Dewi, Dino, Agus, Ikhsan, Andre, Rangga…. “ Jawab teman-temanya bersahutan.

Saya berbincang sebentar dengan rombongan Litha sekaligus bertanya-tanya tentang track dan kondisi di gunung Semeru. Lebih kurang setengah jam saya mengobrol saya berpamitan karena jam 13.00 WIB kami sudah harus ke Ranu Pane. “ Lith saya keteman-teman dulu ya? “ pamit saya. “ Lanjut Dit, sampe ketemu di Ranu Kumbolo “ jawab Litha. “ Bye” , “ Bye “ saya dan Liha bersahutan.

Sampai di Ranu Pane kami mulai pendakian. Hampir 4 jam perjalanan semua hutan yang kami lewati. Berbekal latihan sebulan nafas kami masih ngos-ngosan karena mungkin kami belum bisa atur ritme perjalanan.  Kira-kira hari mulai gelap kami baru sampai di Pos 4. “ Kita rehat 10 menit disini “ Perintah Rey. “Siapin senter kalian, sudah mulai gelap. Masih 3 jam perjalanan lagi baru sampe Ranu Kumbolo “ sambung Rey. Mendengar kata-kata Rey membuat aku bertambah lelah karena masih 3 jam perjalanan baru sampai di shelter tempat istirahat pertama mendirikan tenda. Kami melanjutkan perjalanan tapi kali ini sambil bercanda tawa agar perjalanan tidak terlalu melelahkan. 2 jam berjalan dengan modal penerangan senter kepala saya melihat kalo kami sudah tidak di dalam hutan lagi, seperti di rumput-rumputan. “ Kita sudah di shelter bayangan ke Ranu Kumbolo, sudah keluar hutan “ ucap Rey. “ Semangat setengah jam lagi sampai, itu sudah tampak lampu-lampu tenda pendaki lain yang sudah sampai “ sambung Imam yang tidak terlihat lelah diwajahnya. “ Semangat, semangat, semangat… “ kami saling bersahutan memberi motivasi. Tak lama kami sampai di Ranu Kumbolo. Rey segera berteriak “Ikan.. Ikan.. Ikan” kode tim kami dari travel agent pendakian. “ Air.. Air..Air.. “ ada yang menjawab. Kami pun mencari suara tersebut dan ternyata tidak jauh dari kami. Menemukan rombongan ternyata tenda kami sudah terpasang semua. Kami tinggal masuk kedalam tenda dan berganti pakaian.

Saya, Imam, Rey, dan Dicky dalam satu tenda sedangkan Reska dan Indah dalam satu tenda. Di Ranu Kumbolo dinginya tak tertahankan. Gemertak gigi dan tubuh yang terus bergetar respon kami melawan dingin. “ Mas Pakai pakaian yang tebal langsung ya biar gak ngedrop.

. Ini Teh panas minum dulu biar sedikit hangat. Mbak yang disana juga sudah dikasih “ tawar ketua pendakian kami. “ Iya mas. Terimakasih “ jawab Rey. “ Sama-sama Mas, kalo sudah ganti pakaian makanan ada ditenda saya silakan diambil. Tenda warna biru. Jangan terlalu lama ya nanti dingin makanannya gak enak “ jelasnya panjang. “ Siap Mas “ jawab Rey. Kami segera berganti pakaian, tapi untuk keluar tenda lagi rasannya berat sekali badan ini diangkat karena dingin yang menusuk sampai tulang dan rasa lelah. “ Ayok harus makan “ ucap Rey. “ Indah.. Reska selesai ?? “ sambung Rey. “ Sudah “ yang tak tahu suara Reska atau Indah karena sangat kecil terdengar. Tapi ternyata sudah ada ketua tim pendakian lagi datang dan membawakan makanan kami ke tenda. “ Ini mas saya bawakan saja soalnya dingin banget di luar. Enak masnya makan di dalem tenda aja “ ucapnya. “ Waduh makasih banget mas “ jawab saya dengan rasa senang. “ Iya kalo enaknya sebenarnya harus keluar mas biar bisa penyesuaian. Soalnya nanti diatas lebih dingin lagi “ jelasnya lagi. “ Ada api unggun kok “ tambahnya. “ Siap mas “ Jawab Rey.

Selesai makan kami memberanikan diri keluar dan memang setelah makan dan berganti pakaian sudah berkurang dinginnya. Kami berkumpul di api unggun kira-kira sudah pukul 22.00 WIB malam itu. Tak lama kemudian terdengar suara pendaki yg baru datang lagi. Sayu-sayu saya seprti mengenal suara ini yang sambil tertawa berjalan. “ Kita disini aja diriin tenda “ ucap salah seorang pendaki. “ Iya disini aja “ jawab yang lain.  Saya coba mendekat dan benar saja itu romobongan Litha. Untuk menunjukkan kelelakian saya langsung saja saya membantu mendirikan tenda dengan pengetahuan baca buku. Alhasil bukan membantu saya malah belajar cara mendirikan tenda yang benar. Malunya ampun, mau lari  gak bisa. 15 Menit semua tenda mereka sudah berdiri semua, saya berpamitan karena cuaca mulai mendung dan gerimis hujan mulai datang.

Malam itu kami tidak bisa tidur kerena hujan yang tiba-tiba datang sangat lebat. Air hujan merembes ke tenda kami walau tidak terlalu banyak tapi suhu dinginya yang tidak tertahankan. Beberpak kali Rey bertanya ke tenda perempuan tapi tidak ada jawaban entah mereka sudah tidur atau mereka tidak mendegar suara jeritan kami yang memang kalah dengan bunyi hujan yang jatuh ke tenda. Dicky memutuskan berganti pakaian kotor dan mengeluarkan jan hujan untuk mengecek tenda perempuan. Sekembali Dicky dari tanda perempuan kami langsung bertanya. “ Giman mereka? “ tanya kami serentak. “ Aman mereka tidur “ jawab Dicky. “ Kok bisa mereka tidur?  Tenda mereka gak basah? Gak merembes dibawahnya? “ tanya Imam. “ Gak, disetiap pinggir tenda mereka dibuat aliran air jadi air gak ke bawah tenda, terus mereka juga dapet tambahan terpal dari ketua tim “ jelas Dicky. “ Anjrit “ dalam hati saya. Tapi kami tetap bersyukur setidaknya mereka bia istirahat dan besok bisa fit.

Hujan mengguyur tak hentinya. Hingga pagi hari masih terdapat rintik-rintik walau tidak terlalu. Kira-kira pukul 08.25 WIB mulai terdengar suara pendaki yang keluar tenda dan terdengar sudara foto-foto. Sontak saya, Rey, Imam dan Dicky keluar dan Tuhannnnn pemandangannya cakep abis. Ternyata Reska dan Indah sudah sejam yang lalu keluar tapi tidak membangunkan kami karena mereka pikir kami kelelahan. Sunrise pun kami terlewat. Pagi itu benar-benar suasana yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya. Indah sekali ciptaan Tuhan yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Matahai yang berada diantara kedua bukit, padang rumput yang hijau dengan basah embun, Air Rannu Kumbolo yang melemparkan cahaya matahari, bukit-bukit hijau berbaris. Saat itu saya benar-benar sangat bersyukur bisa menikmati keindahan alam Ranu Kumbolo. Duduk sendrian merasakan pagi di Ranu Kumbolo tiba-tiba ada yang menepuk pundah saya. “ Dit… napa bingung kamu sama alam ini? “ Litha ternyata. “ Saya sangat bersyukur banget Lith liat pemandangan ini, Gak sia-sia perjuangan perjalanan susah ke sini memamng dibayar mahal “ jelas saya yang sangat bahagia pagi itu. “ Sama Dit, mengapa saya menyukai pendakian? Karena dari sini saya menjadi lebih bersyukur, menghargai proses, toleransi, tulus, tau membantu dan dibantu, para pendaki juga ramah-ramah, mereka tidak munafik ‘ Jelas Litha agak panjang. “ Sudah lama kamu mendaki ? “ tanya saya. “ Sudah 4 tahunan, Om saya dari malaysia yang mengajak pertama naik gunung merbabu. Dari situ saya kecanduan deh “ jelasnya lagi. “ Oh.., terus sudah berapa gunung kamu daki?  “ lagi tanya saya. “ Kira-kira hampir 14 atau 15, tapi saya lupa. Kamu kenapa jadi mau mendaki? “ Balik Litha bertanya. “ Korban.. Korban 5 cm. Hahahaha…” jawab saya. “ Hahahaha… ya lumayan la dari film tersebut jadi banyak anak muda yang mau menginvestasikan uangnya untuk kemajuan daerah pegunungan dan memang masyarakan di dareah pegunungan meningkat pendapatannya sekarang  “ jawab Litha. Litha terus bercerita tentang pendakian lebih dalam dan lebih banyak.  Entah mengapa rasa jantung saya mendadak benar-benar berdegup cepat saat itu. Tangan saya berjalan sendiri merai tangannya dan kemudian menggenggamnya tak mau lepas. Saya tunggu 15 detik tidak ada protes dari Litha, dia menerima semua rasa saya dari genggaman tangan. Saya hadapkan wajah ke Litha saya lekatkan telapak tangan ke mulutnya seraya memintaknya untuk berhenti berbicara. “ Liht pertemuan kita Cuma kebetulan dan sangat singkat.

Tapi ini terjadi berulang-ulang. Entah ini terlalu cepat atau tidak. Pertemuan kita membuat aku merasa bahagia, puas dan lega sekali rasanya. Kamu itu memang cantik, wajar kalu semua pria suka.

Termasuk aku, tapi cara kami berfikir lebih cantik, tutur katamu aku suka. Lith aku bukan mau menjadi pacar kamu, aku mau kamu mendapingi aku kedepan untuk perjalanan aku. Untuk kesuksesan aku, untuk hari depan aku. Aku mau kamu menjadi istri aku”………….. Selama hampir 2 menit kami terdiam. “ Dit ini memang sangat terlalu cepat. Kita jalanin dulu aja ya. Yang penting kita saling support dan percaya satu sama lain. Kedepannya biar Yang Maha Kuasa yang mengatur. Aku juga bahagia bersama kamu “. Tak menyia-nyiakan waktu ku dekatkan bibirku ke bibirnya, tetapi dia kemudian merunduk dan aku malah mencium keningnya. Saya tersenyum lebih bahagia.

Saya dan Litha berkumpul dengan tim saya dan ku perkenalkan Litha denga  teman yang lain. Kami mengobrol banyak dan bercanda tawa. Karena informasi yang kami dengan bahwa kami dilarang untuk mendaki keatas akibat badai maka kami memutuskan untuk tinggal semalam lagi di Ranu Kumbolo dan keesokan pagi baru turun kembali ke Ranu Pani.

========================================================================

Artikel Terkait:

Tentang Penulis:

Gambar Gravatar
Saya seorang D-3 perekam medis dan melebarkan sayap saya ke dunia digital dengan mengambil gelar S.Kom. Mungkin di masa yang akan datang perkembangan dunia medis dan digital akan saling mengiringi demi kehidupan yang lebih bermakna. Terimakasih sudah memberi support website majalahpendidikan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *