Peyorasi

Posted on

Peyorasi – Beberapa bentuk bahasa mengalami pergeseran makna karena adanya penilaian, makna, perbandingan, atau sikap tertentu dari komunitas pengguna. Arti kata dapat mengalami perbaikan atau peningkatan.

Peyorasi terjadi ketika kata tersebut dianggap memiliki makna yang lebih rendah atau konotasi negatif. Peningkatan terjadi ketika suatu kata memiliki makna yang berarti lebih baik dari makna sebelumnya. Kedua kelompok biasanya disebabkan oleh membandingkan satu kata dengan yang lain.

Majalahpendidikan.com akan menyampaikan materi pembelajaran dengan judul Peyorasi. Dimana materi pembelajaran ini akan diulas berdasarkan Pengertian dan Contoh.

Pengertian

Peyorasi merupakan elemen bahasa yang memberikan makna ofensif, merendahkan dan lainnya yang digunakan untuk mengekspresikan penghinaan atau ketidaksukaan pembicara. Terkadang sebuah kata lahir sebagai kata yang merendahkan, tetapi seiring waktu kata itu digunakan sebagai kata yang luar biasa.

Peyorasi adalah kebalikan dari pergantian ameliorasi. Jika peyorasi tanah berisi nilai reklamasi tanah yang berfungsi untuk memperjelas arti kata, maka peyorasi reklamasi tanah adalah kalimat yang mengandung nilai reklamasi tanah dan contoh yang berfungsi untuk memajukan nilai kata. Namun, keduanya memiliki dua kesamaan, yaitu, nilai yang terkandung di dalamnya mengacu pada jenis-jenis pergeseran nilai.

Peyorasi

Selain itu, kedua jenis kalimat tersebut sama-sama termasuk yang mengandung jenis makna kata, seperti contoh kalimat idiomatik dan artinya mengandung makna dan contoh idiomatik; contoh proposal asosiasi dan penjelasannya, yang berisi contoh arti asosiasi; pemahaman dan contoh kalimat tanda dalam bahasa Indonesia, yang mengandung arti tanda dan contoh, serta contoh kalimat sinestesia yang mengandung nilai-nilai sinestesia, dan contohnya.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang seperti apa sebuah kalimat, berikut adalah beberapa contoh kalimat dibawah ini:

Contoh Peyorasi Dalam Kalimat

  • Ibu Narshi adalah pelayan di rumah kami yang telah bekerja selama beberapa dekade.
  • Anak itu sering buang air kecil di dekat desa.
  • Istri Pak Hamdy hamil lima bulan lalu.
  • Polisi berhasil menangkap sejumlah pengedar narkoba yang tidak bermoral.
  • Kemarin, istri Pak Prana punya bayi.
  • Ketika perusahaan bangkrut, perusahaan terpaksa memecat karyawannya.
  • Dia orang yang tangguh.
  • Marini adalah wanita mandiri.
  • Sejak itu, ia terus pergi ke kamar mandi.
  • Sejak perusahaan bangkrut, hidupnya menjadi semakin membutuhkan.
  • Pengemis sekarang menghilang di suatu tempat.
  • Orang-orang bermain sepak bola di lapangan desa.
  • Setelah meninggalkan perusahaan, Eco menjadi pengangguran.
  • Karena tidak bisa mendapatkan pendidikan dasar atau lebih tinggi, penduduk desa ini menjadi buta huruf.
  • Samin adalah mantan karyawan perusahaan.
  • Tingkat melek huruf di desa ini sangat memprihatinkan.
  • Pencuri berhasil diseret ke kantor polisi.
  • Lari dari rumah, Agus menjadi lelaki tunawisma.
  • Pak Halih dikeluarkan dari perusahaan tempat dia bekerja.
  • Koruptor dijebloskan ke penjara.
  • Pelayan di restoran membuat kesalahan dalam layanan pelanggan.
  • Penjual bekerja sangat lambat dan tidak ramah kepada pelanggan.
  • Mereka berdua berencana untuk melarikan diri.
  • Pejabat itu secara resmi diberhentikan.
  • Karena ketidakmampuannya, Farhan dikeluarkan dari perusahaan tempatnya bekerja.
  • Mereka yang bertanggung jawab atas pencurian itu secara resmi dipenjara.
  • Amina adalah putra Yusuf.
  • Seorang pria dari Sukmini adalah seorang karyawan bank.
  • Perilakunya benar-benar adalah yang pertama kali.
  • Pelayan di restoran tidak bekerja dengan baik; dia hanya akan dipecat dari restoran.
  • Dia dipecat oleh majikan karena dia dianggap sebagai pelayan yang tidak kompeten untuk bekerja.
  • Tiga tahun telah berlalu bahwa dia belum bertemu anak dan anaknya.
  • Para pelaku tindak korupsi ini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
  • Hanya pernikahan yang dia pikirkan sekarang.
  • Pak Amir secara resmi dikeluarkan dari perusahaan.
  • Kelinci itu melahirkan lagi.
  • Hiu kredit sudah mati.
  • Bandit desa kini menjadi tunawisma.
  • Kelinci melahirkan pagi ini.
  • Karena dia terlalu menuntut untuk bekerja, dia sekarang menjadi penghasil tuna.
  • Seorang karyawan yang tidak kompeten dipecat oleh direktur.
  • Pelayan sangat lambat.
  • Pemberi pinjaman sudah mati sekarang.
  • Bandit desa kini menjadi tunawisma.
  • Kelinci melahirkan pagi ini.
  • Karena dia terlalu menuntut untuk bekerja, dia sekarang adalah pekerja tuna.
  • Seorang karyawan yang tidak kompeten diusir oleh direktur.
  • Pelayan restoran bekerja sangat lambat.
  • Fandi dan samsul telah diseret oleh pihak ke polisian dikarnakan telah mencuri uang di kotak amal masjid di kampung durian payung.
Baca Juga :  Contoh Kalimat Oposisi

Demikianlah yang dapat admin sampaikan materi ini dimana pembahasan mengenai Peyorasi. Semoga dengan materi yang sudah dibahas melalui artikel ini, dapat memberikan pemahamaan dan manfaat untuk sahabat pembaca semua.

Baca Juga: