Majas Pleonasme

Posted on

Majas Pleonasme – Modul ini adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna yang sama. Ini dilakukan untuk menekankan sesuatu. Contoh: saya dan keluarga saya memasuki bioskop dan dipanggil untuk datang ke barisan depan di atas panggung.

Majalahpendidikan.com akan menyampaikan materi pembelajaran dengan judul Majas Pleonasme. Dimana materi pembelajaran ini akan diulas berdasarkan Pengertian, Faktor dan Contoh.

Pengertian

Pleonasme adalah sifat yang berlebihan, di mana jika seseorang menggunakan dua kata yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama, bahkan jika dalam kenyataannya tidak memerlukan penambahan lebih lanjut, baik dengan penekanan atau gaya saja, ini adalah pleonasm.

Majas Pleonasme

Pleonasme sendiri merupakan bentuk ekspresi gaya linguistik yang menambahkan informasi pada pernyataan yang memiliki maksud dan tujuan yang sangat jelas dalam konteks. Penambahan ini dibuat untuk memperkuat pemikiran atau ide dari kalimat sehingga bentuk ini diklasifikasikan sebagai afirmasi.

Faktor Munculnya Majas Pleonasme

Setelah sudah mengetahui pengertian dari pleonasme, berikut ini ialah enam faktor majas ini dimana bersamaan dengan ( ciri khas atau karakteristik) dari kalimat pleonasme:

Hiponim

Sebagai contoh.

  • Mereka memelihara berbagai burung, seperti burung beo, burung kenari dan cucak rowo.
  • Ayah menanam berbagai sayuran, seperti bayam, wortel, dan kol.

Artinya:

  • Kata parrot, walnut, dan cucak rowo adalah homonim dari jenis burung ini. Jadi katakan saja kalimat pertama: mereka memegang berbagai burung, seperti burung beo, kacang dan cucak rowan.
  • Kata bayam, wortel, dan kubis adalah homonim dari jenis sayuran. Jadi katakan saja kalimat kedua: ayah telah menanam berbagai sayuran, seperti bayam, wortel dan kol.

Salah Satu Elemen Disingkat Telah Dinyatakan Secara Penuh

Sebagai contoh.

  • Square Badak Lampung FC memenangkan pertandingan.
  • Asosiasi partai arasy memenangkan pemilihan.

Artinya:

  • Singkatan “Square” adalah singkatan dari union football Gianyar. Di sisi lain, “FC” adalah singkatan dari klub sepak bola, yang berarti persatuan sepakbola. Jadi ada dua kalimat serupa di mana kalimat yang lebih besar digunakan.
  • Akronim “Arasy” menunjukkan partai dari kelompok muslim, sedangkan kelompok kata-kata ini identik dengan “asosiasi” atau bahkan “persatuan”. Jadi ada tiga kalimat serupa dalam frasa yang digunakan frasa yang bisa lebih besar.

Marka Jamak Diikuti Dengan Nama Jamak

Sebagai contoh.

  • Berbagai jenis buah dijual di pasaran.
  • Berbagai jenis sayuran ditanam di ladang.

Artinya:

  • Kata “bermacam-macam” artinya persis sama dengan “bermacam-macam”. Karena itu dalam satu kalimat sudah cukup untuk menggunakannya. Oleh karena itu frasa (a) dapat dikatakan: Berbagai buah dijual di pasar atau Berbagai buah dijual di pasar.
  • Demikian pula, “bermacam-macam” berarti persis sama dengan “berbagai jenis”. Oleh karena itu dalam kalimat, cukup hanya menggunakan satu. Jadi kalimat (b) cukup untuk mengatakan: berbagai jenis sayuran ditanam di ladang atau berbagai jenis sayuran ditanam di ladang.

Arti Kata Sudah Ada Di Kata Lain yang Membentuk Kalimat.

Sebagai contoh.

  • Waluyo jatuh.
  • Een naik ke atas.

Artinya:

  • Kata “turun” juga memiliki arti yang sama dengan turun. Jadi kalimat (a) dapat dikatakan: Turun atau turun
  • Bahkan kata “naik” memiliki arti yang sama dengan naik. Jadi kalimat (b) dapat dikatakan: Garam kerdil atau garam kerdil.

Bentuk Jamak Telah Dinyatakan Dua Kali

Sebagai contoh.

  • Semua buku yang saya baca.
  • Siswa berpartisipasi dalam upacara bendera.

Artinya:

  • Semua kata sudah mengandung banyak arti. Sesuai dengan aturan bahasa Indonesia, semua benda yang harus berada di belakang kata tidak boleh jamak. Jika jimat (a) cukup untuk mengatakan: Semua buku yang saya baca atau buku-buku yang saya baca.
  • Kata para sudah mengandung banyak arti. Jadi kalimat (b) dapat dikatakan: siswa mengikuti upacara bendera atau siswa mengikuti upacara bendera

Dalam Sebuah Kalimat Ada Dua atau Lebih Kata Yang Sinonim (Persamaan)

Sebagai contoh.

  • Dayat Sejak kecil itu sudah baik
  • Demi kekasihnya, dia pasti akan melakukan apa saja

Artinya:

  • Dalam kalimat pertama di atas “permulaan” memiliki arti yang sama dengan “dari”. Dengan cara ini, kalimat (a) hanya bisa dikatakan: sebagai anak ia buruk atau sebagai anak ia buruk.
  • Dalam kalimat kedua “untuk” memiliki arti yang sama dengan “untuk”. Dengan cara ini, kalimat (b) harus diucapkan: demi kekasihnya, dia ingin melakukan apa saja atau untuk kekasihnya, dia ingin melakukan apa saja.

Contoh Majas Pleonasme

Berikut ini contoh dari majas pleonasme, sebagai berikut:

  • Ayah memelihara berbagai unggas, seperti ayam, bebek, menthoks dan lainnya.
    Penjelasan:
    Dalam kalimat itu mengandung hiponim dari ayam, bebek, menthok yang merupakan hiponim dari kata “unggas”. Pada kenyataannya frasa tersebut tidak membutuhkan kata ‘burung’ tetapi untuk memperjelas dan memperkuat kalimat, maka ditambahkanlah sebuah hiponim.
  • Jaka memiliki kesulitan berbicara sejak ia masih muda.
    Penjelasan:
    Dalam kalimat itu arti kata ‘dari’ dan ‘dari’ adalah sama, jadi cukuplah menggunakan salah satu kata itu. Penambahan kalimat ada dua kata yang identik dalam kalimat dan membuat kalimat memiliki pleonasm.
  • Semua ibu dari pertemuan sosial harus datang tepat waktu.
    Penjelasan:
    Dalam kalimat itu denominasi kata “para, nyonya dan nyonya-nyonya” diulang. Tidak perlu menggunakan semua kata sehingga kalimat menjadi kalimat dengan motif pleonasmatic.
  • Barisan tentara musuh mundur untuk mengakui kekalahan dalam pertempuran.
    Penjelasan:
    Dalam kalimat itu kata “kembali” seharusnya tidak lagi diperlukan karena kata “kembali” sudah berarti kembali.
  • Ikbal melihat ke belakang untuk menemukan asal barang itu.
    Penjelasan:
    Dalam kalimat kata “kembali” tidak perlu ada, tetapi itu menjelaskan arah di mana Ikbal berbalik.
Baca Juga :  Majas Sinekdoke

Contoh Majas Pleonaasme Lainnya

  • Rebus air panas untuk membuat secangkir kopi hitam.
  • Nyalakan api sampai sangat panas di atas kompor ketika Anda menyajikan nasi goreng.
  • Tebu diproses untuk menghasilkan gula manis bagi masyarakat.
  • Saya tidak ingin minum obat pahit setiap hari
  • Bibinya menjerit ketika dia melihat darah merah datang dari kepalaku setelah jatuh dari sepeda.
  • Jika saya pergi dengan Anda sekarang, tentu saja saya akan meninggalkan banyak pakaian dalam basah yang seharusnya saya selesaikan hari ini.
  • Hari ini saya ingin makan dengan omelet goreng di rumah.
  • Seseorang akan melihat ke atas jika sebuah benda jatuh di kepalanya.
  • Panas api membantu menghangatkan tubuh di musim dingin.
  • Berbagai jenis pabean di Indonesia menarik minat wisatawan.
  • Para nenek melakukan latihan lama di pengadilan pusat kesehatan desa.
  • Santi memasukkan es dingin ke dalam jus mangga.
  • Paman suka mengkonsumsi tempe kedelai.
  • Adik perempuan itu sangat menyukai mainan boneka Barbie barunya.
  • Mamah menambahkan garam ke dapurnya.
  • Orang yang sakit akan berkeringat dingin.
  • Manusia menggunakan perangkat komunikasi telepon untuk berkomunikasi satu sama lain dalam jarak jauh.
  • Pengguna Facebook menggunakan gambar diri mereka sebagai gambar profil.
  • Klasifikasi hasil semester akhir dapat diakses di situs web Universitas.
  • Salsa menaiki kudanya dengan bantuan pelatihnya.
  • Demi kekasihnya, dia pasti akan melakukan apa saja.
  • Pengemudi menarik kendaraan ke samping karena ada masalah dengan mesin.
  • Tubuhnya runtuh ke dalam lubang ketika sepedanya tersandung batu besar saat ia berakselerasi.
  • Tadi malam saya bermimpi berada di negara yang tertutup salju putih.
  • Kami hanyalah keluarga miskin yang tidak memiliki apa-apa.
  • Saya suka mencampurkan madu manis dengan rempah-rempahnya.
  • Gadis cantik yang cantik itu adalah saudara perempuan temanku.
  • Joni bergegas naik pohon ketika dia dikejar oleh seekor anjing.
  • Saudari itu duduk manis di depan layar televisi.
  • Bibinya membeli banyak wanita kebaya di toko milik sahabatnya.
  • Semua ayah secara sukarela membangun situs patroli.
  • Kapal itu menangkap ratusan ratusan ikan dengan satu jaring pancing.
  • Empat puluh spesies burung telah dibiakkan di kebun binatang ini.
  • Bibi datang dari desa dengan berbagai macam buah-buahan.
  • Sang ayah memelihara binatang berkaki empat, seperti sapi, kambing, dan kerbau.
  • Pak Burhan menjual produk elektronik seperti laptop, televisi, radio, mesin cuci, dan lainnya.
  • Saya mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali, seperti Tanah Lot, Pantai Kuta, Sanur dan banyak lainnya.
  • Ketika tubuh saya tenggelam pada saat kecelakaan laut yang saya alami kemarin, saya benar-benar menelan banyak air garam sampai lidah saya terasa.
  • Tanam pohon hijau pada saat yang sama sebagai bentuk cinta untuk bumi dan hindari pemanasan global yang lebih serius.
  • Anak-anak memiringkan kepala untuk melihat pesawat yang lewat.
  • Rusdi tidak menyadari keberadaan saya di sampingnya sampai dia berbalik ke samping.
  • Pengemis itu mengangkat tangannya ke semua pejalan kaki.
  • Sejak kecil, Novan gemar bermain sepak bola.
  • Menara kota melonjak di langit.
  • Pesawat tiba-tiba jatuh dari posisi semula.
  • Suasana di malam hari sunyi seperti biasa.
  • Rista senang melihat ayahnya kembali dari Jakarta.
  • Besok kita akan mengunjungi paman di desa.
  • Saya menyaksikan kecelakaan itu dengan mata kepala sendiri.Semua siswa SMAN 1 Jakarta Timur menghadiri upacara bendera di halaman sekolah.

Demikianlah yang dapat admin sampaikan materi ini dimana pembahasan mengenai Majas Pleonasme. Semoga dengan materi yang sudah dibahas melalui artikel ini, dapat memberikan pemahamaan dan manfaat untuk sahabat pembaca semua.

Baca Juga: