Pengertian dan Perbedaan Hukum Perdata Dengan Pidana

Pengertian dan Perbedaan Hukum Perdata Dengan Pidana

Diposting pada

Hukum ialah sistem yang terpenting dalam aktualisasi berdasarkan susunan otoritas kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kuasa dalam aspek ketatanegaraan, ekonomi serta masyarakat dalam berbagai cara serta bertindak, selaku penghubung utama dalam jalinan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kegiatan untuk pembentukan hukum, perlindungan hak asasi manusia serta memperluas otoritas ketatanegaraan dan cara perwakilan mereka yang akan dipilih. Administratif hukum dipakai untuk meninjau balik keputusan dari pemerintah, sementara hukum internasional mengontrol masalah antara berdaulat negara dalam aksi mulai dari perdagangan lingkungan peraturan atau aksi militer.

Pengertian dan Perbedaan Hukum Perdata Dengan Pidana

Pengertian Hukum Perdata dan Hukum Pidana

  1. Hukum perdata adalah aturan-aturan hukum yang mengelola tingkah laku tiap-tiap orang terhadap orang lain yang berhubungan dengan kedaulatan serta peranan yang timbul dalam pergaulan masyarakat ataupun pergaulan keluarga.
    Hukum perdata dibedakan menjadi dua, yakni hukum perdata material dan hukum perdata formal. Hukum perdata material mengelola kepentingan-kepentingan perdata setiap subjek hukum. Hukum perdata formal mengelola seperti apa aturan seseorang menjaga haknya apabila dilanggar oleh orang lain.
  2. Hukum pidana ialah susunan peraturan-peraturan hukum yang mengelola hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang yang lain, atau antara subyek hukum yang satu dengan subyek hukum yang lain, dengan menitik beratkan pada kebutuhan perseorangan, dimana ketentuan dan peraturan dimaksudkan dalam kebutuhan untuk mengelola dan membatasi kehidupan manusia atau seseorang dalam upaya untuk mencukupi kepentingan atau kebutuhan hidupnya.
    Dalam praktek, hubungan antara subyek hukum yang satu dengan yang lainnya ini, dilaksanakan dan patuh sebab pada suatu perjanjian atau kesepakatan yang disetujui oleh para subyek hukum dimaksud. Dalam hubungan dengan sanksi buat yang melanggar, sehingga pada umumnya sanksi dalam suatu perikatan ialah berupa ganti kerugian. Permohonan atau tuntutan ganti kerugian ini harus dibuktikan disertai alat bukti yang dalam memperlihatkan kalau benar telah terjadi kerugian akibat pelanggaran atau tidak dilaksanakannya suatu perjanjian.

 

Baca juga >>> Hukum: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-Ciri Hukum

 

Perbedaan Hukum Perdata dan Hukum Pidana

  1. Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi:
    • Hukum keluarga
    • Hukum harta kekayaan
    • Hukum benda
    • Hukum Perikatan
    • Hukum Waris
  2. Hukum pidana Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi 2, yaitu hukum privat dan hukum publik (C.S.T Kansil). Hukum privat adalah hukum yg mengatur hubungan orang perorang, sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya.
    Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil.
    Hukum Pidana Formil yaitu mencakup cara melakukan atau pengenaan pidana.
    Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi).

 

Demikianlah Pengertian dan Perbedaan Hukum Perdata Dengan Pidana. Semoga bisa menambah wawasan anda mengenai hukum. Terimakasih


Artikel Terkait:

Tentang Penulis:

Gambar Gravatar
Saya seorang D-3 perekam medis dan melebarkan sayap saya ke dunia digital dengan mengambil gelar S.Kom. Mungkin di masa yang akan datang perkembangan dunia medis dan digital akan saling mengiringi demi kehidupan yang lebih bermakna. Terimakasih sudah memberi support website majalahpendidikan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *