Cerita Rakyat Jawa Tengah

Posted on

Cerita Rakyat Jawa tengah – dikenal sebagai jantung budaya Jawa. Namun, ada kelompok etnis lain di provinsi ini yang mempunyai budaya berbeda dengan orang Jawa, seperti orang Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Ada juga warga Arab Indonesia, Cina Indonesia, dan India-Indonesia di seluruh provinsi.

Majalahpendidikan.com akan menyampaikan materi pembelajaran dengan judul Cerita Rakyat Jawa Tengah. Dimana materi pembelajaran ini akan diulas berdasarkan Definisi dan Contoh.

Definisi Cerita Rakyat Jawa tengah

Rakyat Jawa Tengah adalah termasuk rakyat yang berbudi luhur selalu menjungjung tinggi adat istiadatnya,dan menjaga seni budaya warisan dari para leluhurnya, salah satu nya sejarah-sejarah yang ada di tanah jawi, salah satunya, Cerita Rakyat yang tidak asing lagi, yaitu Babad Lakon tanah Pengging, Joko Tingkir,Aji Saka,dll.

Cerita Rakyat Jawa Tengah

Contoh Cerita rakyat Aji Saka

Aji Saka adalah seorang pemuda tampan yang sekali lagi dengan kejam membela warga terhadap kekejaman Raja Dewa Cengkar Nan. Pernah ada kerajaan di Jawa Tengah bernama Medang Kemulan. Kerajaan Medang Kemulan dipimpin oleh seorang raja bernama Dewata Cengkar.

Cengkareng Dewata dikenal sebagai raja yang kejam. Dia juga suka makan daging manusia. Setiap hari raja dengan kejam memerintahkan patihnya yang bernama Jugul Muda untuk mencari orang untuk makan. Orang sangat takut dengan Raja Dewata Cengkar. Mereka akan bersembunyi segera ketika mereka bertemu Patih Jugul Muda.

Pernah ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang tinggal di sebuah desa bernama Medang Kawit. Dia ditemani pengawalnya Dora & Sembada setiap hari. Berita tentang kekejaman Raja Dewa Cengkar telah sampai di telinganya. Ia berencana pergi ke Medang Kemulan untuk membantu orang-orang biasa.

Maka pemuda yang kuat itu, ditemani dua pengawalnya, Dora & Sembada, pergi ke Kerajaan Medang Kemulan. Ketika dia tiba di Pegunungan Kendeng, Aji Saka memerintahkan salah satu pengawalnya, Sembada, untuk tinggal di sana dan menjaga keris turun-temurunnya.

Sembada, kamu tinggal di sini untuk menjaga warisanku. Jangan serahkan Kris pada siapa pun. Nanti aku akan mengambil Kris. Aku dan Dora akan melanjutkan perjalanan ke Medang Kemulan,” katanya kepada Sembada.

Baik, aku akan merawat kerismu. Aku berjanji tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun selain Yang Mulia,” jawab Sembada.

Aji Saka berhasil membunuh raja para dewa Cengkar
Sambil melanjutkan perjalanan dengan Dora, mereka tidak sengaja bertemu Patih Jugul Muda. Keduanya melihat Patih Jugul Muda tampak bingung. Rupanya gubernur belum berhasil menyerahkan orang ke Raja Dewata Cengkar.

Setelah berbicara sebentar, Aji Saka menawarkan diri untuk diserahkan kepada Raja Dewata Cengkar. Ketika Yugul Muda mendengar permintaan ini, dia sangat senang. Mereka segera pergi ke Istana Medang Kemulan.

Ketika mereka tiba di istana, mereka langsung berhadapan dengan dewa Cengkar. Aji Saka meminta permintaan sebelum raja memakannya. Dia meminta raja para dewa Cengkar untuk memberinya tanah seluas sorbannya. Raja yang kejam segera setuju.

Baca Juga :  Afiksasi

Apa keinginanmu sebelum aku menjadi korban?” Dewata bertanya pada Cengkar dan tertawa terbahak-bahak.

Yang Mulia, saya hanya meminta tanah sebesar sorbents Anda.” Aji Saka menjawab.
Dewata Cengkar langsung setuju. Aji Saka segera memegang turbannya. Cukup aneh. Sorbannya terus mengembang, meliputi seluruh Medang Kemulan. Dewata Cengkar sangat marah karena merasa tertantang.

Sial, anak muda! Ternyata kamu ingin menantangku.” Raja para Dewa Cengkar segera menyerangnya. Tetapi sorban, yang telah mengembang, menutupi tubuh dewi Cengkar dan menggulungnya hingga menghilang di pantai selatan yang bermasalah. Dewata Cengkar terbunuh segera.

Berita kematian raja jahat Dewata Cengkar tersebar luas. Semua orang di Medang Kemulan sangat senang. Medang Kangulan Rakyat kemudian menjadikan Aji Saka raja. Aji Saka sekarang memerintah Kerajaan Medang Kemulan dengan bijak.

Pertarungan Dora dan Sembada
Setelah menjadi raja, Aji Saka teringat kerisnya, yang ditinggalkannya bersama Sembada di Pegunungan Kendeng. Kemudian dia meminta pengawalnya, Dora, untuk mengambil Erbkeris yang dipegang Dora.

Dora segera pergi ke Pegunungan Kendeng untuk mengambil belati pusaka raja. Setelah di Pegunungan Kendeng, Dora bertemu Sembada. Keduanya menyelesaikan kerinduan mereka. Dora mengatakan Aji Saka telah menjadi raja Medang Kemulan.

Sembada senang mendengarnya. Dora kemudian mengatakan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk mengambil alih warisan tuannya. Namun Sembada menolak karena Aji Sa Akhirnya keduanya meninggal karena pertempuran.Di Medang Kemulan,

Raja Aji Saka dengan cemas menunggu kedatangan Dora. Dia ingat mengatakan pada Sembada untuk tidak menyerahkan warisannya kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri. Khawatir bahwa sesuatu yang tidak terduga telah terjadi,

Aji Saka segera mengikuti ke Pegunungan Kendeng. Tetapi ketika dia sampai di sana dia menemukan terlambat dua pengawal, Dora & Sembada, yang kaku. Aji Saka merasa bersalah dan sangat sedih. Untuk menghormati kesetiaan kedua karyawan, ia menciptakan aksara Jawa yang menggambarkan kesetiaan dan perjuangan kedua pengawal itu.

Demikianlah yang dapat admin sampaikan materi ini dimana pembahasan mengenai Cerita Rakyat Jawa Tengah. Semoga dengan materi yang sudah dibahas melalui artikel ini, dapat memberikan pemahamaan dan manfaat untuk sahabat pembaca semua.

Baca Juga: