Dua Anak

Dua Anak – adalah karunia dari tuhan, tak ternilai dibandingkan dengan kekayaan, buah hati juga merupakan titipan dari Yang Mahakuasa, sehingga orang tua harus tegas mendidik nya. Anak adalah tugas yang mulia. Apalagi jika sampai tumbuh menjadi seseorang yang baik dan berbakti, seperti yang Anda inginkan.

Majalahpendidikan.com akan menyampaikan materi pembelajaran dengan judul Dua Anak. Dimana materi pembelajaran ini akan diulas berdasarkan Pengertian, Karakteristik, dan Contoh.

Pengertian

Merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia untuk pembangunan nasional. Anak adalad milik bangsa. semakin baik masa depan kehidupan bangsa dan sebaliknya. Jika kepribadian anak itu buruk, maka generasi negara ini juga bobrok.

Dua Anak

Karakteristik Dua Anak

Karakter Anak Pertama

  • Yang Paling diharapkan Orang Tua
  • Melankolis
  • Dewasa dan sopan
  • Yang paling rajin dan suka membantu
  • Bijaksana
  • Anggun
  • Memiliki kreativitas yang tinggi
  • Bertanggung jawab
  • Perhatian
  • Memiliki sifat yang baik
  • Pemimpin Alami
  • Lahir untuk belajar

Karakter Anak Kedua

  • Pandai Bergaul
  • Punya Simpati yang tinggi
  • Setia dan Suka
  • Sangat kreatif
  • Mudah bergaul
  • Murah senyum dan ramah
  • Memiliki solideritas tinggi
  • Bersikaplah terbuka dan mencoba hal-hal baru.
  • Bernegosiasi dengan cerdas
  • Sangat berbeda
  • Memiliki daya tarik sendiri

Contoh Dua Anak

Saya masih ingat di masa kecil saya, ketika pemerintah era Orde Baru melakukan sosialisasi di antara masyarakat tentang masalah keluarga berencana di bawah slogan “hanya dua anak”.

Sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah di era Soharto menggunakan layar ponsel, desa dan desa sangat efektif. Sebelum memutar film Indonesia, pemerintah, yang dibantu oleh kabupaten saat itu, memutar film tentang keluarga berencana. Film pendek ini membius masyarakat pedesaan untuk berpartisipasi dalam program keluarga berencana dengan moto “Hanya dua anak sudah cukup.”

Apa yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru cukup berhasil. Jadi masyarakat pedesaan sibuk mengikuti program keluarga berencana karena pengaruh sosialisasi media melalui langkah di layar.

Bersama dengan perkembangan jaman, hingga mencapai era reformasi dan perubahan kepemimpinan. Tentu saja, sosialisasi media melalui masa lalu tidak lagi efektif. Bahkan slogan hanya dua anak telah digantikan oleh slogan baru “Dua anak lebih baik.

Makna konotasi kedua slogan ini sebenarnya adalah maksud dan tujuan yang sama. Namun, proposal tersebut mengandung perbedaan pemahaman, sehingga dua anak dengan dua anak lebih baik, seolah-olah slogan baru ini menunjukkan bahwa dua anak lagi baik. Ini berarti lebih dari dua baik.

Terlepas dari apakah kita menyadari hal ini atau tidak, memang, berulang kali mengubah kepemimpinan puncak. Dewan Koordinasi Nasional untuk Keluarga Berencana ini mempunyai dampak besar pada kelangsungan program di negara ini.

Tentu saja, ini menjadi kendala bagi BKKBN untuk menembus sosialisasi program keluarga berencana, sehingga program keluarga berencana dengan hanya dua anak muncul kembali di antara masyarakat. Slogan yang diperkenalkan ke masyarakat harus dihidupkan kembali melalui jejaring sosial, sumber daya Internet, gadget dan ponsel, serta alat teknologi yang

akan digunakan dalam program keluarga berencana, termasuk program yng, selalu muncul di media Kompasiana, bersama dengan BKKBN di berbagai kota. Tentu saja, ini akan menimbulkan gagasan tentang bagaimana meluncurkan dan merevitalisasi program keluarga berencana di kalangan masyarakat.

Bagi penulis, The Generation of Planning (genre), sebenarnya hanya ada dua anak. Sehingga orang tua dapat memonitor bagaimana perkembangan anak menjadi kualitas dan jumlah anak, memiliki SDM untuk menciptakan generasi selanjutnya, yang akan semakin sejahtera.

Orang miskin, jika hanya dua anak, tentu saja, orang tua dapat berpikir di mana anak diarahkan. Dengan demikian, untuk kebutuhan pendidikan anak, tidak terlalu memberatkan. Dibandingkan dengan orang miskin, tetapi ada banyak anak.

Istilah untuk banyak anak, banyak mata pencaharian benar-benar harus dihilangkan di masyarakat. Karena masalahnya adalah menciptakan keluarga, yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana generasi masa depan ini bisa menjadi lebih baik. Maka dari itu, generasi manajemen bangsa Indonesia, agar menjadi generasi yang berkualitas dan kuantitas, tentu membutuhkan pengawasan orang tua.

Jika lebih mudah bagi dua orang untuk memimpin, daripada menonton banyak orang. Terutama di dunia modern, ketika perilaku dan moralitas generasi muda kita berada di ambang bahaya, masalah narkoba, perilaku tidak bermoral dan perilaku lainnya, dan, tentu saja, ini bukan hanya urusan pemerintah dan mereka yang terlibat langsung dalam pengawasan orangtua, tentu saja. Menonton 2 anak lebih mudah dibandingkan dengan banyak anak. Jadi hanya dua anak.

Demikianlah yang dapat admin sampaikan materi ini dimana pembahasan mengenai Dua Anak. Semoga dengan materi yang sudah dibahas melalui artikel ini, dapat memberikan pemahamaan dan manfaat untuk sahabat pembaca semua.

Baca Juga: