Jaringan Ikat

Jaringan Ikat – Pernahkah kalian berfikir bahwa anggota dari dalam tubuh misalnya jantung, paru-paru, hati tidak bisa bergeser walaupun kita bergerak dengan ekstrem.

Jaringan Ikat yang dapat bertugas menjaga jantung, paru-paru dan hati supaya tidak bergeser ataupun berpindah tempat. Untuk penjelasan lebih jelasnya kalian bisa perhatikan artikel di bawah ini.

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas mengenai jaringan ikat, baca dengan seksama artikel dibawah ini agar kalian dapat dengan mudah memahami tentang jaringan ikat.

Pengertian

Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan pengikat dan penyokong pada jaringan tubuh lainnya. Jaringan ini lah yang paling banyak ada didalam bagian tubuh manusia yang mempunyai susunan sel berjarak dan tersebar dalam tubuh atau memiliki nama latin matriks ekstraseluler.

Serta berkembang melalui mesenkim yang berada pada mesoderm. Mesoderm sendiri merupakan lapisan tengah dari embrio.

Selain sebagai pengikat dan penyokong jaringan, sel ini berfungsi juga untuk melindungi organ-organ yang ada di dalam tubuh manusia, dan juga dapat menyimpan energi, membentuk tubuh, dan juga menyusun sistem sirkulasi pada darah.

Jaringan ini dapat berkembang melalui mesenkim yang bermula dari lapisan tengah pada embrio atau biasa disebut mesoderm, sel ini berkembang pada saat memproses pembuahan. Oleh karena itu, tidak heran jikalau jaringan tersebut terdapat hampir di setiap organ tubuh manusia.

Anggota dari organ tubuh serta juga tulang sangatlah aktif bergerak, sehingga dapat memungkinkan terjadinya pergeseran organ. Dengan adanya jaringan seperti ini maka dapat memungkinkan tidak akan terjadi pergeseran didalam organ-organ tubuh manusia. Tentunya jaringan ini sangat lah penting untuk tubuh manusia.

Gambar

Dibawah ini merupakan contoh jaringan pengikat pada tubuh manusia.

1 jaringan pengikat pada tubuh

Dibawah ini merupakan contoh jaringan pengikat pada lengan manusia.

2 jaringan pengikat pada lengan

Ciri -Ciri

Ciri-ciri dari jaringan ikat yaitu sebagai berikut:

  • Mempunyai komponen intraseluler ataupun matriks
  • Mempunyai bentuk pada sela-sela yang tersebar tetapi juga tidak beraturan
  • Sitoplasma bergranula dan juga inti dari sel menggelembung
  • Letak sel pada jaringan ikat tidak ada yang berdekatan walaupun hanya terhubung pada ujung protoplasmanya

Fungsi

Adapun fungsi – fungsi dalam jaringan ikat yaitu sebagai berikut:

  • Melindungi organ
  • Penyimpan energi
  • Pembentuk bagian tubuh
  • Mengikat dan menunjang jaringan lain
  • Penyusun sistem peredaran darah
  • Penghasil kekebalan tubuh
  • Pengisi rongga di atara organ
  • Pengangkut oksigen dan juga makanan menuju pada jaringan lain
  • Pengangkut sisa pada metabolisme menuju sel-sel pengeluaran

Struktur

Struktur dari penyusun jaringan ikat yang ada pada tubuh manusia ada dua macam yaitu matriks dan juga sel-sel jaringan ikat. Berikut ini kami akan membahas mengenai keduanya:

Matriks

Matriks merupakan dasar dari peletakan jaringan ikat pada tubuh manusia. Matrik terususun atas bahan dasar cairan seperti ekstraseluler. Ada beberapa macam serat dan juga bahan yang terdapat di matriks yaitu sebagai berikut:

1. Serat Kolagen

Serat matriks jenis ini terbuat dari sel pada kalogen yang bersifat unik yaitu tidak elastis dan juga sangat kuat, selain itu pula serat ini mudah robek jika tertarik terlalu Panjang. Serat ini dapat digunakan sebagai penghubung tulang dengan otot dan biasanya terdapat pada tendon.

Selain itu tendon juga ada pada tulang dan kulit. Susunan ini merupakan susunan paling utama yang ada pada matriks serat kalogen dengan protein kalogen hingga 25% dari seluruh protein yang ada di dalam tubuh manusia.

2. Serat Retikuler

Perlu kalian ketahui serat ini tentunya sangat rawan di karenakan serat yang begitu tipis dengan sifat cabang. Dan juga retikuler tersusun dengan kalogen dan juga serabut-serabut pada kalogen. Elastis yang terbilang rendah membuat serat ini sangat rawan untuk rusak.

Serat ini berfungsi sebagai penyambung antara jaringan ikat dangan jaringan lain. Yang dapat dijumpai pada oragan hati, limpa, dan juga kelenjar limfe.

3. Serat Elastis

Sama seperti namanya yakni serat elastis yang berarti serat yang bersifat elastis pula. Serat ini mempunyai serat dengan kelenturan yang cukup tinggi untaian yang panjang memiliki warna khas yaitu kuning.

Serat ini sering sekali di jumpai dibagian organ ligamen, pembuluh darah, dan juga selaput tulang rawan pada laring. Serat ini juga tersusun dengan elastin mukopolisakarida dan juga protein yang dikelilingi oleh bagian glikoprotein.

4. Bahan Dasar

Bahan dasar pada matriks merupakan mukopolisakarida ber sulfat dan memiliki asam hialuronat. Matriks ini bersifat sangat elastis dan tentunya lentur apa lagi jika asam pada hialuronatnya sangat tinggi. Fungsinya yaitu mengikat pelumas, air dan Peredam benturan.

Sel – Sel Jaringan Ikat

Berikut ini merupakan struktur panyusun pada jaringan ikat dan pada sel-sel nya di antaranya sebagai berikut:

1. Sel Tiang

Sel tiang merupakan sel yang bertugas sebagai penghasil heparin juga histamin. Heparin ini dapat mengatur untuk mencegah pembekuan darah. Sedangkan histamin memiliki fungsi untuk meningkatkan permaebilitas kapiler darah.

2. Sel Plasma

Sel plasma merupakan sel yang mempunya bentuk unik yakni tidak beraturan dengan fungsi untuk menyerang pathogen yang jahat. Pada sel ini paling sering ditemui pada daerah pencernaan dan juga pernafasan yang memiliki banyaknya pathogen.

3. Sel Lemak

Seperti namanya sel lemak berguna untuk menyimpan lemak. Sel ini dapat membentuk jaringan lemak yang biasa disebut dengan adiposa.

4. Makrofag

Sel makrofaq merupakan sel yang memiliki bentuk tidak sama sekali lentur yang memiliki fungsi sebagai pinositosis dan juga fagositosis.

Sel pinositosis sendiri yaitu proses dari meminum partikel dengan ukuran kecil yang berupa zat-zat buangan dari cairan. Sedangkan fagositosis merupakan proses dimana sel memakan sel-sel mati lainnya seperti bakteri.

5. Fibroblas

Fibroblas Merupakan sel yang memiliki bentukan serat dan dapat berfungsi sebagai mensekresikan protein.

Demikian lah pembahasan tentang jaringan ikat, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih.

Baca Juga: