Zakat: Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Hak Zakat

Minggu, April 8th, 2018 - Agama Islam

Apa itu Zakat?

Menurut Wikipedia Zakat (Bahasa Arab: زكاة artinya: Zakah) dalam segi istilah merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya). Zakat dari segi bahasa berarti bersih, suci, subur, berkat dan berkembang. Menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam.

Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Zakat berarti “tumbuh dan bertambah”. juga bisa berarti berkah, bersih, suci, subur dan berkembang maju. bisa kita ambil kesimpulan bahwa kita selaku umat muslim telah diwajibkan oleh Allah SWT untuk mengeluarkan zakat, seperti firman Allah Swt: “Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul, agar kamu diberi rahmat“. (surat An Nur 24: 56).

Pengertian Zakat

Sejarah Zakat

Setiap pemeluk agama islam diwajibkan memberi sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah.Kewajiban ini tersurat di dalam Alquran. Pada awalnya, Alquran hanya memerintahkan untuk memberi sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Akan tetapi, pada selanjutnya hari, umat Islam diperintahkan untuk menunaikan zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya dari tahun 662 m. Rasul Muhammad melembagakan perintah zakat ini atas menentukan zakat berkelas buat mereka yang kaya untuk memudahkan beban kehidupan mereka yang fakir. Sejak saat ini, zakat diimplementasikan dalam negara-negara Islam. hal ini menunjukan kalau pada kemudian hari terdapat pengaturan pemberian zakat, khususnya tentang jumlah zakat tersebut.

Pada zaman khilafah, zakat digabungkan oleh pegawai negara serta didistribusikan pada golongan khusus dari masyarakat. golongan itu ialah orang fakir, budak yang mau membeli kebebasan mereka, orang yang terbelit hutang serta tidak bisa melunasi. Syariah mengatur atas lebih perincian tentang zakat dan bagaimana zakat itu mesti dibayarkan.

 

Jenis-Jenis Zakat

Zakat terbagi atas dua jenis ialah:

Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan bersih Ramadan. Besar zakat ini sebanding atas 3, 5 liter (2, 7 kg) makanan utama yang terdapat di kawasan berhubungan.

Zakat maal (harta)
Zakat yang dikeluarkan seseorang muslim yang melingkupi perolehan perniagaan, agraria, pertambangan, perolehan laut, perolehan peliharaan, harta temuan, emas dan perak. tiap-tiap jenis ada perhitungannya sendiri-sendiri.

 

Syarat-Syarat Wajib Untuk Mengeluarkan Zakat

Merdeka; Hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali zakat fitrah, sebaliknya tuannya wajib mengeluarkannya. Di masa sekarang perkara hamba sahaya tidak ada lagi. Bagaimanapun ketentuan merdeka tetap harus dicantumkan sebagai salah satu ketentuan wajib mengeluarkan zakat karena perkara hamba sahaya ini adalah salah satu ketentuan yang tetap ada.

Milik sepenuhnya; Harta yang akan dizakati hendaknya milik seluruhnya seorang yang beragama Islam dan harus merdeka. Bagi harta yang bersama-sama antara orang Islam dengan orang bukan Islam, maka hanya harta orang Islam saja yang dikeluarkan zakatnya.

Cukup Haul; cukup haul maksudnya harta tersebut dimiliki genap setahun, selama 354 hari menurut tanggalan hijrah ataupun 365 hari menurut tanggalan mashehi.

Cukup Nisab; Nisab merupakan nilai minimun sesuatu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Kebanyakan standar zakat harta (mal) memakai nilai harga emas saat ini, jumlahnya sebanyak 85 gr. Nilai emas dijadikan ukuran nisab untuk menghitung zakat duit simpanan, emas, saham, perniagaan, pemasukan dan duit dana pensiun.

 

Hak Zakat

Terdapat delapan pihak yang berwenang memperoleh zakat, terkandung dalam Surah at-Taubah ayat 60 ialah:

  1. Fakir-Mereka yang nyaris tidak ada apa-apa sehingga tidak bisa mencukupi kepentingan pokok hidup.
  2. Miskin-Mereka yang ada harta akan tetapi tidak cukup untuk mencukupi keinginan dasar untuk hidup.
  3. Amil-Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Muallaf-Mereka yang baru masuk Islam dan menginginkan bantuan untuk menyelaraskan diri atas keadaan barunya.
  5. Hamba sahaya-Budak yang mau memerdekakan dirinya
  6. Gharimin-Mereka yang berhutang untuk kepentingan yang halal dan tidak bisa untuk memenuhinya.
  7. Fisabilillah-Mereka yang berjuang di jalan Allah contoh: dakwah, perang dan semacamnya.
  8. Ibnus Sabil-Mereka yang kehabisan dana di perjalanan.

 

Demikianlah Pengertian Zakat, Sejarah Zakat, Jenis Zakat, dan Hak Zakat. Semoga bermanfaat!

Zakat: Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Hak Zakat | aab | 4.5