Sumber Daya Manusia (SDM) (MSDM): Pengertian, Fungsi dan Contoh

Minggu, Agustus 5th, 2018 - Sosiologi

Apa itu SDM dan MSDM?

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aspek yang amat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi ataupun industri. SDM juga adalah kunci yang memastikan kemajuan industri. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai pelopor, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu.
Pengertian SDM dapat dibagi menjadi dua, yakni pengertian mikro dan makro. Pengertian SDM secara mikro merupakan individu yang beroperasi dan menjadi bagian suatu industri atau institusi dan umum dikenal sebagai karyawan, pegawai, tenaga kerja, pekerja, buruh dan lain sejenisnya. Sedangkan pengertian SDM secara makro merupakan masyarakat suatu negara yang telah memasuki usia angkatan kerja, baik yang belum bekerja ataupun yang telah bekerja.

Secara garis besar, pengertian sumber daya manusia merupakan individu yang bekerja sebagai aktivis suatu organisasi, baik institusi ataupun industri dan berperan sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya.

Pengertian Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, merupakan suatu ilmu atau aturan bagaimana mengelola hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara optimal maka tercapai tujuan (goal) bersama industri, tenaga kerja dan rakyat menjadi optimal. MSDM dilandasi pada suatu rancangan kalau setiap tenaga kerja merupakan manusia- bukan mesin dan bukan semata-mata menjadi sumber daya bidang usaha.

 

Fungsi-Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

1) perencanaan (Planning)
fungsi perencanaan manajemen sumber daya manusia merupakan upaya sadar dalam pengumpulan ketetapan yang telah diperhitungkan dengan matang perihal keadaan apa saja yang akan dilakukan dimasa yang akan datang oleh industri untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

2) Rekrutmen (Recruitment)
Schermerhorn menerangkan jika rekrutmen merupakan sebuah proses pencabutan calon untuk memenuhi posisi yang kosong dalam organisasi.
Perekrutan yang efektif akan memberikan kesempatan kerja kepada orang orang yang memiliki kemampuan dan keahlian yang mencukupi kriteria dan spesifikasi dari profesi.

3) seleksi
Seleksi tenaga kerja adalah proses untuk mendapatkan tenaga kerja yang pantas dan tepat dari sekian calon yang ada.
langkah pertama yang dibutuhkan setelah menerima surat lamaran ialah mempelajari riwayat hidup (curriculum vittae) para pelamar kerja.
setelah itu dari riwayat hidup dilakukan seleksi antara pelamar kerja yang nantinya akan dipanggil dengan pelamar yang gagal dalam memenuhi standar persyaratan.
kemudian calon yang telah terseleksi dipanggil untuk dites baik tertulis, tanya jawab atau proses tes seleksi yang lain.

4) Orientasi, pelatihan dan pengembangan
pelatihan atau training ialah proses pembelajaran yang menyertakan pendapatan suatu keterampilan, peraturan, rancangan ataupun tindakan agar kemampuan karyawan meningkat.
Bahkan pelatihan ini telah diatur dalam undang-undang pada tahun 2003 yang menjelaskan pelatihan kerja adalah segala kegiatan untuk memberikan, memperoleh, menigkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, kedisiplinan, perilaku serta etos kerja pada tingkat keahlian dan keterampilan khusus yang pantas dengan tahapan serta persyaratan profesi dan jabatan
pengembangan atau development ialah upaya penyediaan individu buat menanggung tanggung jawab yang beda atau lebih tinggi didalam industri.
Sedangkan pengembangan memiliki cakupan yang lebih luas lagi dalam upaya membenarkan serta meningkatkan kemampuan, wawasan, perilaku atau sifat pekerja.

5) Evaluasi kinerja
Evaluasi kinerja peranannya tidak kalah penting dari fungsi manajemen yang lain. fungsi evaluasi dan fungsi monitoring ialah berlainan dan sering-kali sulit dipisahkan. dalam penyusunan sebuah struktur dan pembagian pekerjaan, fungsi dan pembagian posisi terkadang tidak semestinya harus dipisahkan secara nyata.
Fungsi manajemen atas (tertinggi) contohnya, mencakup keseluruhan fungsi mulai dari planning sampai controlling.
Sehingga dari itu, evaluasi oleh pimpinan industri kerap dilakukan dalam pertemuan kerja, pertemuan pimpinan. fungsi evaluasi manajemen sumber daya manusia tidaklah berdiri individual, fungsi ini berkaitan erat dengan fungsi pengamatan dan fungsi pelaporan. fungsi evaluasi manajemen sumber daya manusia berfungsi agar industri tidak lagi melakukan kesalahan yang serupa.

6) Kompensasi
Fungsi kompensasi ialah pemberian balas jasa secara langsung atau tidak langsung yang berupa uang atau barang kepada tenaga kerja (pegawai) sebagai rupa balasan pelayanan dari industri. prinsip dari kompensasi adalah adil serta pantas menyesuaikan dengan tanggung jawab tenaga kerja dan prestasinya.

7) Pengintegrasian
Pengintegrasian adalah kegiatan untuk menggabungkan antara kepentingan industri dengan kepentingan para tenaga kerja, sehingga mewujudkan kerjasama yang profitabel untuk kedua belah pihak.

8) pemeliharaan
peran pemeliharaan ialah kegiatan untuk merawat atau bahkan meningkatkan kondisi kejiwaan, jasmani serta kesetiaan pekerja agar terwujud adanya kerjasama yang panjang.

9) Pemberhentian
Pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja (PHK) ialah pemutusan hubungan kerja industri dengan tenaga kerja yang dikarenakan oleh suatu keadaan yang menimbulkan hak serta peranan berakhir antara pemberi kerja (industri) dengan tenaga kerja.

 

Contoh Sumber Daya Manusia

Mengenai contoh dari sumber daya manusia atau SDM seperti anak didik siswi tamatan SMK yang siap bekerja diletakkan di bermacam industri. Mahasiswa yang seusai diwisuda mencari pekerjaan ataupun seorang yang lagi mencari pekerjaan dan seorang yang umurnya telah lebih dari usia 17 tahun atau di Indonesia telah memiliki KTP dan dianggap telah dewasa.

 

Demikianlah Pengertian Sumber Daya Manusia atau Manajemen Sumber Daya Manusia. Semoga bermanfaat!

Sumber Daya Manusia (SDM) (MSDM): Pengertian, Fungsi dan Contoh | aab | 4.5