Ekosistem: Pengertian, Jenis, Komponen dan Contoh Ekosistem

Minggu, Maret 26th, 2017 - Biologi

Ekosistem merupakan sebuah sistem ekologi yang tercipta oleh interaksi timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Ekosistem bisa disebut juga suatu tatanan kesatuan secara lengkap dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling ketergantungan.

Ekosistem ialah penggabungan dari setiap komponen biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Pengertian Ekosistem

Jenis-Jenis Ekosistem

A. Ekosistem Darat
Ekosistem darat merupakan ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Ber­dasarkan letak geografisnya garis lintangnya. Jenis-jenis ekosistem darat yaitu:

  1. Hutan Hujan Tropis
  2. Padang Rumput
  3. Hutan Gugur
  4. Tiaga
  5. Tundra

B. Ekosistem Perairan/Akuatik

Ekosistem perairan/akuatik ialah komponen abiotiknya sebagian besar tediri dari air. Jenis-jenis ekosistem peraira yakni:

  1. Danau
  2. Sungai
  3. Rawa

 

Komponen di Dalam Ekosistem

Unsur yang berperan penting dari ekosistem ialah komponen-komponen yang ada di dalamnya. Ada dua jenis komponen ekosistem yang diambil secara garis besar yakni:

  1. Komponen abiotik atau fisik. Komponen ini meliputi semua unsur yang bukan mahluk hidup seperti udara, suhu, air, tanah, curah hujan, bebatuan, gurun, karang, salju dan lain-lain. Unsur yang termasuk ke dalam komponen abiotik ini mempengaruhi juga berkontribusi dalam kehidupan komponen biotik atau hayati dalam sebuah ekosistem.
  2. Komponen hayati atau biotik yang meliputi semua mahluk hidup yang dilihat dari susunan trofiknya dibagi ke dalam beberapa tingkatan yakni komponen produsen, komponen konsumen, dan juga komponen pengurai. Dan apabila dilihat dari fungsi komponen itu sendiri maka ia dibagi ke dalam dua komponen dasar yakni komponen autotrof dan juga komponen heterotrof. Autotrof sendiri merupakan mahluk hidup yang bisa membentuk sendiri makanannya sementara itu heterotrof adalah organism konsumen yang mengambil makanan dari luar dirinya.

 

Contoh Ekosistem Alami dan Buata

1. Ekosistem Alami

Ekosistem alami merupakan ekosistem yang dibuat langsung oleh alam. Ekosistem alami, berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem. Sehingga jika ada satu ekosistem yang rusak, maka keseimbangan lingkungan akan terganggu.

  1. Hutan hujan tropis berada pada daerah yang mempunyai iklim tropis. Curah hujan di hutan hujan tropis bisa mencapai 200 hingga 225 cm pertahun. Jenis- jenis pohon yang ada di hutan ini berjenis besar dan tinggi. Hewan yang biasa di temukan di hutan hujan tropis ialah jenis- jenis kera, harimau, jenis- jenis burung, badak ataupun babi.
  2. Hutan gugur berada pada daerah sub tropis. Curah hujan di hutan gugur berkisar antara 75 hingga 100 cm setiap tahun. Jenis pohon di hutan ini hanya sedikit. Sekitar 10 hingga 20 jenis pohon saja. Jenis pohon di hutan ini tidak besar dan tidak rindang. Hewan yang bisa ditemukan di hutan ini ialahberuang, hamster, atau hewan yang berhibernasi selama musim dingin.
  3. Ekosistem padang rumput dapat ditemukan di daerah dengan iklim tropis maupun sub tropis. Curah hujan di padang rumput cenderung rendah. Hanya berkisar antara 25 hingga 50 cm per tahun. Rata- rata tanaman yang hidup di padang rumput ialah pohong- pohon yang berjenis pendek. Hewan yang hidup di padang rumput adalah kangguru, singa, jerapah, jaguar, zebra, atau jenis- jenis ular.
  4. Hutan sabana terletak pada daerah yang beriklim tropis. Curah hujan yang ada di sabana berkisar antara 95 hingga 150 cm per tahun. Jenis hewan yang hidup di sabana antara lain gajah, kuda, macam tutul, singa, atau jenis- jenis hewan pengerat.
  5. Hutan taiga ialah jenis hutan yang hidup di daerah beriklim sub tropis serta daerah dengan iklim dingin. Pohon- pohon yang berada di daerah ini antara lain cemara, alder, dan jenis pohon berdaun harum lainnya. Hewan yang berada di hutan ini adalah beruang hitam, lynx, atau serigala.
  6. Ekosistem tundra ialah ekosistem yang berada pada daerah terdingin di bumi, yaitu antartika dan artik. Musim dingin di daerah tundra sangat panjang, bisa berlangsung selama 9 bulan. Jenis tanaman yang paling kuat bertahan di daerah tundra adalah jenis lumut. Sedangkan jenis hewan di daerah ini adalah rubah, rusa kutup, atau bison.
  7. Ekosistem gurun berada di daerah bumi dengan temperatur yang paling panas. Curah hujan di daerah ini sangat sedikit, bahkan nyaris tidak ada. Sehingga daerah ini adalah dataran tandus berpasir. Jenis tanaman yang dapat tumbuh di daerah ini adalah kaktus, yang mampu menyimpan cadangan air serta unta yang juga mampu menyimpan cadangan air.
  8. Ekosistem sungai ialah aliran air yang ada di permukaan bumi. Sungai mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Aliran sungai mengalir dan berhenti di laut. Air sungai termasuk air tawar, sehingga ikan yang dapat hidup di sungai adalah ikan air tawar seperti ikan nila, ikan gurami, atau ikan lele.
  9. Ekosistem danau ialah sebuah cekungan besar yang terisi oleh air. Danau dapat terbentuk akibat dari aktivitas gunung api. Selain itu danau juga dapat terbentuk akibat sedimentasi yang memotong jalur sungai.
  10. Rawa- rawa ialah salah satu ekosistem perairan yang tenang. Rawa adalah genangan air yang terjadi di dataran yang cekung. Genangan air ini dapat bersifat musiman, akibat hujan dan luapan air sungai, atau permanen akibat lokasinya yang dekat dengan sumber air. Rawa- rawa biasanya berada di dataran rendah.
  11. Ekosistem pantai ialah daerah pantai yang berada di tepi laut. Daerah ini adalah salah satu daerah hasil proses sedimentasi oleh air laut. Hewan jenis kepiting dan beberapa jenis kerang dapat ditemukan di daerah ini
  12. Ekosistem terumbu karang ialah ekosistem laut dangkal, dimana sinar matahari masih dapat masuk. Dalam ekosistem ini terumbu karang dan rumput laut dapat untuk melakukan fotosintesis. Selain itu hewan laut di daerah ini lebih banyak dan bervariasi
  13. Ekosistem laut dalam ialah ekosistem yang berada pada kedalaman lebih dari 2000 m dari permukaan laut. Suhu pada daerah ini diperkirakan sangat dingin akibat dari tidak masuknya sinar matahari. Makhluk hidup yang tinggal di daerah ini hanyalah hewan predator serta hewan pemakan bangkai
  14. Ekosistem estuari ialah ekosistem tempat bertemunya air tawar dan air laut. Dalam ekosistem ini, tanaman yang bisa ditemukan adalah jenis tanaman mangrove. Sedangkan hewan yang bisa ditemukan adalah beberapa jenis kepiting.

 

2. Ekosistem Buatan

Ekosistem buatan ialah ekosistem yang dibuat oleh manusia. Fungsi ekosistem buatan untuk menjaga ekosistem alami tetap seimbang. Selain itu, ekosistem buatan dibuat untuk melestarikan hewan atau tumbuhan yang ada terancam punah, sehingga tidak ada lagi makhluk hidup yang punah di bumi. ekosistem buatan ialah salah satu cara untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Ekosistem buatan ialah suaka marga satwa, kebun raya, kebun binatang, dan taman safari.

  1. Suaka marga satwa adalah upaya perlindungan pada ekosistem yang dinilai memiliki keunikan. Keunikan itu juga berisi berbagai macam jenis flora dan fauna yang harus dilindungi. Suaka marga satwa dibuat oleh manusia langsung di alam (Baca: Pengertian Suaka Margasatwa dan Cagar Alam – Contoh Cagar Alam)
  2. Taman hutan raya adalah taman hutan yang sebagian masih habitat asli, dan sebagian telah di perbarui dengan lingkungan buatan. Taman hutan raya mengkhususkan pada konservasi koleksi tumbuhan. Ciri- ciri hutan raya adalah mempunyai koleksi tumbuhan yang banyak serta unik, mempunyai wilayah yang luas, serta masih memiliki keindahan habitat aslinya. Hutan raya juga dapat dikatakan sebagai hutan buatan, karena sebagian besar dibuat oleh manusia.
  3. Kebun binatang adalah salah satu bentuk konservasi dengan memakai lingkungan alam buatan, yang terpisah- pisah pada setiap jenis spesies. Kekurangan dari kebun binatang adalah, hewan berada di dalam kandang yang terbatas. Selain itu, banyak kebun binatang yang tidak dirawar dengan baik. Akibatnya banyak binatang yang mati atau kelaparan, seperti yang terjadi di kebun binatang bandung.
  4. Taman safari adalah upaya pelestarian flora dan fauna melalui pembuatan lingkungan buatan. Berbeda dengan kebung binatang yang setiap spesies berada dalam satu kandang, pada taman safari, beberapa spesies berada dalam satu wilayah besar. Setiap wilayah terpisah oleh pagar tinggi. Pengunjung harus memakai mobil atau kendaraan dari taman safari jika ingin mengunjungi serta melihat jenis fauna dan flora di dalamnya Taman safari adalah salah satu cara melestarikan lingkungan dengan metode eksitu (baca: Pelestarian Keanekaragaman Hayati Secara Insitu dan Eksitu). Taman safari memakai metode yang jauh lebih baik daro pada kebun binatang, sehingga hewan tidak merasa terkekang.
  5. Waduk adalah sebuah tempat penampungan air raksasa yang di buat oleh manusia. Selain itu, waduk juga sebagai penghalang aliran air sungai, sehingga aliran menjadi meninggi dan terlihat seperti danau yang besar. Waduk juga biasa di sebut sebagai bendungan. Waduk berfungsi sebagai salah satu penyedia air bagi masyarakat, selain itu waduk juga di pakai sebagai bagian dari system irigasi di sawah. Waduk dapat menjadi ekosistem baru bagi ikan- ikan air tawar
Ekosistem: Pengertian, Jenis, Komponen dan Contoh Ekosistem | aab | 4.5