Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan

Posted on

Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan – Karangan narasi adalah esai yang berisi cerita atau peristiwa yang disajikan dalam urutan kronologis yang jelas. Esai naratif dimaksudkan untuk menghibur pembaca dengan cerita-cerita menarik dan dikemas dengan baik yang fiksi atau non-fiksi.

Majalahpendidikan.com akan menyampaikan materi pembelajaran dengan judul Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan. Dimana materi pembelajaran ini akan diulas berdasarkan Pengertian dan Contoh.

Pengertian

Karangan narasi adalah esai yang berisi cerita atau peristiwa yang disajikan dalam urutan yang jelas. Esai naratif dimaksudkan untuk menghibur pembaca dengan kisah-kisah menarik yang bersifat fiksi dan non-fiksi.

Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan

Kisah ini diceritakan secara bertahap. Dengan kata lain, cerita dalam esai naratif disampaikan secara kronologis.

Di bawah ini saya akan memberikan contoh esai naratif tentang pendidikan:

Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan Mengenai Saya Sesali Tanpa Pengetahuan

Sekarang saya berusia 33 tahun dan hanya seorang ibu rumah tangga. Tanpa penghasilan selain penghasilan suami. Saya tidak punya penghasilan sendiri. Saya bertanya-tanya apa yang bisa saya lakukan.

Ada yang lebih buruk, saya bahkan tidak bisa mengajar anak-anak saya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika mereka meminta perlengkapan sekolah mereka, saya diam seribu bahasa, dan pada akhirnya saya menyuruh mereka mengambil les. Mungkin les adalah kegiatan yang baik untuk anak-anak bagi sebagian orang. Tetapi bagi saya ada kegiatan tambahan dengan mereka di luar waktu singkat kita bersama.

Semuanya berawal ketika saya berusia 11 tahun. Saat itu saya masih di sekolah dasar kelas 5. Tidak seperti teman-teman saya yang bergairah tentang sekolah, saya sangat bosan di sekolah. Saya sering bolos sekolah.

Pergi ke ladang, sungai, atau bahkan pasar. Orang tua saya tidak tahu semua ini. Mereka hanya tahu bahwa saya pergi ke sekolah di pagi hari dan pulang di sore hari. Saya melewatkan adegan ini untuk waktu yang lama. Selama sekitar dua bulan saya lebih sering keluar dari sekolah.

Hal-hal yang tidak baik akan sulit ditutup-tutupi untuk jangka waktu yang lama. Ini terjadi pada saya juga. Sekolah akhirnya memberi tahu orang tua saya tentang kebiasaan saya bermain trik. Orang tua saya kaget. Mereka marah. Bahkan ayah memukulku.

Belum lama ini, ibuku sakit. Ayah saya berkata bahwa ibu saya sakit karena dia memikirkan saya. Saya pindah ke sekolah demi ibu saya. Tapi ayah selalu kasar padaku setelah kejadian ini. Selain itu, nilai saya untuk ayah tidak memuaskan.

Saya melanjutkan sekolah sampai lulus sekolah dasar. Nilai saya juga tidak cukup baik. Saya kemudian memberi tahu ayah saya bahwa saya tidak ingin pergi ke sekolah lagi. Saya tidak bisa belajar lagi, saya juga tidak mau belajar. Ayah dan ibu tidak punya akal untuk membujuk saya pergi ke sekolah.

Akibatnya, keputusan mengejutkan datang dari sang ayah. Dia memutuskan untuk menikahiku. Pemilihan ayah laki-laki berusia 29 tahun. Saya tidak bisa membayangkan menikahi seorang pria 17 tahun dari saya. Tapi siapa yang tahu apa yang menjadi perhatian saya. Saya langsung setuju dengan keputusan Ayah. Menikah di usia muda akhirnya menjadi cara hidup saya.

Sekarang 21 tahun telah berlalu dan saya hanya merasakan hasil dari tidak dilatih. Tidak berpendidikan sangat merepotkan. Ketika Anda tidak memiliki pengetahuan, hidup terasa sengsara. Pendidikan dasar tidak bisa menjamin kehidupan.

Hidup tidak hanya dilengkapi dengan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung dasar. Saya sangat menyesal atas keputusan saya 21 tahun yang lalu. Jika saya hanya mematuhi kata-kata ayah dan ibu saya, saya pasti bisa sesukses sekarang seperti teman-teman saya. Bahkan saya bisa bangga karena bisa menjadi guru pertama untuk anak-anak saya.

Baca Juga :  Kata Ulang

Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan Mengenai Hikmah Disiplin Dalam Belajar

Rani adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ayah Rani adalah seorang prajurit. Mereka dan keluarga mereka tinggal di rumah militer khusus. Ayah Rani selalu mengajarkan disiplin dalam segala hal. Mulai dari disiplin dalam beribadah, disiplin dalam aktivitas, disiplin dalam olahraga dan disiplin dalam belajar.

Ketegasan ayah Rani dalam menerapkan disiplin bukan berarti anak-anaknya takut. Hubungan antara ayah dan anak sangat harmonis.

Rani dan semua saudara kandungnya diajari untuk selalu belajar di siang hari. Setelah kembali dari sekolah, ayah Rani mengajarinya untuk selalu melakukan semua pekerjaan rumah hari itu. Namun aktivitas tersebut harus dilakukan setelah makan siang.

Setelah menyelesaikan pekerjaan sekolah, sang ayah membebaskan Rani dan saudara-saudaranya untuk bermain. Dan di malam hari, sang ayah harus belajar WIB dari jam 9:00 malam.

Semua disiplin ilmu ini tidak membuat Rani stres. Bahkan kebiasaan ini sebenarnya membawa kebijaksanaan luar biasa. Daerah perumahan Rani adalah daerah di mana masih ada kesulitan dengan listrik. Listrik di daerah ini bisa mati sepanjang hari atau bahkan hingga tiga hari.

Pertama, ketika listrik padam pada malam hari sampai subuh. Ada banyak pekerjaan rumah untuk Rani dan teman-temannya hari itu. Ketika dia sampai di sekolah, hampir semua teman Rani mengeluh bahwa mereka tidak dapat melakukan pekerjaan itu karena listrik padam.

Namun, ini tidak terjadi pada Rani. Rani selesai dengan semua tugas hari ini. Rani juga memberi tahu guru dan semua temannya bahwa ia selalu terbiasa mengerjakan tugas sekolah di siang hari. Ketika listrik padam suatu malam, Rani tidak bingung karena dia tidak melakukan pekerjaan sekolah. Inilah kebijaksanaan disiplin saat belajar.

Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan Mengenai Bapak Pendidikan Nasional

Dunia pendidikan akan selalu bersyukur atas jasa perintis pendidikan sejak zaman kolonial Belanda. Dia adalah Ki Hajar Dewantara. Perjuangannya selama masa kolonial Belanda adalah bahwa penduduk asli dapat menerima hak-hak pendidikan seperti hak-hak Priyayi dan rakyat Belanda.

Perjuangan inilah yang memahkotainya sebagai bapak pendidikan nasional dan merayakan hari ulang tahunnya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Ia selalu memastikan sosialisasi dengan tujuan menyadarkan masyarakat akan pentingnya persatuan nasional dan persatuan nasional.

Ki Hajar Dewantara mulai bekerja di bidang pendidikan ketika ia diasingkan ke Belanda. Selama pengasingannya, ia belajar pedagogi sampai ia menerima segelas file Eropa. Gelar ini menjadi berguna ketika ia kembali ke Indonesia pada tahun 1919 dan dilatih sebagai guru.

Langkah besarnya adalah ketika ia mendirikan Taman Siswa National College School pada 3 Juli 1992. Banyak rintangan dan rintangan diciptakan terhadapnya oleh pemerintah Belanda. Namun, ia terus berjuang demi pendidikan. Hingga ia menciptakan moto terkenal sejauh ini.

Do Wuri Handayani (di belakang dorongan). Ing Madya Mangun Karsa (di tengah menciptakan peluang untuk inisiatif). Ing Ngarsa Sungtulada (sebelum contoh). Semboyan ini kemudian dijadikan slogan Kementerian Pendidikan Nasional.

Demikianlah yang dapat admin sampaikan materi ini dimana pembahasan mengenai Contoh Karangan Narasi Tentang Pendidikan. Semoga dengan materi yang sudah dibahas melalui artikel ini, dapat memberikan pemahamaan dan manfaat untuk sahabat pembaca semua.

Baca Juga: