Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Membudidayakan Senyum

Posted on

Ini Alasan Kenapa Kamu Wajib Membudidayakan Senyum – Entah apa sebab, kadang beberapa dari kita tiba-tiba mendapat respons kurang baik saat menegur seseorang, ditegur ramah tapi dibalas cuek dan muka masam. Padahal tidak ada niat menyingkirkan seseorang dalam tiap sapaan yang kita mulai. Sehingga kita pun ikut-ikutan dongkol lalu bermuka masam.

Nah, bagaimana jika ini terjadi padamu. Apa yang akan kamu lakukan jika teguran ramah yang kamu mulai justru dibalas dengan muka masam dan mengecewakan? Sebelum membahas itu, lebih baik pahami dulu reaksi apa saja yang perlu kamu coba agar lawan bicara kembali ke mood yang normal.

Dalam masalah ini, penulis menawarkan “senyum” untuk kamu sebagai solusi yang paling bijak. Kamu tidak boleh merespons reaksi orang lain dengan muka masam pula. Jika teguranmu direspons dengan buruk, maka senyumlah sebagai solusi. Boleh jadi setelah kamu senyum, lawan bicara menjadi sadar lalu meniru gaya baik ini. Di samping itu, kamu juga harus tau bahwa senyum memiliki dampak positif yang sangat-sangat bermanfaat. Berikut alasan kenapa senyum sebagai solusi yang paling bijak.

  1. Senyum sebagai kesopanan

Di dunia, senyum menjadi dialog paling sopan dibanding lirikan mata atau reaksi tubuh yang lain. Dengan senyum, anak-anak kelaparan di Afrika seperti tidak punya masalah, dengan senyum para napi di jeruji seperti berada di hotel, dengan senyum pula, jenazah yang meninggal terlihat husnul khatimah. Senyum adalah dialog dari bentuk kesopanan terbaik.

Sebaliknya muka masam dijadikan sebagai dialog paling buruk di dunia. Liburan ke Bali akan menjadi gersang jika memulainya dengan muka masam, resepsi pernikahan akan hambar jika mempelainya bermuka masam, bahkan jenazah yang meninggal dengan muka masam, akan dianggap sebagai kejadian suul khatimah.

Maka senyumlah setiap membalas lawan bicara yang bermuka masam, sebagaimana dialog terbaik dapat membalas dialog terburuk. Kemudian pertahankan senyummu itu selama kamu berbicara, lalu tularkan ia kepada lawan bicara.

  1. Senyum sebagai no problem

Sepintas kamu akan dipandang sebagai pribadi yang karismatik, jika semua lawan bicara kamu layani dengan senyuman. Lawan bicara yang sedang punya masalah akan berubah seperti tidak punya masalah, lawan bicara yang hidupnya semrawut akan berubah seperti tidak punya beban. Begitu pula dengan si pemilik senyum, jika senyum dirutinitaskan, masalahmu tidak akan tampak pada siapapun, semrawut urusanmu tidak mungkin mudah diketahui. Bukankah menyembunyikan masalah dari orang banyak adalah tindakan terpuji?

Baca Juga :  Diskriminasi: Definisi, Tujuan, Prinsip, dan Contohnya

Maka tersenyumlah agar kamu hidup mudah, sebab tanpa senyum, hidup yang lancar pun akan dianggap kelam.

  1. Senyum sebagai kekuatan

Percaya atau tidak, orang yang membudidayakan senyum akan terlihat seperti kuat dan tidak pernah lelah. Serumit apapun permasalahan, sebandal apapun lawan bicara, senyum dapat membuktikan bahwa kamu adalah lawan interaksi terkuat.

Seseorang yang punya banyak job, yang ke sana-sini dikepung deadline biasanya akan tetap bugar, jika seluruh kerjaannya dibarengi dengan senyuman. Konon lagi jika menghadapi lawan bicara, berbicaralah dengan senyuman, berbicaralah seperti orang yang kuat. Orang lain akan menumpahkan isi hatinya jika kamu menanggapinya seperti tidak punya masalah.

  1. Senyum sebagai pahala

Tentu senyum adalah ibadah. Darinya kamu bisa menambah umur dan memperpanjang rezeki, tanpa harus bermuka masam. Senyum dapat meredam dosa-dosa dan membentuk pelakunya menjadi pribadi yang disukai orang lain. Dengan senyum pula ibadah terasa ringan, dengan senyum pula pahala akan didapat.

  1. Senyum sebagai kesehatan

Percayalah bahwa wajah yang kusam akan membuat mukamu menua, raut wajah yang dibentuk dari rasa baper berlebihan, emosi yang ganas, juga rasa sakit hati yang mendalam, akan membuat kesehatan di bagian wajah dan hati menjadi tidak bugar.

Pun saat kita bermuka masam, jantung akan berdetak dengan kontrol yang sulit teratur, begitu pula saat kita sedang emosi. Jantung hanya akan menjadi sehat kembali jika senyum dirutinitaskan sebagai dialog keseharian. Membudidayakan senyum berarti membudidayakan hidup sehat.

Maka solusi jika ingin sehat sebenarnya adalah membudidayakan senyum pada tempatnya. Jangan bermuka masam dengan siapapun, dan percayalah bahwa senyum dapat membuat orang lain menjadi sehat pula.